Konten dari Pengguna

Cara Visual dalam Lari Estafet, Ini Penjelasannya

Info Sport

Info Sport

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Estafet (Sumber: Unsplash)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Estafet (Sumber: Unsplash)

Cara visual dalam lari estafet dilakukan dengan melihat pelari yang menerima tongkat, kemudian melakukannya dengan berlari sambil menolehkan kepala untuk melihat tongkat yang diberikan oleh pelari sebelumnya.

Pada setiap tim lari, biasanya terdapat empat orang pelari yang masing-masing memegang peran sebagai pelari pertama, pelari kedua, pelari ketiga, dan pelari keempat.

Setiap pelari harus memindahkan tongkat atau baton dari pelari pertama hingga terakhir hingga mencapai garis finish.

Perlombaan lari estafet yang paling umum dan sering dilombakan di lintasan adalah 4 x 100 meter dan 4 x 400 meter. Dalam perlombaan lari estafet, setiap pelari harus menyerahkan tongkat ke pelari berikutnya dengan waktu tertentu.

Lari estafet atau sambung membutuhkan kerja sama antar pelari dalam satu tim. Selain itu, dibutuhkan kecepatan, konsentrasi, dan ketangguhan yang tinggi saat lari estafet.

Berikut ini adalah ulasan mengenai teknik memberi dan menerima tongkat dengan visualisasi.

Cara Visual dalam Lari Estafet adalah

Teknik dalam memberi dan menerima dengan cara visualisasi dikelompokkan dalam dua kategori, yaitu :

1. Teknik Pergantian Tongkat dengan Cara Visual dalam Lari Estafet

Lari Estafet dengan Visual (Sumber: Unsplash)

Teknik ini digunakan saat pemain yang menerima tongkat akan melihat ke pemain yang memberi dengan menoleh kepada pemberi tongkat estafet tersebut. Berikut ini adalah cara melakukannya:

  1. Proses operan diawali ketika sebelum tongkat diberikan, pemain yang memberi memposisikan tongkat di tangan kirinya. Kemudian, pemain yang menerima telah menoleh ke pemain yang memberi. Namun, tetap dilakukan sambil berlari.

  2. Pemain yang menerima akan mengulurkan tangan kanannya mendekat ke tangan kiri pemain yang memberi. Posisi tangan umumnya adalah pada telapak tangan menghadap ke atas.

  3. Keempat jari pemain yang menerima ada dalam posisi rapat dan menghadap ke bawah dengan bentuk ibu jari yang terbuka. Akhirnya, tongkat pun dapat diberikan dari atas ke bawah pemain yang menerima.

  4. Terakhir, telapak tangan pemain yang menerima akan menghadap ke belakang dan serong ke atas. Pemain akan melihat ke pemain di belakangnya dan memposisikan jari jarinya rapat dan terbuka keluar. Sementara itu, ibu jari terbuka menghadap ke dalam untuk siap menerima tongkat. Kali ini, tongkat akan diayun untuk lebih mudah ditangkap oleh penerima.

2. Teknik Pemberian Tongkat Estafet Non-Visual

Lari Estafet Non-Visual (Sumber: Pixabay)

Teknik non-visual pada permainan estafet juga dapat dilakukan dengan tanpa adanya penglihatan antara pemain yang memberi dan menerima saat tongkat diberikan.

Artinya, pemain yang menerima tidak akan menengok ke belakang ke arah pemain yang memberi. Berikut ini adalah cara melakukan tongkat estafet dengan non-visual:

  1. Seperti cara visual, tetapi penerima tidak melihat kebelakang ke arah pemberi.

  2. Luruskan tangan kanan dan hadapkan tangan ke atas. Tongkat diberikan dari atas ke bawah.

  3. Cara non-visual banyak dipakai pada lomba lari estafet jarak 100 x 4 meter.

Itulah cara visual dalam lari estafet yang perlu kamu ketahui. Tak hanya berlari, namun ada aturan tertentu yang harus dipatuhi.

(ANH)