Konten dari Pengguna

Teori Belajar Gagne: Prinsip, Fase Pembelajaran, dan Tipe Belajar

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teori Belajar Gagne. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash.com/Ed Us.
zoom-in-whitePerbesar
Teori Belajar Gagne. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash.com/Ed Us.

Teori belajar Gagne menjadi salah satu teori pembelajaran yang cukup populer di dunia pendidikan. Teori ini juga disebut sebagai modern neobehaviouris yang mendorong para pengajar untuk melaksanakan pembelajaran berdasarkan perencanaan pembelajaran yang efektif.

Berdasarkan buku Teori Belajar dan Pembelajaran Implementasinya dalam Pembelajaran, Firmina A.N. (2017:76), Gagne memiliki nama lengkap Robert Mills Gagne asal Amerika Serikat. Gagne mulai mencetuskan teori belajar sejak tahun 1968 setelah menentang teori-teori belajar yang telah dirumuskan sebelumnya.

Informasi Lengkap Teori Belajar Gagne, Mulai Prinsip hingga Tipe Belajar

Teori Belajar Gagne. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash.com/Jerry Wang.

Teori belajar Gagne menjelaskan prinsip belajar yang menggabungkan prinsip kognitif dan behavioristik. Hal ini untuk merancang pembelajaran dalam dunia pendidikan agar lebih terstruktur, terarah, dan memastikan proses belajar yang efektif.

Ada delapan fase pembelajaran yang dijelaskan dari teori belajar Robert Mills Gagne. Berikut informasi selengkapnya.

1. Fase Motivasi (Motivation Phase)

Fase ini terjadi ketika siswa membutuhkan motivasi belajar dalam bentuk penghargaan untuk mendorong proses belajar. Contoh penghargaannya adalah barang yang disukai atau makanan.

2. Fase Pengenaan (Apprehending Phase)

Fase yang terjadi ketika siswa menyadari stimulus eksternal yang diterima. Namun, siswa perlu memperhatikan unsur-unsur yang penting dan juga relevan agar bisa membantu kegiatan belajar.

3. Fase Perolehan (Acquisition Phase)

Kondisi ketika siswa mulai memperoleh pengetahuan baru, mulai dari fakta, keterampilan, dan prinsip-prinsip belajar. Contohnya ketika siswa memiliki informasi yang relevan, tandanya siap menerima pembelajaran.

4. Fase Retensi (Retention Phase)

Fase retensi merupakan fase menyimpan ingatan atau memori pengetahuan dan kemampuan yang baru didapatkan. Biasanya, memori jangka pendek langsung dipindahkan ke memori jangka panjang.

5. Fase Pemanggilan (Retrieval Phase)

Fase ini adalah proses menggali informasi yang sudah dimiliki dan disimpan dalam ingatan. Proses ini bisa dipengaruhi oleh stimulus eksternal.

6. Fase Generalisasi (Generalization Phase)

Kondisi saat siswa tidak selalu mendapatkan situasi yang sama dengan yang telah dipelajari sebelumnya. Sehingga fase ini disebut juga sebagai fase kritis belajar.

7. Fase Penampilan (Performance Phase)

Kondisi ini ketika siswa harus menunjukkan sudah belajar sesuatu melalui penampilan yang terlihat. Tingkah laku ini bisa merefleksikan pengetahuan yang sudah terjadi.

8. Fase Umpan Balik (Feedback Phase)

Fase umpan balik adalah fase tingkah laku siswa yang menunjukkan bahwa siswa tersebut telah mencapai tujuan belajarnya. Umpan balik ini bisa memberikan reinforcement pada siswa untuk penampilan yang berhasil.

Tipe Belajar Dalam Teori Belajar Gagne

Teori Belajar Gagne. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash.com/Ed Us.

Setelah mengetahui prinsip dan fase pembelajaran dalam teori belajar Gagne, delapan tipe belajar di bawah ini juga menarik diketahui. Berikut informasi selengkapnya.

  1. Belajar isyarat (signal learning), proses penguasaan pola dasar perilaku yang bersifat tidak disengaja.

  2. Belajar stimulus respons (stimulus response learning), tipe belajar mengulang kata atau angka.

  3. Perantaian (chaining), tipe belajar yang masih mengandung asosiasi dan berkaitan dengan keterampilan motorik.

  4. Asosiasi verbal (verbal association), rangkaian belajar siswa dari stimulus verbal.

  5. Belajar diskriminasi atau membedakan (discrimination learning), belajar membedakan sejumlah objek, baik secara konseptual dan fisik.

  6. Belajar konsep (concept learning), belajar mengetahui sifat-sifat umum benda dan kejadian.

  7. Belajar aturan (rule learning), kemampuan merespons sejumla situasi.

  8. Pemecahan masalah (problem solving), tipe yang paling kompleks dan mampu merumuskan serta memecahkan masalah.

Baca Juga: Teori Psikoanalisis Sigmund Freud dan Contohnya dalam Dunia Psikologi

Itu dia penjelasan teori belajar Gagne yang lengkap untuk panduan para pengajar di dunia pendidikan. Semoga bermanfaat. (NAI)