Konten dari Pengguna

10 Puisi tentang Pendidikan 5 Bait untuk Referensi

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

¡waktu baca 7 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi Puisi tentang Pendidikan 5 Bait, Foto Unsplash/Álvaro Serrano
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi tentang Pendidikan 5 Bait, Foto Unsplash/Álvaro Serrano

Membuat puisi tentang pendidikan 5 bait menjadi salah satu tugas yang sering diberikan guru kepada muridnya di sekolah, terutama ketika mata pelajaran Bahasa Indonesia. Puisi menjadi salah satu materi yang sering muncul dalam ujian sekolah.

Berdasarkan buku Insprasi Menulis Puisi di Alam Bebas, Karlina, (2022:2), puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang mempunyai banyak makna yang terkandung di dalamnya. Puisi dari segi penulisan diartikan sebagai 2 karya sastra yang dipadatkan, dipersingkat, diberi irama serta bunyi dan dipadukan dengan kata-kata imajinatif.

Sehingga tampak jelas bahwa penggunaan kata-kata di dalam puisi bukan kata- kata dalam percakapan sehari-hari. Puisi dan lirik lagu merupakan hal yang saling berkaitan satu sama lain.

Daftar isi

Contoh Puisi tentang Pendidikan 5 Bait

Ilustrasi Puisi tentang Pendidikan 5 Bait, Foto Unsplash/Thought Catalog

Inilah contoh puisi tentang pendidikan 5 bait yang dapat dijadikan sebagai referensi yang sebagian diambil dari buku berjudul Kumpus Temdik (Kumpulan Puisis Tema Pendidikan), P2K UMT PGSD AK.22, halaman 55 dan Pijar: Antologi Puisi Pendidikan, Benny D. Setianto, dkk., (2020:142).

1. Apa Kabar Pendidikan Indonesiaku

Karya: Muchammad Muhaeimin Alazis

Sampai kini saya tidak tahu

Apakah titel sarjana yang dibanggakan

Dapat menyambung hidupku, istriku, dan anak-anakku

Tujuh belas tahun uang yang dikeluarkan dari hasil

keringat orang tuaku

Kuhabiskan di dunia pendidikan

Tujuh belas tahun sudah kuhabiskan waktuku

Di sekolah dan kuliah

Namun, tidak memberiku kemampuan dan keterampilan

Aku hanya bisa mencontek dari temanku

Aku hanya bisa menjiplak karya orang lain

Aku hanya bisa mencuri ide-ide tidak mencipta

Apa kabar pendidikan Indonesiaku

Kini kau sudah berbenah

Agar anakku, cucuku bisa merasakan sekolah dan kuliah

Demi masa depan yang cerah

2. Mengejar Ilmu

Karya: Muchammad Muhaeimin Alazis

Bilamana mentari menyinari pagi

Kutelah melangkah memulai hari

Cahaya mentari terus menyemangati

Diiringi syahdunya shalawat terucap

Walau kerikil tajam kutemui

Walau embun pagi menusuk tulang ini

Walau hujan membasahi tubuh ini

Walau ransel memberatkan pundak ini

Namun tak menyerah tekad ini

Semakin cepat langkah kaki ini

Tuk menuju sekolah yang dinanti

Tempatku menuntut ilmu 'tuk diri ini

Walau kadang tak paham ilmu ini

Kutanyakan pada guru setiap hari

Walau tugas sekolah menumpuk tanpa henti

Tak kenal lelah, kukerjakan semua ini

Dengan do'a dan upaya kukejar ilmu ini

Dan tawakal pada sang Ilahi

Kujadikan tekad ini 'tuk mengejar ilmu

Demi masa depan yang kunanti.

