Kumparan Logo
Konten Media Partner

Perjalanan Aisyah Melawan Hidrosefalus dari Usia 2 Bulan

InfoPBUNverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aisyah saat ini berusia 2,5 Tahun, diurus oleh sang Ayah dan Bibi. Foto Pia
zoom-in-whitePerbesar
Aisyah saat ini berusia 2,5 Tahun, diurus oleh sang Ayah dan Bibi. Foto Pia

Orang tua mana yang tega melihat anaknya sakit, Muhammad Nur harus menguatkan hatinya ketika anak bungsunya Aisyah menangis, sejak umur 2 bulan Aisyah mengidap penyakit Hidrosefalus, padahal waktu USG terlihat normal. Saat tim InfoPBUN dan teman-teman dari Relawan PMI Kobar, mengunjungi rumah Aisyah di Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, Selasa (9/6). Ia sedang tertidur bersama bibi yang merawat Aisyah.

"Waktu USG normal, pas Aisyah memasuki usia 2 bulan, baru tahu kalo ternyata mengidap Hidrosefalus, ujian bagi saya dan keluarga," ujar Nur.

Berbekal BPJS Nur mencoba ikhtiar dengan membawa Aisyah berobat ke Rumah Sakit di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

"Usia 5 bulan kami mencoba mengobati Aisyah dengan cara operasi, kami bawa ke Palangka Raya, di sana Aisyah sempat 2 kali menjalani operasi," lanjutnya.

Masih ingin berusaha Nur membawa Aisyah lagi untuk operasi di salah satu rumah sakit di Semarang, dibantu komunitas Lentera Nur membawa Aisyah ke Semarang.

"BPJS menanggung biaya pengobatan Aisyah, tapi makan, minum dan lain-lain itu yang menjadi kendala saya sebagai orang tua, kami tidak bisa memaksa keadaan," jelas Nur.

Hingga kini Aisyah berusia 2,5 tahun, ujian Nur adalah kehilangan istri tercinta, baru 2 minggu yang lalu Ibu sekaligus istri meninggalkan Nur dan anak-anaknya untuk selamanya. Ya, istri Nur meninggal karena mengalami komplikasi penyakit yang diderita sang istri.

Sejak bayi, aisyah belum pernah makan. Karena setiap dicoba diberi makan, selalu ia muntahkan. Dan selama ini asupannya memang hanya mengandalkan pada susu formula. Beberapa terakhir ini juga di tubuhnya terdapat gatal gatal seperti korengan di kaki, tangan, kepala, leher dan punggung.

Luka seperti koreng inilah yang sedang diusahakan sang Ayah untuk segera diobati. Foto Pia

Nur yang bekerja serabutan kini harus mengurus Aisyah dan anak sulungnya yang baru kelas 3 SD. Nur sudah tidak ingin melihat Aisyah sakit, saat ini Nur ingin fokus mengobati luka yang menyebabkan gatal di badan Aisyah.

"Saya ikhlas kalo Aisyah tumbur besar sebagai anak Hidrosefalus yang penting sehat, badannya juga tidak gatal-gatal seperti ini lagi, Aisyah anaknya kuat, jarang menangis anaknya, sepertinya ia paham" ucap Nur sedih.

Tim TSR PMI Kobar membersihkan luka koreng Aisyah. Foto. Doc. PMI Kobar.

Padahal hari ini rencananya Aisyah akan dibawa ke Rumah Sakit, namun terkendala gangguan sistem pada BPJS akhirnya tidak jadi, relawan PMI dengan sigap melakukan pembersihan pada luka koreng Aisyah. Nur meminta doa kepada kami agar diberi kekuatan dalam menjaga Aisyah karena posisi Nur tak hanya sebagai Ayah juga sebagai Ibu yang akan terus mengurus Aisyah hinga dewasa kelak.

"Saya tidak ingin mengeluh, saya percaya di luar sana banyak orang-orang baik yang membantu saya hingga saat ini, saya berharap Aisyah mampu tumbuh besar tanpa ada rasa malu karena terlihat berbeda dengan anak-anak lainnya," harap Nur dengan mata berkaca-kaca.

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!