10 Kata-Kata Melamar Wanita Bahasa Jawa dan Terjemahannya

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi orang Jawa, perihal melamar wanita merupakan persoalan yang cukup krusial dan membutuhkan sejumlah persiapan matang, khususnya dalam merangkai kata-kata. Tidak sedikit yang merasa kesulitan merangkai kata-kata melamar wanita bahasa Jawa.
Setiap kata yang diucapkan mencerminkan kepribadian sekaligus penentu apakah lamaran tersebut akan diterima atau tidak. Oleh sebab itu, lamaran harus dilakukan dengan sejumlah persiapan matang, termasuk merangkai kata-kata yang hendak diucapkan.
Kata-Kata Melamar Wanita Bahasa Jawa
Mengutip dari buku Pitutur Luhur Budaya Jawa oleh Prof. Gunawan Sumodiningrat dan Ari Wulandari , S.S., M.A. (2014), pentingnya mempelajari kata-kata melamar wanita bahasa Jawa yakni orang Jawa sangat memegang pitutur luhur “Didodog Lawange, Dikinang Jambe Surube”.
Makna dari pitutur luhur ini menjelaskan tentang seorang gadis yang dilamar oleh seseorang biasanya tidak boleh dilamar oleh orang lain. Tentu saja ini juga menjadi alasan setiap orang tua sangat berhati-hati menyerahkan anak gadisnya dalam proses lamaran.
Adapun kata-kata melamar wanita bahasa Jawa adalah sebagai berikut:
“Menawi Gusti Allah Swt. ngidenaken, kula kersa dadosaken putri panjhenangan dados garwa kula.”(Jika Allah SWT mengizinkan, saya ingin menjadikan putri Anda sebagai istri saya).
“Wonten dinten menika, kula kersa nyampeaken ketulusan manah kulo penggalih kulo kagem nglamar putri panjhenengan.” (Pada hari ini, saya ingin menyampaikan ketulusan hati saya untuk melamar putri Anda).
“Kula ngersakaken putri panjhenengan dados garwa ugi ibu saking putra-putra kula mbenjang. Bersediakah panjhenengan nampi lamaran kula?” (Saya menginginkan putri Anda. Bersediakah Bapak dan Ibu menerima lamaran saya?).
“Izinkan kula nglamar putri bapak. Insyaallah kula saget nampi.” (Izinkan saya melamar putri Bapak. Pasti saya bisa menerima).
“Ing dinten menika kula kersa nuwun putri panjhenengan supados dados garwa kula.” (Hari ini saya meminang putri Anda untuk menjadi istri saya).
“Ing dinten menika kula nyuwon putri panjhenengan dados garwa kula. Kula suwon panjhenengan saget ngrestui niat sae kula.” (Di hari ini saya meminta putri Anda untuk menjadi istri saya. Saya minta Anda dapat merestui niat baik saya).
“Niat kula ingkang sepindah silaturahmi, kaping kalihipun kula dateng mriki amargi kula kersa lamar putrinipun panjhenengan.” (Niat saya datang untuk silaturahmi, yang kedua saya datang kesini karena saya ingin melamar putri Anda).
“Kula mbeto cincin menika dados tanda menawi kula iki estunipun serius kalih putrinipun panjhenengan. Kula kersa panjhenengan saget nampi lamaran kula.” (Saya membawa cincin ini sebagai tanda serius saya kepada putri Anda. Semoga Anda berkenan menerima pinangan saya ini).
“Menawi panjhenengan nampi lamaran kula, Insyaallah kula saget dados imam engkang sahe ugi dados panutan dumateng putri panjhenengan.” (Apabila Anda menerima lamaran saya, Insyaallah saya mampu menjadi imam yang baik juga menjadi panutan bagi putri Anda).
“Sak derengipun kula nyuon agungge pangapunten. Kula dateng mriki meniko mboten mbeto mawerno werno gegawan. Namung mbeto ikhlas pengalih kalian cincin meniko kagem putrinipun panjenengan. Kula suwon panjenengan saget nampi lamaran kula.” (Sebelumnya saya meminta maaf sebesar-besarnya. Saya datang kesini tidak membawa berbagai macam bawaan. Namun, hanya membawa ikhlasnya hati dan cincin ini untuk putri Anda. Saya minta Anda bisa menerima lamaran saya).
Itulah kumpulan kata-kata melamar wanita bahasa Jawa beserta terjemahannya untuk meluluhkan calon mertua. (LAIL)
Baca juga: 20 Kata-kata Putus Cinta Bahasa Jawa yang Penuh Kesedihan serta Terjemahannya
