11 Kata-Kata Sindiran Bahasa Sunda dan Artinya yang Halus tapi Pedas

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata-kata sindiran Bahasa Sunda dan artinya dalam artikel ini dapat digunakan untuk mengingatkan seseorang secara halus tapi tetap pedas dan menusuk hati. Memang, terkadang untuk mengingatkan seseorang perlu di kode terlebih dahulu.
Untuk yang tinggal di tanah Sunda, kata-kata sindiran bahasa Sunda berikut ini dapat dijadikan referensi yang cocok untuk dikirim kepada seseorang atau sekedar membuatnya untuk status di media sosial. Berikut sindiran Bahasa Sunda yang bisa digunakan.
Rekomendasi Kata-Kata Sindiran Bahasa Sunda dan Artinya
Saat ini tak jarang orang Sunda yang tak fasih berbahasa Sunda. Namun demikian, menurut Buku Ada Istiadat Sunda (2022) karya H. Hasan Mustapa, “Ulah adam lalining tapel” yang artinya jangan melupakan kampung halamannya, sekalipun memang tidak bisa bahasanya.
Maka, simak rekomendasi kata-kata Sindiran Bahasa Sunda di bawah ini.
1. "Kudu kumaha ngeunaan duri, henteu hirupna teuing di kulit." (Harus tahu tentang duri, tidak berarti harus merasakannya di kulit.)
Artinya: Jangan hanya tahu tapi tidak merasakan dampaknya.
2. "Pamiarsa atuh jalan, teu atuh pipi!" (Mikir dulu baru bicara, jangan langsung nyolot!)
Artinya: Berpikir sebelum berbicara, jangan langsung mengeluarkan kata-kata yang kasar.
3. "Tanda tina, tina leungit!" (Bukan tidak tahu, tapi pura-pura tidak tahu!)
Artinya: Mengaku tidak tahu padahal sebenarnya tahu.
4. "Diuk bubur deui, dicabut tali leutik." (Sudah diaduk buburnya, malah mencabut tali kecil) Artinya: Sudah berusaha memperbaiki, tapi justru merusak hal kecil lainnya.
5. "Matak kumaha di dada, ibarat mayungkeun pepelakan." (Melihat itu di dadamu, seperti menyiram bensin ke api)
Artinya: Memprovokasi atau mengadu domba dalam keadaan yang sudah memanas.
6. "Bangsat janten munding, bodat janten tunding." (Jahat jadi manis, buntu jadi tajam)
Artinya: Orang jahat yang berusaha menyenangkan tapi sebenarnya berniat buruk.
7. "Tunggang balong, bade asup anu reureuh." (Naik perahu, mau masuk yang sempit.)
Artinya: Mau masuk dalam hal yang sulit atau rumit.
8. "Meuli leweung, diitung taruh di kaen." (Membeli kucing dalam karung, dianggap ditaruh di dalam mulut.)
Artinya: Orang yang bodoh dan mudah tertipu.
9. "Kumaha panon cicing mah teu aya urusanna." (Bagaimana caranya kucing tetap menganggap dirinya tak bersalah.)
Artinya: Orang yang selalu menghindari tanggung jawab atau mengelak dari kesalahan.
10. "Leungeun aya di luhureun, cicing nyieun anak di tukang." (Dalam perut ada bayi, kucing malah mencari tikus.)
Artinya: Mengurus hal yang tidak penting ketika ada masalah yang lebih mendesak.
11. "Panon sabar, teu aya urusanna. Panon kalem, teu aya ditinggalanna." (Orang yang sabar, tidak ada urusannya. Orang yang tenang, tidak ada yang ditinggalkannya.)
Artinya: Orang yang sabar tidak akan diganggu dan orang yang tenang tidak akan meninggalkan hal-hal yang penting.
Baca juga: 20 Pantun Cinta Romantis yang Dijamin Bikin Baper
Itulah kata-kata sindirian Bahasa Sunda beserta artinya yang halus tapi tetap pedas. Penting untuk menggunakan rekomendasi sindirian dalam artikel ini secara bijak dengan tujuan yang baik, serta memperhatikan situasi agar tidak menyakiti perasaan orang lain secara berlebihan. (DIA)
