Konten dari Pengguna

Hewan Curut: Perbedaan dengan Tikus dan Pola Makan Curut

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Biologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Curut. Foto: commons.wikimedia.org
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Curut. Foto: commons.wikimedia.org

Curut sering kali disamakan dengan tikus karena bentuk tubuhnya yang mirip. Namun, hewan ini sebenarnya memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dari tikus. Artikel ini akan membahas lebih detail tentang karakteristik, perbedaan curut dan tikus, pola makan, serta peran curut dalam penelitian di Indonesia.

Pengertian dan Karakteristik Hewan Curut

Curut adalah mamalia kecil yang dikenal juga dengan nama celurut atau shrew. Tubuh curut cenderung ramping, dengan moncong yang panjang dan bulu halus berwarna abu-abu kecokelatan. Menurut jurnal berjudul Revalensi Protozoa Darah Pada Celurut Rumah (Suncus murinus) Di Kota Surabaya karya Febriano Naufal Rizqullah, curut merupakan salah satu family soricidae yang dapat ditemukan di seluruh pemukiman padat penduduk di berbagai penjuru dunia.

Apa Bedanya Tikus dan Curut?

Meski bentuk tubuhnya sekilas mirip, curut dan tikus memiliki perbedaan yang cukup jelas. Bagian ini akan mengulas perbedaan fisik, habitat, dan peran keduanya di lingkungan.

Perbedaan Fisik Curut dan Tikus

Curut berukuran lebih kecil dibandingkan tikus, dengan moncong runcing dan telinga yang tidak terlalu menonjol. Sedangkan tikus cenderung memiliki kepala bulat dan telinga besar. Ciri khas lain adalah bau khas curut yang menyengat.

Habitat dan Penyebaran

Curut umumnya hidup di area lembap seperti kebun, sawah, atau sekitar rumah. Tikus lebih suka tempat yang memiliki banyak makanan seperti dapur atau gudang. Persebaran curut mencakup wilayah Asia, termasuk Indonesia.

Curut Makan Apa?

Pola makan curut berbeda dengan tikus yang cenderung omnivora. Curut lebih memilih makanan dari hewan kecil.

Jenis Makanan Curut

Makanan utama curut adalah serangga, cacing, dan hewan kecil lain seperti laba-laba. Berdasarkan penelitian di Surabaya, curut sangat aktif berburu mangsa hidup sebagai sumber energi.

Cara Curut Mencari Makan

Curut berburu dengan mengandalkan penciuman tajam. Mereka aktif terutama pada malam hari, bergerak cepat mencari makanan di tanah atau sela-sela bebatuan.

Relevansi Curut dalam Penelitian di Indonesia

Curut kerap dijadikan objek penelitian karena perannya dalam ekosistem dan kemampuannya membawa organisme tertentu. Penelitian tentang curut membantu masyarakat memahami dampak hewan ini terhadap kesehatan lingkungan dan potensi risiko yang mungkin ditimbulkan.

Kesimpulan

Hewan curut memiliki ciri fisik, pola makan, serta peran ekologi yang berbeda dengan tikus. Kehadirannya di lingkungan rumah sebenarnya membawa manfaat dalam mengendalikan populasi serangga. Penelitian tentang curut di Indonesia memberikan pemahaman baru tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko kesehatan.

Reviewed by Salamah Harahap

Baca juga: Fauna Indonesia: Keanekaragaman dan Persebarannya