Pengertian Silent Treatment dan Dampaknya Bagi Hubungan

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam sebuah hubungan, tidak semuanya berjalan lancar dan mulus. Pasti ada saja masalah yang menimpa, entah itu masalah kecil atau besar sehingga harus segera diatasi.
Bagi kebanyakan orang, masalah adalah sesuatu yang harus segera diselesaikan dan dicari solusinya karena dapat mengganggu hubungan bahkan bisa merusaknya.
Namun, di dunia ini ada tipe orang yang diam saat sedang marah dan membuat masalah semakin rumit dan membesar. Perilaku ini disebut sebagai silent treatment.
Lalu, apa dampak silent treatment bagi hubungan? Di artikel ini kita akan membahasnya. Simak sampai habis.
Silent Treatment dan Dampaknya Bagi Hubungan
Saat mengalami konflik dengan pasangan, langkah selanjutnya adalah menemukan jalan keluar atau solusi dari masalah tersebut, bukan? Namun, di dunia ini ada tipe orang yang malah mengabaikan masalah dan pasangannya sampai ia benar-benar tenang. Perilaku ini disebut sebagai silent treatment.
Dikutip dari situs Choosing Therapy, silent treatment adalah penolakan untuk berkomunikasi secara verbal dengan seseorang, dan seringkali dilakukan untuk memberi hukuman pada pasangan, bahkan untuk memanipulasi emosional.
Silent treatment tidak hanya terjadi pada pasangan, namun juga bisa dialami oleh keluarga, teman, bahkan rekan kerja. Alasan mereka melakukan hal ini adalah untuk melindungi diri serta mencegah terjadinya tindak kekerasan bahkan ancaman.
Biasanya, target dari perilaku silent treatment tidak menyadari bahwa mereka sedang ditargetkan, terkadang dari mereka hanya diam saja dan tidak melakukan pergerakan apapun.
Hal inilah yang dapat membuat hubungan menjadi renggang dan masalah semakin membesar. Sang korban yang tidak tahu letak kesalahannya akan ikut terpancing dan malah ikut berbalik mendiami sang pelaku. Jika keduanya tidak ada yang ingin menurunkan ego, maka lama kelamaan hubungan akan hancur dan rusak.
Dampak inilah yang membuat perilaku silent treatment seharusnya tidak dilakukan. Memang benar kita harus mendiskusikan masalah dengan pikiran jernih dan hati yang tenang, tapi bukan berarti harus selama berhari-hari atau berminggu-minggu.
Tenangkan dirimu selama beberapa jam, lalu saat sudah siap, kamu bisa mendiskusikan masalah yang ada. Bukannya malah menunggu sang target "peka". Kalau terus begini, hubungan kamu akan rusak.
Itulah dia pengertian serta dampak dari silent treatment. Semoga bermanfaat! (RAF)
