10 Puisi tentang Pendidikan 5 Bait untuk Referensi

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
¡waktu baca 7 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Membuat puisi tentang pendidikan 5 bait menjadi salah satu tugas yang sering diberikan guru kepada muridnya di sekolah, terutama ketika mata pelajaran Bahasa Indonesia. Puisi menjadi salah satu materi yang sering muncul dalam ujian sekolah.
Berdasarkan buku Insprasi Menulis Puisi di Alam Bebas, Karlina, (2022:2), puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang mempunyai banyak makna yang terkandung di dalamnya. Puisi dari segi penulisan diartikan sebagai 2 karya sastra yang dipadatkan, dipersingkat, diberi irama serta bunyi dan dipadukan dengan kata-kata imajinatif.
Sehingga tampak jelas bahwa penggunaan kata-kata di dalam puisi bukan kata- kata dalam percakapan sehari-hari. Puisi dan lirik lagu merupakan hal yang saling berkaitan satu sama lain.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Contoh Puisi tentang Pendidikan 5 Bait
Inilah contoh puisi tentang pendidikan 5 bait yang dapat dijadikan sebagai referensi yang sebagian diambil dari buku berjudul Kumpus Temdik (Kumpulan Puisis Tema Pendidikan), P2K UMT PGSD AK.22, halaman 55 dan Pijar: Antologi Puisi Pendidikan, Benny D. Setianto, dkk., (2020:142).
1. Apa Kabar Pendidikan Indonesiaku
Karya: Muchammad Muhaeimin Alazis
Sampai kini saya tidak tahu
Apakah titel sarjana yang dibanggakan
Dapat menyambung hidupku, istriku, dan anak-anakku
Tujuh belas tahun uang yang dikeluarkan dari hasil
keringat orang tuaku
Kuhabiskan di dunia pendidikan
Tujuh belas tahun sudah kuhabiskan waktuku
Di sekolah dan kuliah
Namun, tidak memberiku kemampuan dan keterampilan
Aku hanya bisa mencontek dari temanku
Aku hanya bisa menjiplak karya orang lain
Aku hanya bisa mencuri ide-ide tidak mencipta
Apa kabar pendidikan Indonesiaku
Kini kau sudah berbenah
Agar anakku, cucuku bisa merasakan sekolah dan kuliah
Demi masa depan yang cerah
2. Mengejar Ilmu
Karya: Muchammad Muhaeimin Alazis
Bilamana mentari menyinari pagi
Kutelah melangkah memulai hari
Cahaya mentari terus menyemangati
Diiringi syahdunya shalawat terucap
Walau kerikil tajam kutemui
Walau embun pagi menusuk tulang ini
Walau hujan membasahi tubuh ini
Walau ransel memberatkan pundak ini
Namun tak menyerah tekad ini
Semakin cepat langkah kaki ini
Tuk menuju sekolah yang dinanti
Tempatku menuntut ilmu 'tuk diri ini
Walau kadang tak paham ilmu ini
Kutanyakan pada guru setiap hari
Walau tugas sekolah menumpuk tanpa henti
Tak kenal lelah, kukerjakan semua ini
Dengan do'a dan upaya kukejar ilmu ini
Dan tawakal pada sang Ilahi
Kujadikan tekad ini 'tuk mengejar ilmu
Demi masa depan yang kunanti.
3. Pahlawan Pendidikanku
Karya: Roberta Nurlita
Dahulu ku tak tahu menahu tentang arti dunia ini
Aku tak tahu apa itu garis ataupun kata
Dulu sangatlah hampa tak ada coretan di kertas
Aku tak tahu harus diisi apa si kertas itu
Dulu hanya ada bermain sampai sang surya mulai terbenam
Tapi kini dunia sudah diselimuti warna-warni
Tentunya warna yang begitu indahnya sampai mata ini terkesan saat melihatnya
Tentang si kertas yang penuh akan garis dan coretan
Tentang warna yang harus ku lukis di atas kertas
Juga tentang kata yang perlahan mulai ku baca
Terima kasih pada pahlawan kuucapkan
Untuk semua pahlawan pendidikan di Negri ini
Pendidikanlah yang membuatku mengenal anganku
Anganku di mana kata pahlawan itu harus kugapai sampai
ke langit
Kaulah pelita kehidupanku
Yang senantiasa menerangi diriku untuk menggapainya
Untuk menjalani hidupku menjadi lebih bermakna
Terimakasih sekali lagi kuucapkan atas pengabdianmu
Akan kubuktikan dengan menjadi penerusmu
Negri ini harus dipenuhi oleh orang-orang sepertimu
Supaya tak ada lagi anak bersedih tak bisa membaca
Supaya Negri int tak lagi menangis akan sepinya
penerusnya
Kelak kau akan bangga para pahlawanku
Atas jasa-jasamu menciptakan banyak pahlawan baru untuk
Negri ini
4. Aku dan Masa Depanku
Karya: Ulil Albab Af-Farizi
Ketika sang mentari menampakkan sinarnya
Diiringi kicauan burung yang menyapa
Detik demi detik yang berbunyi
Membangunkanku untuk menggapai cita
Buku-buku yang memandangku
Seolah tak rela menenggelamkanku dalam angan
Kutatap mentari dan berkata
Aku siap demi masa depanku
Semangat yang membara
Membangkitkan jiwa dan raga
Lonceng sekolah yang memanggil
Adalah awal mengumpulkan ilmu
Menuntut ilmu
lalah candu bagiku
Menambah kecerdasan
Dan menjadi jembatan
Akan cita-citaku
5. Gerbang Masa Depan
Karya: Andriana Deke Ate
Aku melangkah dan berlari dari hutan yang rimbun
Hela demi hela napas yang terhempas
Untuk menggapai asa
Yang tertimbun secara harapan muncul
Meskipun gelombang ombak dan batu karang kutempuh
Engkau datang
Belai tangan halusnya menyentuh penuh kasih
Suaranya lugas
Menyampaikan kata demi kata
Menuntunku
Menuju gerbang masa depan
Dengan segala pengetahuan yang engkau bagikan
Dan keterampilan yang kau tebar
Aku yang dulu belum mengerti apa-apa
Aku yang dulu bukan apa-apa
Saat ini aku mampu berdiri
Untuk menggapai cita-cita
6. Lelang Pendidikan
Karya: Ahmad Latiful Ansori
Pendidikan...
