Konten dari Pengguna

11 Parikan Jowo Lucu untuk Hiburan dan Mengakrabkan Suasana

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi parikan Jowo lucu. Sumber: LightenUp/unsplash.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi parikan Jowo lucu. Sumber: LightenUp/unsplash.com.

Parikan Jowo lucu dahulu sering digunakan untuk mengakrabkan suasana. Ketrampilan membuat parikan makin lama makin memudar seiring berkurangnya masyarakat yang berbicara menggunakan bahasa Jawa untuk percakapan sehari-hari.

Namun, parikan masih diajarkan di sekolah sebagai muatan lokal. Kadang ada juga beberapa usaha anak muda menggunakan parikan untuk meramaikan akun media sosialnya. Biasanya parikan tersebut digunakan untuk saling meledek.

11 Parikan Jowo Lucu

Ilustrasi parikan Jowo lucu. Sumber: FarhanAbas/unsplash.com.

Parikan itu sebenarnya pantun tapi dalam bahasa Jawa. Oleh para sesepuh, parikan digunakan untuk menasehati atau memberi petuah bijak. Oleh anak muda, parikan sering digunakan untuk menyindir atau meledek teman.

Untuk mengingat kembali bentuk parikan, berikut parikan Jowo lucu yang dikutip dari Parikan – Pantun Jawa: Puisi Abadi, Koeslah Soebagyo Toer (2011:19) di bawah ini:

  1. Teklek kecemplung kalen, timbang golek wulung balen. Sandal kecemplung selokan. Daripada mencari yang baru, lebih baik balikan.

  2. Manuk podhang klepek-klepek. Klambi abang ambune apek. Burung podang mengepak-ngepak. Baju merah baunya apek.

  3. Ning pipimu ono segone. Atimu piye rasane? Di pipimu ada nasinya. Hatimu bagaimana rasanya?

  4. Tumbar diawur-awur. Bandar sak umur-umur. Ketumbar ditabur-tabur. Menjadi bandar sepanjang umur.

  5. Kripik Baturetna. Kadung becik dikapakna? Keripik Baturetna. Terlanjur baik mau diapakan ya?

  6. Beras wutah pitike mlayu. Sopo sing betah nyawang wong ayu? Beras tumpah ayamnya lari. Siapa yang betah memandang orang cantik?

  7. Blarak disampirke. Omah cedha ora diampirke. Daun kelapa disampirkan. Rumahnya dekat tapi tidak diminta mampir.

  8. Ali-ali diemban kuningan. Dilali-lali tetap kelingan. Cincin berbingkai kuningan. Dicoba dilupakan tapi tetap terkenang.

  9. Bawang saksen telu. Yen disawang tambah ayu. Bawang sesen tiga. Kalau dipandang tambah cantik.

  10. Pitik blorok manak siji. Jare kapok malah ndadi. Ayam bangkok beranak satu. Katanya kapok tapi malah menjadi-jadi.

  11. Bisa nggender, ora bisa ndemung. Bisa jejer, ora bisa nembung. Bisa memainkan gender, tidak bisa memainkan demung. Bisa berdekatan tapi tidak bisa menyatakan cinta.

Baca juga: 11 Caption Jawa Singkat dan Lucu beserta Terjemahannya

Contoh parikan Jowo lucu di atas juga merupakan cara menyenangkan untuk memahami bahasa Jawa lebih dari sekedar peran utamanya sebagai alat komunikasi orang Jawa sehari-hari. (lus)