Konten dari Pengguna

Pengertian Teman Toxic, Ciri-Ciri, dan Cara Menghadapinya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto ilustrasi: Teman Toxic, sumber: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Foto ilustrasi: Teman Toxic, sumber: Pexels

Dalam menjalin pertemanan, ada berbagai jenis tipe teman yang bisa ditemui. Ada teman yang memiliki aura positif seperti teman yang setia, tulus, atau supportif. Namun, ada pula teman yang memiliki aura negatif.

Teman toxic adalah teman yang membawa aura negatif di dunia pertemanan. Sesuai namanya, toxic, yang berarti racun, teman jenis ini bisa menjadi 'racun' bagi teman-temannya.

Ciri-Ciri Teman Toxic

Foto ilustrasi: Teman Toxic, sumber: Pexels

Berikut ini adalah ciri-ciri teman toxic, seperti dikutip dari buku Pretty Woman dan Better Me: Sebuah Seni untuk Menjadi Versi Terbaik Diri Sendiri.

1. Bermuka Dua

Bisa dikatakan teman toxic adalah teman yang bermuka dua. Saat di depan, dia menjadi teman yang baik, namun jika berada di belakang temannya, dia akan menjatuhkannya. Cara teman toxic menjatuhkan temannya adalah dengan membicarakannya secara diam-diam atau bergosip.

2. Sangat Sensitif

Teman toxic biasanya punya sifat sensitif atau baperan. Dia suka mengolok-olok orang lain, tapi tidak suka jika diperlakukan hal serupa. Memiliki teman seperti ini bisa membuang waktu karena waktu akan habis terpakai untuk menenangkan dirinya

3. Banyak Drama atau Play Victim

Teman toxic biasanya banyak drama, seolah-olah dia orang yang paling tersakiti dan paling menderita. Hidupnya juga dipenuhi dengan keluhan penderitaan yang dialaminya. Hal ini juga bisa dituangkan dalam status media sosialnya.

4. Egois dan Self Centered

Teman jenis ini memiliki sifat egois yang hanya mau dilayani, diperhatikan, dan tidak peduli dengan kondisi teman di sekitarnya. Dia hanya ingin menjadi pusat perhatian dan cenderung tidak suka melihat temannya bahagia.

Cara Menghadapinya

Memiliki teman toxic pastinya bisa membuat frustasi dan sakit hati. Agar kesehatan mental lebih terjaga, lebih baik mulai membuat batasan-batasan secara fisik maupun mental dalam berinteraksi dengannya.

Hal-hal yang bisa dilakukan adalah tidak perlu berinteraksi dengannya jika tidak diperlukan. Jika harus bertemu, ngobrol seperlunya saja, tidak perlu nanya pendapat atau bahkan curhat.

Agar tidak sakit hati, hindari berekspektasi berlebihan saat berhadapan dengan teman toxic. Sebab, kita tidak bisa mengubah sifat orang, namun kita bisa mengubah cara pandang kita terhadap orang lain.

Jika perilakunya sudah sangat mengganggu, lebih baik putus hubungan dengannya agar tidak ikut terjerumus dengan sifat buruk tersebut. (Tp)