Konten dari Pengguna

Mengapa Otot Disebut Alat Gerak Aktif? Ini Faktanya

Info Sport

Info Sport

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Massa Otot. (Foto: Unsplash/ScottWebb)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Massa Otot. (Foto: Unsplash/ScottWebb)

Mengapa otot disebut alat gerak aktif? Jawabannya adalah karena kemampuannya dapat menggerakkan tulang rangka, alhasil dapat menghasilkan terjadinya pergerakan tubuh.

Kerja otot yang menempel pada tulang, menghasilkan kontraksi yang dapat menarik rangka dan relaksasi sehingga mampu menyebabkan suatu gerak. Karena hal itu, otot memiliki peran penting sebagai alat sistem gerak.

Mengutip Saktiyono dalam bukunya yang berjudul IPA Biologi SMP/MTs Jilid 2, sistem kerja gerak otot yang utama adalah kontraksi dari mulai mengecil dan menebal serta relaksasi dengan kembali ke bentuk semula.

Dikarenakan hal tersebut, kunci hidup sehat untuk dapat bergerak aktif adalah tergantung kekuatan otot. Selain berperan sebagai alat gerak aktif, otot juga memiliki peran dalam gerak pasif. Berikut adalah penjelasan mengapa otot disebut alat gerak aktif.

Mengapa Otot Disebut Alat Gerak Aktif?

Ilustrasi Otot Sebagai Alat Gerak Aktif. (Foto: Pexels/JonathanBorba)

Setelah mengetahui beberapa alasan mengapa otot rangka disebut alat gerak aktif, kali ini Info Sport akan membahas alasan alat gerak pasif dan jenis-jenis otot lainnya:

1. Jenis-jenis Otot Berdasarkan Cara Kerja

Berdasarkan cara kerjanya, jenis-jenis otot terbagi menjadi dua, yaitu otot antagonis dan otot sinergis. Berikut penjelasannya:

  • Otot Sinergis: otot ini mempunyai gerakan khusus pada gerakannya, karena hanya dapat digerakkan satu arah saja. Ketika otot sinergis bergerak, maka otot akan melakukan kontraksi sekaligus melakukan relaksasi.

  • Otot Antagonis: otot ini berperan penting dalam terjadinya gerak otot yang berlawanan. Salah satunya adalah gerakan menekuk lengan atau kaki. Oleh karena itu, kedua otot antara bisep dan trisep termasuk ke dalam otot antagonis.

2. Jenis-Jenis Otot Gerak Aktif

Otot dalam tubuh manusia memiliki fungsi berdasarkan bentuk, susunan dan cara kerja sebagai alat gerak aktif. Masing-masing memiliki sifat dan sel-sel yang berbeda, yaitu otot jantung, otot lurik dan otot polos.

Berikut adalah karakteristik ketiga jenis-jenis otot tersebut, yaitu:

  • Otot Jantung

Otot jantung adalah otot khusus yang memiliki struktur seperti otot lurik yang memiliki banyak inti sel sehingga membentuk sebuah jantung. Otot ini memiliki relaksasi denyut jantung yang berfungsi sebagai pemompa darah untuk mengalirkannya ke seluruh tubuh.

Cara kerja otot ini tidak dipengaruhi oleh otak, melainkan saraf otonom sehingga manusia melalui sel otaknya tidak dapat memerintahkan otot dapat bergerak atau berhenti. Otot ini akan terus bekerja selama masih hidup, bahkan jika sedang tertidur.

  • Otot Lurik

Ilustrasi Jenis-jenis Otot. (Foto: Pixabay/Lukaszdylka)

Otot lurik merupakan otot yang melekat pada rangka atau tulang, yang terdapat ujung otot yang disebut urat tendon. Otot ini bersifat sangat keras karena membentuk jaringan ikat otot yang cukup kuat.

Tendon yang menempel pada rangka atau tulang terdiri dari 2 jenis, yaitu origo dan insersi. Origo adalah ujung urat yang melekat pada rangka tetapi tidak bisa digerakkan, sedangkan insersi adalah sebaliknya, melekat pada tulang namun bisa digerakkan.

  • Otot Polos

Otot yang membentuk organ dalam tubuh seperti otot jantung, otot polos tidak dapat diperintahkan oleh otak manusia, melainkan bekerja secara otomatis. dinding rahim (uterus), saluran pencernaan dan saluran kelamin adalah contoh dari otot polos.

Mengapa otot disebut alat gerak aktif adalah karena mampu menggerakkan rangka dan tulang dalam tubuh manusia. Otot juga terdiri dari jenis, bentuk, sifat dan fungsinya.

(FS)