3. Pahlawan Pendidikanku

Karya: Roberta Nurlita

Dahulu ku tak tahu menahu tentang arti dunia ini

Aku tak tahu apa itu garis ataupun kata

Dulu sangatlah hampa tak ada coretan di kertas

Aku tak tahu harus diisi apa si kertas itu

Dulu hanya ada bermain sampai sang surya mulai terbenam

Tapi kini dunia sudah diselimuti warna-warni

Tentunya warna yang begitu indahnya sampai mata ini terkesan saat melihatnya

Tentang si kertas yang penuh akan garis dan coretan

Tentang warna yang harus ku lukis di atas kertas

Juga tentang kata yang perlahan mulai ku baca

Terima kasih pada pahlawan kuucapkan

Untuk semua pahlawan pendidikan di Negri ini

Pendidikanlah yang membuatku mengenal anganku

Anganku di mana kata pahlawan itu harus kugapai sampai

ke langit

Kaulah pelita kehidupanku

Yang senantiasa menerangi diriku untuk menggapainya

Untuk menjalani hidupku menjadi lebih bermakna

Terimakasih sekali lagi kuucapkan atas pengabdianmu

Akan kubuktikan dengan menjadi penerusmu

Negri ini harus dipenuhi oleh orang-orang sepertimu

Supaya tak ada lagi anak bersedih tak bisa membaca

Supaya Negri int tak lagi menangis akan sepinya

penerusnya

Kelak kau akan bangga para pahlawanku

Atas jasa-jasamu menciptakan banyak pahlawan baru untuk

Negri ini

4. Aku dan Masa Depanku

Karya: Ulil Albab Af-Farizi

Ketika sang mentari menampakkan sinarnya

Diiringi kicauan burung yang menyapa

Detik demi detik yang berbunyi

Membangunkanku untuk menggapai cita

Buku-buku yang memandangku

Seolah tak rela menenggelamkanku dalam angan

Kutatap mentari dan berkata

Aku siap demi masa depanku

Semangat yang membara

Membangkitkan jiwa dan raga

Lonceng sekolah yang memanggil

Adalah awal mengumpulkan ilmu

Menuntut ilmu

lalah candu bagiku

Menambah kecerdasan

Dan menjadi jembatan

Akan cita-citaku

5. Gerbang Masa Depan

Karya: Andriana Deke Ate

Aku melangkah dan berlari dari hutan yang rimbun

Hela demi hela napas yang terhempas

Untuk menggapai asa

Yang tertimbun secara harapan muncul

Meskipun gelombang ombak dan batu karang kutempuh

Engkau datang

Belai tangan halusnya menyentuh penuh kasih

Suaranya lugas

Menyampaikan kata demi kata

Menuntunku

Menuju gerbang masa depan

Dengan segala pengetahuan yang engkau bagikan

Dan keterampilan yang kau tebar

Aku yang dulu belum mengerti apa-apa

Aku yang dulu bukan apa-apa

Saat ini aku mampu berdiri

Untuk menggapai cita-cita

6. Lelang Pendidikan

Karya: Ahmad Latiful Ansori

Pendidikan...

Kata yang didengungkan oleh banyak kalangan

Katanya

Pendidikan itu tak memandang latar belakang

Namun, apalah daya

Itu 'cuma' slogan

Entah zaman yang telah berevolusi

Atau sedari dulu tetap begini

Pendidikan adalah hak setiap warga

Namun, mana buktinya

Kami beli, kami juga yang menjual

Itu kata yang sering terlontar, dari orang yang katanya

berpendidikan

Kami beli mahal, maka kami juga mendapatkan yang mahal

Pantas saja jika negara ini tak mencapai kejayaan

Kelakuan orang-orang berpendidikan tak lagi bisa diharapkan

Pendidikan investasi masa depan

Namun, bukan berarti pendidikan sebagai alasan untuk meraup

pajak besar-besaran

Bukan pula sebagai alasan untuk meletakkan kaki di atas hidung

anak jalanan

Mau sampai kapan, pendidikan akan terus dilelang

Hingga rakyat kecil musnah dengan perlahan?

