10 Kata-Kata Peribahasa beserta Artinya yang Jarang Didengar dan Bermakna Dalam

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata-kata peribahasa menunjukkan kekayaan bahasa Indonesia. Peribahasa jarang terdengar dalam percakapan sehari-hari, padahal diajarkan terus di sekolah.
Sebenarnya, peribahasa sering digunakan dalam penutupan pidato atau ceramah. Namun pembicara selalu menyertakan artinya karena khawatir hadirin tidak paham. Memang sebaiknya peribahasa terus disebarkan.
10 Kata-Kata Peribahasa beserta Artinya
Dalam bahasa Indonesia jumlah peribahasa itu sangat banyak. Beruntungnya, banyak yang melakukan kompilasi peribahasa yang berserak tersebut.
Salah satu buku yang mengumpulkan kata-kata peribahasa adalah Super Lengkap Peribahasa Indonesia Plus Puisi dan Pantun, Ajen Dianawati (2014). Berikut ini adalah 10 peribahasa yang ada di buku tersebut.
Adat muda menanggung rindu, adat tua menahan ragam. Artinya: Dalam memecahkan masalah, orang muda harus lebih bersabar, yang sudah tua harus bisa memberi teladan.
Bagai memakai baju dipinjam. Artinya: Terlihat canggung dalam bertindak karena bertingkat laku yang dibuat-buat.
Bagai menakik darah mati. Artinya: Sudah bekerja keras tapi sedikit sekali hasilnya.
Bagai pahat tidak dipukul tidak makan. Artinya: Orang yang tidak memiliki inisiatif atau hanya mau bekerja setelah diperintah.
Bagai terapung di tengah laut, dipukul ombak jatuh ke tepi. Artinya: Suatu masalah yang bertubi-tubi dan berkepanjangan.
Baju indah dari balai, tiba di rumah menyarungkan. Artinya: Hukuman sudah diputuskan dan tidak dapat ditawar lagi.
Baik berjagung-jagung sementara pagi belum masak. Artinya: Sementara yang baru atau yang semestinya belum didapat, memakai apa yang ada dulu.
Baru dapat gading bertuah, terbuang tanduk kerbau mati. Artinya: Karena sudah mendapat yang baru, yang lamapun ditinggalkan.
Berapa berat mata memandang, berat juga bahu memikul. Artinya: Betapapun menderita orang melihat, sesungguhnya lebih berat penderitaan orang yang mengalaminya.
Berbuat jahat jangan sekali, terbawa cemar segala ahli. Artinya: jangan sekali-kali berbuat jahat karena nama baik keluarga akan ikut tercemar.
Baca juga: 5 Pepatah Minang Penuh Makna yang Bisa Jadi Motivasi Hidup
Demikianlah 10 kata-kata peribahasa dalam bahasa Indonesia beserta artinya yang jarang didengar dan bermakna dalam. Mengeksplorasi peribahasa selain "besar pasak daripada tiang" itu memang mengasyikkan. (lus)
