Konten dari Pengguna

10 Kata-Kata Loro Ati Bahasa Jawa dan Artinya

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kata-kata loro ati bahasa Jawa, Unsplash/Tom Pumford.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kata-kata loro ati bahasa Jawa, Unsplash/Tom Pumford.

Kata-kata loro ati bahasa Jawa banyak digunakan untuk mengungkapkan perasaan kecewa yang biasanya berkaitan dengan persoalan cinta atau hubungan pertemanan.

Belakangan ini, bahasa Jawa mulai berbaur dengan anak muda melalui berbagai quote sakit hati atau galau.

Arti frasa loro ati adalah sakit hati, loro atau lara artinya sakit, dan ati artinya hati.

Mengutip dari buku Berpikir Positif Orang Jawa, Prof. Dr. Suwardi Endraswara (2016), orang Jawa memiliki karakter yang positif dan mengungkapkan sesuatu secara estetis (halus), begitupun saat disakiti.

Di sisi lain, bahasa Jawa merupakan bahasa daerah yang memiliki penutur paling banyak di Indonesia.

Jadi, bukan hal yang aneh bila kini banyak orang luar suku Jawa banyak mencari referensi kata-kata bahasa Jawa untuk menggambarkan suasana hatinya, menulis lagu, atau bahan obrolan dengan teman.

Kata-Kata Loro Ati Bahasa Jawa

Ilustrasi kata-kata loro ati bahasa Jawa. Pexels/Engin Akyurt.

Kata-kata sakit hati dalam bahasa Jawa merupakan salah satu cara mengungkapkan rasa kecewa yang berlebih di hati atas perlakuan seseorang yang disayangi. Berikut adalah kumpulan kata-kata loro ati bahasa Jawa:

  1. “Nelongso rasane, sing tak tresno ono sing nduwe.” (Sedih rasanya, yang aku sukai sudah ada yang punya).

  2. “Aku sing loro ati, ngopo wong liyo sing mbok obati?” (Aku yang sakit hati, kenapa orang lain yang kamu obati?).

  3. “Pangarepan iku sumbere lara ati.” (Keinginan adalah akar dari semua sakit hati).

  4. “Ora ana sing luwih nggawe lara ati ketimbang ndelok kancamu alon-alon nggantike kowe karo sing liyane.” (Tidak ada yang lebih sakit daripada melihat temanmu perlahan-lahan menggantikan dirimu dengan teman yang lain).

  5. “Dadi pelari nek menang iso oleh medali emas, nek mung dadi pelarian? Entuke mangan ati tok.” (Menjadi seorang pelari jika menang bisa dapat emas, kalau cuma pelarian? Cuma dapat makan hati saja).

  6. “Aku wes ra kuat. Tresno seng tak bangon kawet karo kowe, mbok ambrokne ngono wae.” (Aku sudah tidak kuat. Cinta yang aku bangun dari 0 bersama mu, kamu robohkan begitu saja).

  7. “Sak umpamane kowe iso ngrasakke piye rasane dadi awakku? Pasti kowe ora bakal ngerti opo rasane, sakit lan kecewa.” (Misalkan kamu bisa merasakan bagaimana rasanya jadi diriku? Pasti kamu nggak bakal ngerti apa rasanya, sakit dan kecewa).

  8. “Omonganmu koyo telo, empuk ning nyereti.” (Perkataanmu seperti ketela, halus tapi bikin nyesek).

  9. “Aku trimo mundur timbang loro ati, wong tak oyak kono wis lali." (Aku lebih baik mundur daripada sakit hati, dia yang aku kejar pun sudah lupa).

  10. “Prosoku, ana siji wae sing bisa mbok tindakake kanthi apik, yaiku ngremukke ati.” (Perasaanku, hanya satu hal yang bisa kamu lakukan dengan baik, yaitu menghancurkan hati).

Itulah kumpulan kata-kata loro ati bahasa Jawa yang mewakili perasaan kecewa dan sakit hati atas perlakuan orang yang dikasihi. (LAIL)

Baca juga: 5 Pantun Bahasa Jawa 4 Baris tentang Nasihat dan Artinya