kumparan
12 Oktober 2019 14:49

Serunya Anak-anak Mengikuti Lomba Mewarnai Topeng Bukung

Anak-anak berkreasi mewarnai topeng bukung. (Foto: Dispar Lamamdau)
InfoPBUN, LAMANDAU - Festival Babukung 2019, di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah telah memasuki hari kedua, setelah sukses dengan Karnaval Babukung dan sejumlah kegiatan lainnya, Sabtu (12/10), digelar lomba mewarnai topeng bukung yang diikuti oleh puluhan murid Taman Kanak - Kanak, di Bundaran Rusa, Nanga Bulik.
ADVERTISEMENT
Puluhan murid dari sejumlah kecamatan tersebut, begitu asyiknya menorehkan kuas di atas kanvas yang sudah terdapat gambar berbagai karakter topeng - topeng atau dalam bahasa Dayak Tomun di sebut Luha. Luha dengan berbagai karakter itu bebas di warnai sesuai dengan kreatifitas peserta.
Ada Luha dengan karakter Bamba (Kupu - kupu), Luha Tingang (Burung endemik Kalimantan), Luha Pangua (Primata), dan Luha Balanda (orang Belanda).
Kanvas yang semula hanya nampak gambar topeng tanpa warna, ditangan anak - anak TK berubah menjadi sebuah karya topeng yang menarik, goresan kuas yang rapi dan warna yang sesuai dengan karakter binatang tersebut menjadi bagian dari penilaian juri.
Selain itu juga kebersihan gambar, dan tidak merembesnya warna keluar dari garis gambar, menjadi bagian detail yang harus dipertimbangkan dewan juri saat memberikan penilaian.
ADVERTISEMENT
Menurut salah satu Dewan Juri, dari Dinas Pariwisata Lamandau, Heliyana dalam lomba mewarnai topeng bukung, ada sebanyak 81 murid Taman Kanak Kanak dari 28 sekolah yang berpartisipasi, puluhan sekolah tersebut berasal dari Kecamatan Bulik, Menthobi Raya, Sematu Jaya, Kudangan, Bulik Timur dan Kecamatan Lamandau.
"Sebanyak 81 peserta tersebut dari 28 sekolah di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lamandau," terangnya.
Sementara itu, Bunda Paud Kabupaten Lamandau Hj Rusdianti Hendra Lesmana yang membuka secara langsung lomba mewarnai topeng bukung menyampaikan apresiasinya dan rasa bangga atas kegiatan yang melibatkan anak - anak dalam gelaran Festival Babukung 2019.
Pelibatan anak - anak sejak dini dalam lomba mewarnai topeng bukung juga sebagai wahana untuk mengenalkan budaya setempat, dalam upaya untuk menanamkan rasa memiliki terhadap budaya daerah, dan ikut melestarikan budaya tersebut.
Untuk itu, setelah gelaran Festival Babukung 2019, ia meminta agar kegiatan yang melibatkan anak - anak dalam kegiatan budaya agar lebih ditingkatkan kembali, hal ini penting untuk melatih kemampuan dan keterampilan anak.
ADVERTISEMENT
"Kepada pantia tahun mendatang dalam kegiatan serupa kita minta lebih banyak kegiatan yang melibatkan anak - anak dan tambah kegiatan sejenis yang mendukung kemeriahan Festival Babukung 2019," pungkasnya. (Rico)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan