Konten dari Pengguna

11 Puisi tentang Hari Guru 2024 yang Penuh Makna dan Menyentuh Hati

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi tentang Hari Guru 2024, foto hanya ilustrasi, Pexels/ROMAN ODINTSOV
zoom-in-whitePerbesar
Puisi tentang Hari Guru 2024, foto hanya ilustrasi, Pexels/ROMAN ODINTSOV

Pada Hari Guru Nasional, banyak siswa yang kerap memperingati hari tersebut dengan membacakan puisi untuk para guru. Hal ini membuat puisi tentang Hari Guru 2024 banyak dicari untuk dibacakan kepada guru sebagai ungkapan terima kasih.

Hari Guru Nasional selalu diperingati pada tanggal 25 November setiap tahunnya, sesuai informasi dari situs resmi kemdikbud.go.id. Peringatan Hari Guru ini menjadi momen untuk mengapresiasi para guru atas semangat belajar dan mengajar untuk para peserta didik.

Daftar isi

11 Puisi tentang Hari Guru 2024 sebagai Referensi

Puisi tentang Hari Guru 2024, foto hanya ilustrasi, Pexels/ROMAN ODINTSOV

Berbagai puisi Hari Guru bisa dibacakan untuk guru di sekolah. Bagi yang mencari referensi, inilah puisi tentang Hari Guru 2024 yang penuh makna dan menyentuh hati untuk para guru, dikutip dari buku Selamat Hari Guru, Vania Kharizma Satriawan, dkk., (2024:12).

1. Guru adalah Puisi

Karya: Herman Supratikto

Guru adalah puisi

yang menabur fonem di taman edukasi pada muridnya

dan membiarkan mereka merangkainya jadi kata.

Guru adalah puisi

yang menabur diksi di ruang-ruang literasi

dan membiarkan mereka bermain makna dari kamus,

ensiklopedi

sampai mereka menemukan arti jati diri.

Guru adalah puisi

yang tak bisa diganti dengan genre teknologi.

Karena dalam hidup ada cipta

maka bebaskan mereka melukiskan mimpinya.

Karena dalam hidup ada rasa

maka etikabilitas mesti dibangun setinggi Burj Khalifa.

Karena dalam hidup ada karsa

maka biarkan kehendak mereka mengangkasa merajut kodrat diri

tanpa anomali.

Guru adalah puisi

yang bisa melukis gerimis di sela pancaroba.

Melembabkan tanah, menabur benih

merebakkan tunas ke taman-taman kota.

Guru adalah puisi

Yang pada masanya akan selalu dibaca

bagi murid-muridnya.

Guru adalah puisi

Yang ikut melukis kanvas dengan kata

pada seribu kusuma bangsa.

2. Dialah Guru…

Karya: Agus Nurjaman, S.Pd.

Laras-laras panjang membidik manis

Generasi miris penyangga tonggak bangsa

Melesatkan peluru ilmu mengoyak kebatilan

Hancurkan kebodohan kian merajalela

Tak semudah menepis dedaunan kering

Tak seringan menenteng segumpal kapas

Betapa berat memikul garda kebenaran

Di tengah konsep kehidupan yang anarkis

Jika ada sajian terlezat itulah ajarannya

Jika ada kisah termulia itulah nasihatnya

Jika ada putih hati itulah keikhlasannya

Jika ada lentera tak kunjung padam itulah kasihnya

Dialah guru .

Tak pernah berkeluh apalagi berkesah

Menggiring si anak negeri meraih pancuh kesuksesan

Meski terkadang harus memendam antologi rasa

Meliuk melankolis bak ujung ilalang di desir angin

Dialah guru

Tak pernah pamrih apalagi meminta

Tak pernah lelah apalagi mengalah

Pada putaran waktu yang terus bergumul

Pada kilasan masa yang terus menyergap

Seringai jumawa merekah bak semburat mentari

Manik hitamnya memandang kejayaan tanda jasanya

Tersungkur dalam simpuh kesyukuran teramat khusuk

Tebaran — tebaran ilmunya tiada gaplah tanpa makna

Engkaulah insan termulia di dunia ini, wahai guru!

3. Terima Kasih Guru

Karya: Masrifa

Guru orang tua keduaku

Disekolah dia mengajarkan sopan santun kepada ku

Menasehati baik dan buruk suatu hal

Aku pergi mencari ilmu

Dia memberi kucinta dan ilmu

Dia adalah pelita di hidupku

Tak pernah lelah di hadapan ku

Kau sembunyikan wajah lelah sedihmu

Seolah kau bahagia selalu

Kata-katamu penuh candu

Kuresapi dan kan kuingat selalu

Terima kasih atas semua pengorbananmu

Terima kasih atas semua jasamu

Jasamu tak terukur

Kan selalu kukenang seumur hidupku

4. Motivator

Karya: Novi Widyan Ningtyas, S.Pd.

Terlihat biasan cahaya yang cerah bersinar

Secerah senyuman yang selalu terpancar

Senyuman penuh makna dari sosok guru yang tegar

Penuh dedikasi pengabdian yang begitu besar

Engkau menjadi motivator belajar bagi anak didik

Engkau selalu mengajar, memberi panutan dan mendidik

Engkau penyemangat saat asa murid sedang tidak baik

Engkau selalu menuntun murid ke arah yang baik

Engkau laksana lentera dalam pelita

Mendidik penuh kasih dan asa

Engkau mengubah gelap gulita menjadi terang seketika

Mengayuh jutaan asa dan mengukir jiwa anak bangsa

Tampak tergambar goresan pengorbanan dan

keikhlasannya

Terlihat jelas penuh harapan pada tatapan matanya

Berharap anak bangsa tumbuh sesuai kodratnya

Berharap anak bangsa mulia akhlaknya

Selamat Hari Guru Nasional

Tetap semangat dalam mendidik generasi milenial

Tangguh, kuat di era gempuran global

Jasamu akan selalu terkenang dan kekal

5. Terima Kasih Guruku

Karya: Ummu Arifah Ahas

Guru...

Kami datang tanpa bekal

Kami datang dengan impian

Engkau wujudkan semuanya untuk kami

Engkau memberi kami cahaya dalam kegelapan

Guru...

Engkau laksana embun

Di waktu pagi yang membasahi dedaunan

Engkau laksana sinar pagi

Yang menerangi kegelapan

Tanpamu kami tak bisa apa-apa

Tanpamu kami buta akan dunia

Terima kasih guru…

Terima kasih atas pengorbananmu

Terima kasih atas jasa-jasamu

Semoga engkau selalu dalam lindungan Allah Swt.

6. Kilauan Lentera

Karya: Zafirah Sawsan Mumtaz

Kala kebodohan membelenggu diri

Akan aksara yang tak dapat dimengerti

Engkau datang memberi arti

Dengan baswara bagai indurasmi

Harsa datang menghampiri

Terbaluti kilauan lentera suci

Saat engkau basmi buta aksara kami

Persistensi membimbing diri ini

Menjadikan diri berbudi pekerti

Kau lakukan semua tanpa pamrih

Terimakasih atas jasamu, Guru.

7. Pahlawan Aksara

Karya: Qonita Auliya

Dari masa menuju masa

Dari asa menjadi nyata

Tidak akan pernah hilang dalam sejarah

Para pahlawan tanpa tanda jasa

Ilmunya seluas samudera

Ketulusannya setulus cinta

Hidup tanpa kehadirannya

Kita berada dalam neraka buta aksara

Tak pernah lelah dalam berjasa

Dirinya selalu menjadi simbol kehidupan manusia

Terima kasih, wahai pahlawan aksara

8. Guru

Karya: Riyanti

Sang surya menapaki bumi

Bising kehidupan pagi

Langkahmu mengawali

Sudut ruang tlah menanti

Pancaran semangat tiada henti

Guru berakhlak mulia sepanjang masa

Tak kenal lelah, ikhlas di relung hati

Mendidik

Membimbing

Mengajar

Demi anak kami meraih cita nanti.