Atau hingga jas mengkilat tak lagi muat dikenakan?

Tak hanya tuan yang membutuhkan

Tapi, kami juga tak meminta

Karena kami tak sanggup jika harus bermain lelang

Dengan apa yang seharusnya kami dapatkan

7. Perjuangan Meraih Mimpi

Karya: Natasha Mayfina

Sejuta angan dan mimpi

Menari di kepalaku

Sejuta harapan

Bergema di dalam hatiku

Kemanakah semua ini kubawa?

Kehidupan yang maha keras

Menghadang impian dengan batu rintangan

Takkan kulepas genggaman mimpiku

Melupakan imajinasi sejenak

Berjerih payah mewujudkan mimpi

Setiap jerih payah pasti terbayar

Berikan banyak harapan

Semangat perjuangan berkobar

Demi mimpi di masa depan

Takkan ku berpaling darinya

Kan kuraih mimpi setinggi bintang

8. Pengabdian Tanpa Batas

Karya: Andriana Deke Ate

Bisakah kita bayangkan

Apa jadinya diri ini tanpa guru

Apa jadinya negeri ini tanpa guru

Dan bagaimana nasib generasi bangsa ini tanpa guru

Guru, orang yang mengajar tentang aksara

berbagai macam

Pengetahuan dan juga ilmu pondasi negeri yang

tak kenal balas jasa

Tidaklah mudah baginya

Di saat selalu ada tantangan dan juga ujian

pembangunan asa

Bagi setiap generasi bangsa sebab dunia tak

seindah dongeng dan cerita

Ikhlas, adalah pelajaran berharga di setiap langkah

kakinya

Tak peduli tentang apa saja

Dia selalu menjalankan tugasnya

Bukan sebagai pekerja namun sebagai orang tua bagi

anak didiknya

Dia menganggap itu dengan pengabdian yang tiada batas

9. Dikoyak Suara

Karya: Ika Rahutami

Di ujung sore yang sepi

Terbayang kerinyit kemarahan bercampur bau perjuangan

yang berkobar sekian puluh tahun yang lalu

"apakah kamu mendidik?"

"ya" (jawabku)

"mendidik semacam apa?"

"ya mendidik orang muda supaya pintar, supaya tidak

bertemu alisnya ketika berbicara teknologi, supaya kelak

jadi kaya"

"cukupkah?" desisnya lagi. Kamu lupa, pendidikan itu untuk

mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta

memperhalus perasaan"

Aku terdiam

Membiarkan suara suara di telinga terganti oleh detak

nadiku yang lebih cepat

Tergerus oleh arus yang lebih cepat,

terlupa kemewahan idealisme, kokoh kemauan, dan halus

perasaan

terlupa atau sengaja lupa

Itu tetap kegagalan

10. Pendidikan dan Harapan

Karya: Dwi Arif

Pendidikan adalah tangga harapan

Tangga itu menuntun manusia untuk mencapai tujuan

Semua manusia berhak untuk menggunakan

Untuk mengubah mimpi menjadi kenyataan

Tangga itu tidak boleh disembunyikan

Dari semua insan yang ingin perubahan

Tangga tersebut tidak boleh disalahgunakan

Hanya untuk meraih keuntungan

Tangga itu harus benar-benar kuat

Agar mampu merubah manusia menjadi bermartabat

Tangga tersebut harus selalu dirawat

Agar bisa membimbing kita meraih akal sehat

Tangga itu harus bisa beradaptasi

Dari zaman yang begitu kencang berlari

Tangga itu tidak boleh dinodai

Agar bisa mengantar kita menjadi manusia bermorat yang hakiki

Itulah kumpulan contoh puisi tentang pendidikan 5 bait yang dapat dijadikan sebagai referensi. (Ria)

Baca juga: 12 Contoh Puisi Bahasa Jawa dan Terjemahannya