Konten dari Pengguna

10 Puisi Cinta Islami untuk Tentramkan Hati

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi Cinta Islami untuk Tentramkan Hati, foto:pixabay.com/muslim
zoom-in-whitePerbesar
Puisi Cinta Islami untuk Tentramkan Hati, foto:pixabay.com/muslim

Setiap kata yang tersusun rapi akan menghasilkan makna yang indah. Seperti puisi cinta Islami untuk tentramkan hati ini. Ungkapan cinta bukan tentang dua insan saja. Tetapi banyak hal yang bisa menjadi media untuk merealisasikannya.

Dalam Islam, cinta kepada manusia juga merupakan perwujudan dari cinta kepada Allah. Jika seseorang mencintai Allah, ia juga akan mencintai manusia lainnya. Hal inilah yang mendorong manusia untuk berbuat baik kepada sesamanya. Alquran menyebutkan bahwa Allah menciptakan manusia agar saling mengenal dan mengasihi.

10 Puisi Cinta Islami untuk Tentramkan Hati

Dikutip dari buku Sajak Menapak Mimpi Kepagian, Eko Purnomo, (2020:13), berikut ini adalah beberapa puisi cinta yang Islami, untuk menentramkan hati yang gundah gulana.

TEMPAT YANG HANYA MILIK-MU

Oleh Irfa Erfianah

Bukan kepalsuan yang ku mau

Bukan kesemuan yang ku butuhkan

Hanya sebuah tempat

Yang bisa terima hinanya aku

Ku temukan itu di Sisi-Mu

Terlihat dalam Agung agama-Mu

Tempat terindah yang hanya Milik-Mu

Tempat terindah yang hanya di Sisi-Mu

Tempat yang bisa terima kotornya aku

Yang beri bahagia dalam ketenangan

Sungguh kepalsuan tiada padanya

Kesemuan pun mustahil ada padanya

"Wahai Dzat penggenggam jiwa.

Jiwa-jiwa hidup dan jiwa-jiwa mati

Merindu-Mu dalam lembar penghambaan

Berharap diterima di tempat yang hanya Milik-Mu

Puisi cinta:

Aku…

Aku adalah puing yang berserak

Tercerai-berai dari bingkai dunia

Lantang suaraku namun tak terdengar

Menggebu semangatku namun tak tersampai

Aku…

Aku berdiri dimana aku berpijak

Di atas nasib yang membawaku berkelana

Di atas takdir yang tak bisa aku rubah

Takdir Kertas Putih

Di secarik kertas putih

Yang bersih tak bernoda

Ku coba gore suara hati

Dengan tinta ikhlas dan tulus hati

Ada kegalauan hati yang membuncah di sana

Tertunduk merenung dalam senyap

Kesunyian merengkuh dalam jiwa kosong

Wahai kertas putih

Rangkailah kata demi kataku

Susunlah bait demi baitku

Beritahu pada seisi dunia

Bahwa takdir-Mu bukan takdirku

Do’a rumput Kering

Rumput mongering di padang tandus

Jiwa lemah tersapu sepoi angina

Parau suara lantunka do’a

Memohon hujan sudi kiranya dating

Akar menguat mencengkram tanah

Seakan enggan kau tak akan goyah

Ingin segera bereinkarnasi

Menjadi rumput hijau ditanah basah

Adzan Magrib

Petang menjelang

Waktu pun meniti menuju malam

Gema adzan magrib berkumandang

Lafalkan asma-Mu ALLAHU AKBAR!

Merdu syairnya memanggil segenap insan

Untuk segera tunaikan kewajiban

Bersimpuh khidmat, bersujud ikhlas

Bahwa tiada Tuhan selain Allah yang maha besar

Cintai Aku dengan Bismillah

Tuhan memberikan cinta

Bagi setiap hambanya

Bila cinta itu dating

Itu adalah anugrah dari-Nya

Cinta itu adalah sebuah perasaan

Dia hadir lubuk hati

Tanpa kemunafikan

Tanpa kepalsuan

Cintai aku dengan bismillah

Dengan ketulusan hati

Dengan keikhlasan jiwa sejati

Dengan ridha sang ilahi robbi

Do’a Malam Sunyi

Aku hanyalah manusia biasa

Yang tertatih mengejar arti hidup

Terpuruk dalam iga-iga jati diri

Yang tak pernah aku temukan lagi

Di malam yang sunyi ini

Kulantunkan kidung do’a

Berilah hati seberkas cahaya

Terangi jalanku menuju asa

Tangis Manusia Pendosa

Tertunduk lesu berat disesal

Kenapa dulu aku begitu bengal

Tuntunan-Mu tak aku patuhi

Ajaran-Mu tak aku hiraukan

Aku menjerit kesusahan

Tapi suraku tak dihiraukan

Aku tak mampu meminta perlindungan

Aku tak mampu lari dari kenyataan

Lunglai terbakar badanku

Tangisku menyanyap sedih

Aku manusia pendosa

Yang lupa pada janji

Yang jauh dari tuntunan illahi

Ampunan-Mu

Ya Allah…

Kau ciptakan aku dengan begitu indahnya

Kau berikan aku dengan kesempurnaan akal

Kau berikan aku rasa akan rahmat dan hidayah-Mu

Ya Allah…

Aku memohon di ampunan-Mu

Akan segala hilap dan dosaku

Hatiku bergetar bila mendengar azab-Mu

Ikhlas hamba-Mu memohon akan ampunan

Wahai

Wahai…

Sang penguasa alam

Jangan kau pasung sang rembulan

Karna aku butuh terang

Pekat dijalanku dan berliku

Kerikil tajam menusukku

Tanpa memberi tahu

Luluhkan jiwa semangatku

Wahai…

Sang penguasa mimpi

Tunjukan aku jalan pasti

Di jalan ridha illahi

Iman dan Takwaku hanya padamu Ya illahi robbi

Itulah contoh-contoh Puisi Cinta Islami untuk Tentramkan Hati. Semoga kita selalu ada dalam lindungan Allah SWT.(Ai/IJ)