Tujuan Formasi dalam Sepak Bola, Ternyata Ini Aturannya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tujuan formasi dalam sepak bola digunakan untuk mencapai kemenangan dalam pertandingan permainan sepak bola, kemudian tidak hanya ditentukan oleh kualitas penguasaan gerak individu setiap pemain.
Pada pertandingan sepak bola, sebuah tim dikatakan menang apabila mencetak gol terbanyak ke gawang lawan. Oleh karenanya, dibutuhkan strategi atau formasi untuk mendapatkan tujuan tersebut.
Dalam sebuah permainan sepak bola, khususnya saat bertanding, selalu ada strategi permainan sepak bola yang dirancang, baik perorangan maupun tim.
Penyusunan formasi pemain dalam sepak bola merupakan salah satu cara menentukan strategi atau taktik dalam permainan sepak bola. Berikut ini penjelasan mengenai tujuan formasi dalam sepak bola adalah.
Tujuan Formasi dalam Sepak Bola
Tujuan pengaturan formasi dalam permainan sepak bola adalah penempatan posisi pemain berdasarkan tugas yang diemban oleh pemain tersebut. Tujuannya satu, untuk mendapatkan kemenangan dalam sebuah pertandingan.
Secara umum tugas pemain digolongkan menjadi empat macam, yakni penjaga gawang (kiper), pemain belakang (bek), pemain tengah (gelandang), dan pemain depan (striker).
Secara umum, formasi yang digunakan bersifat permanen atau tetap, tetapi tak menutup kemungkinan terdapat perubahan tergantung situasi dan kondisi di lapangan.
Jenis-jenis Formasi dalam Sepak Bola
Taktik atau strategi secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua, yakni taktik bertahan dan taktik menyerang.
Sebuah tim yang menetapkan taktik bertahan akan menetapkan pemain belakang lebih banyak dibanding dengan pemain depan. Berikut adalah jenis-jenis formasi dalam sepak bola:
1. Formasi 4-2-4
Berdasarkan dengan formasi WM yang lahir di Inggris dan kemudian berkembang luas.
Sistem atau formasi 4-2-4 mendapat penghormatan dari negara Brasil karena tim nasionalnya berhasil menjadi juara dunia yang menerapkan sistem ini pada tahun 1958.
Sistem atau formasi 4-2-4 kemudian berkembang lebih populer daripada sistem WM. Berikut adalah penomoran pemain berdasarkan 4-2-4:
Kiper
Belakang kanan
Belakang kiri
Poros halang
Poros halang
Gelandang kanan
Gelandang tengah
Gelandang kiri
Kanan luar
Striker (penyerang tengah)
Kiri luar
2. Formasi 4-4-2
Sistem atau formasi ini secara otomatis membuat barisan pertahanan lebih baik dan suatu peningkatan keseimbangan di lapangan tengah. Sistem penomoran pemain berdasarkan formasi 4-4-2 adalah sebagai berikut:
Penjaga gawang
Belakang kanan
Belakang kiri
Poros halang
Poros halang
Gelandang kanan
Gelandang tengah
Gelandang tengah
Gelandang kiri
Kanan luar
Kiri luar
3. Formasi 1-3-3-3
Sistem ini dapat dibandingkan dengan sistem 4-3-3. Perbedaannya terletak pada formasi barisan pertahanan. Seorang “center back” tidak berdampingan, melainkan tiap-tiap muka-belakang.
Pemain yang paling belakang pada prinsipnya tidak menjaga seorang lawan pun, tetapi membantu semua teman-temannya dan melindungi daerah berbahaya. Penomoran pemain pada formasi 1-3-3-3 adalah sebagai berikut:
Penjaga gawang
Libero
Belakang kanan
Belakang tengah
Belakang kiri
Gelandang kanan
Gelandang tengah
Gelandang kiri
Kanan luar
Striker (penyerang tengah)
Kiri luar
Nah, demikianlah informasi mengenai tujuan formasi dalam sepak bola. Semoga bermanfaat.
(ANS)
