Toxic Friendship: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Menghadapinya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Toxic friendship adalah hubungan pertemanan atau pergaulan yang tidak sehat. Hubungan pertemanan seperti ini sebaiknya dihindari agar kita tidak sakit hati atau malah ikut terjerumus menjadi orang toxic.
Dikutip dari situs Universitas Airlangga, toxic friendship merupakan kondisi lingkungan pertemanan yang buruk sehingga berpotensi menganggu kesehatan mental atau psikologis orang yang berada di dalamnya.
Toxic friendship diisi oleh teman beracun yang bisa membuat teman lainnya merasa sakit hati, cemas, stres, direndahkan, tidak dihargai, atau dimanfaatkan.
Ciri-Ciri Toxic Friendship Dalam Pergaulan
Berikut ini beberapa ciri-ciri toxic friendship yang perlu kita diwaspadai seperti dikutip dari buku Better Me: Sebuah Seni untuk Menjadi Versi Terbaik Diri Sendiri.
1. Suka Menggosipkan Teman
Salah satu ciri-ciri toxic friendship adalah suka menggosipkan temannya secara diam-diam. Hal ini biasanya dilakukan karena mereka tidak suka dengan temannya dan ingin menjatuhkannya serta memengaruhi orang lain agar membencinya juga.
2. Tidak Senang Melihat Temannya Bahagia
Toxic friendship juga ditandai ketika ada teman yang bahagia atau berhasil mewujudkan impiannya, teman lainnya justru tidak senang dengan hal itu. Bisa juga mereka terlihat pura-pura bahagia di depan temannya, namun menyimpan rasa iri dan dengki di dalam hatinya atau bermuka dua.
3. Mengontrol Temannya
Teman yang toxic biasanya suka mengontrol temannya. Mereka harus tahu kemana temannya pergi dan merasa marah ketika temannya dekat dengan orang lain.
4. Hanya Mementingkan Diri Sendiri
Teman toxic hanya peduli terhadap kepentingan dirinya sendiri dan merasa paling benar. Segala sesuatu harus sesuai dengan keinginannya. Mereka tidak peduli terhadap perasaan dan pendapat temannya.
Cara Menghadapinya
Berada di lingkungan toxic friendship bisa menguras tenaga dan pikiran. Jadi, cara terbaik untuk lepas dari lingkaran beracun ini adalah menjauhinya secara fisik.
Jika tidak bisa menjauhinya secara fisik karena masih berada di circle pergaulan yang sama, kita bisa beri batasan saat berinteraksi dengannya.
Cara yang dilakukan antara lain batasi bahan obrolan. Tidak perlu membahas masalah pribadi, minta pendapat, atau curhat. Cukup lakukan percakapan mendasar saja seperti ucapan salam.
Tidak perlu berharap bahwa mereka akan berubah karena hal ini bisa membuat kita sakit hati. Lebih baik tanamkan pada pikiran kita bahwa sifat mereka memang seperti itu sehingga kita tidak terlalu kecewa atau memusingkan perilaku buruk mereka. (Tp)
