Psikologi Jurusan IPA atau IPS? Ini Perbedaannya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Psikologi jurusan IPA atau IPS? Pada dasarnya, kedua jurusan ini bisa sama-sama masuk ke jurusan psikologi. Psikologi sendiri merupakan disiplin ilmu yang mempelajari tentang perilaku, mental dan pikiran manusia.
Psikologi juga termasuk ilmu yang cukup luas menyangkut ilmu sains, humaniora dan sosial. Maka dari itu, ada beberapa kampus di Indonesia yang memasukkan psikologi pada rumpun Soshum (IPS) dan Saintek (IPA).
Dikutip dari Buku Konsep Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial Berorientasi Hots (Higher Order Thinking Skills) untuk Pendidikan Sekolah Dasar (PGSD) karya Muhammad Aunur Rofig, M. Pd., dan Hamiduloh Ibda, berikut ini penjelasan tentang psikologi jurusan IPA dan IPS.
Psikologi Jurusan IPA atau IPS?
Sebenarnya, psikologi jurusan IPA atau IPS? Baik jurusan IPA maupun IPS, keduanya sama-sama bisa mengambil kuliah psikologi. Hanya saja, bidang psikologi yang diambil dari kedua jurusan tersebut memiliki perbedaan satu sama lain. Berikut penjelasannya.
1. Psikologi Soshum (IPS)
Jurusan IPS akan mengambil materi psikologi sosial tentang mempelajari perilaku individu, masyarakat dan kelompok. Ini dipengaruhi oleh pengetahuan, situasi sosial, tanggapan, pemikiran dan psikulasi.
Selain itu, psikologi IPS juga lebih menekankan pada mata kuliah sosial humaniora. Meskipun materi tersebut tetap dipelajari ilmu sains.
Beberapa mata kuliah sosial humaniora di antaranya berupa teori dasar tentang tingkah laku manusia, dasar psikologi, metode observasi dan metode wawancara.
Sementara gambaran mata kuliah Soshum (IPS) antara lain Logika dan Penulisan Ilmiah, Statistik, Psikologi pendidikan, dan Bimbingan pendidikan.
Selain itu, psikologi rumpun Soshum juga mempelajari tentang perkembangan psikologi kesehatan, industri dan psikologi lainnya.
2. Psikologi Saintek (IPA)
Secara garis besar, psikologi Saintek (IPA) mencakup praktis terkait kepribadian, cara berpikir dan ilmu pengetahuan. Psikologi ini juga mempelajari praktis emosi serta mental seseorang yang bisa terlihat dari segi kesehatan.
Kebanyakan materi yang dipelajari dalam psikologi Saintek lebih mengarah ke kimia dan biologi. Akan tetapi, ada juga materi tentang ilmu sosial dan humaniora.
Dari materi yang dipelajari, sudah jelas bahwa psikologi Saintek dan Soshum memiliki perbedaan. Psikologi Saintek lebih banyak mempelajari seputar sains dengan beberapa ilmu sosial dan humaniora.
Kesimpulannya, baik jurusan psikologi jurusan IPA maupun IPS, keduanya bisa mengambil kuliah psikologi. Tentunya dengan rumpun yang berbeda, yaitu Soshum atau Saintek sesuai dengan jurusan sebelumnya. (DSI)
