Entertainment
·
31 Desember 2020 9:43

Rilisan Ulang Vinyl Terbaik Tahun 2020

Konten ini diproduksi oleh Informasi
Rilisan Ulang Vinyl Terbaik Tahun 2020 (829462)
searchPerbesar
Ilustrasi piringan hitam. Foto: tiburi from Pixabay
Tahun 2020 merupakan momen yang bisa dibilang berpihak pada industri musik dan piringan hitam. Banyak rekaman yang terjual tahun ini adalah rilisan baru dari bintang pop terkenal seperti Harry Styles dan Billie Eilish.
ADVERTISEMENT
Kebangkitan ini tentunya telah memungkinkan label besar untuk menggali arsip mereka kembali dan merilis ulang. Paste Magazine merangkum beberapa rilisan ulang vinyl yang telah membuka pasar beberapa aliran musik seperti klasik soul/funk, deep African, bahkan post-punk Jepang yang sangat langka.

African Head Charge: Drumming Is A Language: 1990-2011 (On-U Second)

Adrian Sherwood, seorang produser musik dub, dan banyak artis lainnya, membuat ciri khas musik di mana menekankan satu nada bass yang berat. Sound, label yang Sherwood bantu jalankan selama ini, menjaga visi itu tetap hidup.
Bagi siapa pun yang ingin mencoba mendengarkan African Head Charge akan mendapat poster yang keren dan mendengar sensasi musik yang ceria produksi Sherwood. Penekanannya adalah pada ritme, dengan bassline ropey yang disediakan oleh pemain legendaris seperti Wayne Nunes, Doug Wimbish (Living Color), Ras Levi, dan sekelompok perkusi.
ADVERTISEMENT

PJ Harvey: Dry/Dry Demos (Island/UMe)

Berita bahwa Island Records akan menerbitkan kembali diskografi PJ Harvey dalam bentuk vinyl merupakan angin segar bagi penggemar musik ringan untuk menemani tahun yang suram ini. Dry and Dry Demos adalah rekaman rumahan 28 tahun yang lalu. Meskipun begitu, musiknya masih memiliki kekuatan mengejutkan dan menggetarkan.
Harvey berpegang teguh dengan petikan berombak senada bersamaan ritme drum oleh Rob Ellis dan Steve Vaughn. Dibuat ulang dengan hati-hati oleh co-producer Head, Dry adalah kesempurnaan bagi pecinta post-punk yang menggugah selera.

Ayalew Mesfin: The Complete Works (Now-Again)

Ayalew Mesfin mungkin enggak asing lagi bagi kamu yang tertarik dengan budaya bangsa Afrika atau musik Ethiopia. Mesfin memadukan nyanyian gaya Ethiopia dengan alur yang sengit, funky, dan mendayu.
ADVERTISEMENT
Instrumen dalam lagu, seperti gitar dan bass yang dipilih dengan susah payah, drum, dan bagian horn yang menggembirakan, semuanya ditempatkan dengan sempurna. Keseluruhan instrumen sekaligus menghidupkan vokal Mesfin yang penuh perasaan. Uniknya, meskipun peralatan rekaman yang digunakan berasal dari era 70-an, musiknya tetap terdengar lebih murni dan menyentuh hati.

OXZ: Along Ago: 1981-1989 (Captured Tracks)

Butuh waktu yang lama bagi trio post-punk Osaka OXZ untuk mencuri perhatian internasional yang memang layak mereka dapatkan. Beberapa di antaranya berkaitan dengan bagaimana grup beranggotakan perempuan ini terpinggirkan dalam kancah rock Jepang semata-mata atas dasar gender kolektif mereka.
Faktanya, suara ketiganya adalah kristalisasi sempurna dari estetika gelombang baru dan gelombang gelap, tetapi dengan tambahan warna dan semangat yang enggak dimiliki oleh musisi lain yang sezaman. Bonus tambahan untuk kompilasi fantastis ini adalah buklet yang dirancang dengan baik. Buklet menjelaskan sejarah OXZ melalui wawancara dengan mantan anggota grup bersama dengan banyak foto dan ephemera.
ADVERTISEMENT

Pylon: Box (New West)

Album ini merupakan rangkaian multi-disk yang menyoroti empat tahun pertama kuartet post-punk, Athena Pylon, dengan rentang antara tahun 1979 hingga 1983. Tak hanya itu, Box menampilkan versi remaster dari album-album Gyrate dan Chomp bersama dengan koleksi single dan pertunjukkan langsung, serta rekaman pertama yang langka. Lagu-lagu dalam album terdengar spektakuler bersama pukulan dan sentakan dari rekaman studio. Bahkan, beberapa lagu dari pertunjukkan langsung terdengar sangat murni, liar, dan nyata.