Kata yang didengungkan oleh banyak kalangan
Katanya
Pendidikan itu tak memandang latar belakang
Namun, apalah daya
Itu 'cuma' slogan
Entah zaman yang telah berevolusi
Atau sedari dulu tetap begini
Pendidikan adalah hak setiap warga
Namun, mana buktinya
Kami beli, kami juga yang menjual
Itu kata yang sering terlontar, dari orang yang katanya
berpendidikan
Kami beli mahal, maka kami juga mendapatkan yang mahal
Pantas saja jika negara ini tak mencapai kejayaan
Kelakuan orang-orang berpendidikan tak lagi bisa diharapkan
Pendidikan investasi masa depan
Namun, bukan berarti pendidikan sebagai alasan untuk meraup
pajak besar-besaran
Bukan pula sebagai alasan untuk meletakkan kaki di atas hidung
anak jalanan
Mau sampai kapan, pendidikan akan terus dilelang
Hingga rakyat kecil musnah dengan perlahan?
Atau hingga jas mengkilat tak lagi muat dikenakan?
Tak hanya tuan yang membutuhkan
Tapi, kami juga tak meminta
Karena kami tak sanggup jika harus bermain lelang
Dengan apa yang seharusnya kami dapatkan
7. Perjuangan Meraih Mimpi
Karya: Natasha Mayfina
Sejuta angan dan mimpi
Menari di kepalaku
Sejuta harapan
Bergema di dalam hatiku
Kemanakah semua ini kubawa?
Kehidupan yang maha keras
Menghadang impian dengan batu rintangan
Takkan kulepas genggaman mimpiku
Melupakan imajinasi sejenak
Berjerih payah mewujudkan mimpi
Setiap jerih payah pasti terbayar
Berikan banyak harapan
Semangat perjuangan berkobar
Demi mimpi di masa depan
Takkan ku berpaling darinya
Kan kuraih mimpi setinggi bintang
8. Pengabdian Tanpa Batas
Karya: Andriana Deke Ate
Bisakah kita bayangkan
Apa jadinya diri ini tanpa guru
Apa jadinya negeri ini tanpa guru
Dan bagaimana nasib generasi bangsa ini tanpa guru
Guru, orang yang mengajar tentang aksara
berbagai macam
Pengetahuan dan juga ilmu pondasi negeri yang
tak kenal balas jasa
Tidaklah mudah baginya
Di saat selalu ada tantangan dan juga ujian
pembangunan asa
Bagi setiap generasi bangsa sebab dunia tak
seindah dongeng dan cerita
Ikhlas, adalah pelajaran berharga di setiap langkah
kakinya
Tak peduli tentang apa saja
Dia selalu menjalankan tugasnya
Bukan sebagai pekerja namun sebagai orang tua bagi
anak didiknya
Dia menganggap itu dengan pengabdian yang tiada batas
9. Dikoyak Suara
Karya: Ika Rahutami
Di ujung sore yang sepi
Terbayang kerinyit kemarahan bercampur bau perjuangan
yang berkobar sekian puluh tahun yang lalu
"apakah kamu mendidik?"
"ya" (jawabku)
"mendidik semacam apa?"
"ya mendidik orang muda supaya pintar, supaya tidak
bertemu alisnya ketika berbicara teknologi, supaya kelak
jadi kaya"
"cukupkah?" desisnya lagi. Kamu lupa, pendidikan itu untuk
mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta
memperhalus perasaan"
Aku terdiam
Membiarkan suara suara di telinga terganti oleh detak
nadiku yang lebih cepat
Tergerus oleh arus yang lebih cepat,
terlupa kemewahan idealisme, kokoh kemauan, dan halus
perasaan
terlupa atau sengaja lupa
Itu tetap kegagalan
10. Pendidikan dan Harapan
Karya: Dwi Arif
Pendidikan adalah tangga harapan
Tangga itu menuntun manusia untuk mencapai tujuan
Semua manusia berhak untuk menggunakan
Untuk mengubah mimpi menjadi kenyataan
Tangga itu tidak boleh disembunyikan
Dari semua insan yang ingin perubahan
Tangga tersebut tidak boleh disalahgunakan
Hanya untuk meraih keuntungan
Tangga itu harus benar-benar kuat
Agar mampu merubah manusia menjadi bermartabat
Tangga tersebut harus selalu dirawat
Agar bisa membimbing kita meraih akal sehat
Tangga itu harus bisa beradaptasi
Dari zaman yang begitu kencang berlari
Tangga itu tidak boleh dinodai
Agar bisa mengantar kita menjadi manusia bermorat yang hakiki
Itulah kumpulan contoh puisi tentang pendidikan 5 bait yang dapat dijadikan sebagai referensi. (Ria)
Baca juga: 12 Contoh Puisi Bahasa Jawa dan Terjemahannya