9. Sang Embun Penyejuk dalam Kehausan

Karya: Syarifah Rayya Fayadh

Engkau bagaikan embun penyejukku dikala aku merasa

dahaga

Dahaga, sangat dahaga akan sesuatu yang membuat

tubuh ini puas

Puas akan ilmu

Ilmu yang membuat tubuh ini tidak lagi dahaga

Ajari aku wahai guru

Bimbing aku

Engkau penerangku dalam gelap

Tolong bimbing daku yang faqir ini!

Tanpamu aku bukanlah apa-apa

Bagaikan biji sawi yang berterbangan

Tanpa tahu arah dan tujuan

Daku selalu mendoakanmu

Namamu selalu hidup dalam sanubariku

Engkau rela mengajar sang faqir ini

Dengan penuh keteguhan

Pengorbanan yang tak akan terbayangkan

Walaupun kuberikan seluruh isi jagat raya ini

Engkau bidadari tanpa kenal lelah

Engkaulah sang embun penyejuk dalam kehausan

10. Guru dalam Bingkai Zaman

Karya: Siti Irmani Kasan, S.Pd.I

Guruku

Lirih doamu samar di heningnya malam

Engkau pasrahkan dirimu pada pemilik alam

Langkahmu terayun dengan lantunan zikir mendalam

Sakit dan laramu engkau simpan dalam diam

Semangat juangmu membius deretan ruang-ruang kelam

Engkau telusuri jalanan yang masih temaram

Guruku

Petuahmu bak sebuah azimat

Kebaikanmu bak Malaikat

Gerakanmu selalu elok dan memikat

Jasamu akan selalu dikenang sepanjang hayat

Jariahmu terus mengalir hingga ke akhirat

Di palung rinduku namamu kan kusemat

Guruku

Hatimu putih selembut kapas

Maafmu bak samudera luas

Demi laksanakan mulianya tugas

Engkau tak pernah letih dan memelas

Walau seluruh tenagamu terkuras

Pengabdianmu tanpa batas

Guruku

Senyum manis selalu kaukulum

Paras wajah senantiasa terlihat ranum

Aroma tubuhmu senantiasa wangi dan harum

Dirimu masih tetap menyimpan kagum

Karena engkau ingin kisahmu terangkum

Dan menyimpan dalam sebuah album

Guruku

Dalam sepi doa kulangitkan

Indah namamu kan terbingkai oleh zaman

Tatapanmu nanar menyimpan ribuan harapan

Jutaan Tehnokrat hingga Negarawan

Lahir dari kepiawaianmu meramu masa depan

Jasamu tak akan pernah dilupakan

11. Lukisan Jiwa Sang Guru

Karya: Wahyuni Budi Hastuti

Sengatan mentari di terik siang

Mutiara bening basah menghias wajah

Jatuh bercucuran basahkan jiwa

Mata berbinar pancarkan keikhlasan

Ketika matahari bersembunyi di balik cakrawala

Cahaya lembut datang berbisik di gelap malam

Bagikan cahaya pada jiwa yang papa

Haus belaian tangan penuh kasih sayang

Jemari cantik liukkan gemulai pena

Goreskan rasa percikkan kesejukan

Lukisan indah menoreh kanvas kelas

Hadirkan suasana nyaman bahagia

Ayunkan kaki kuat tebarkan harapan

Hempaskan keterpurukan halau ketidakpastian

Hadirkan inspirasi dalam kesuraman

Melangkah seirama raih bintang di angkasa

Baca juga: 15 Puisi Hari Pahlawan 10 November yang Penuh Makna

Itu dia berbagai puisi tentang Hari Guru 2024 yang penuh makna dan bisa dijadikan sebagai referensi untuk dibacakan kepada guru. Cara ini bisa dilakukan sebagai bentuk terima kasih sekaligus memperingati Hari Guru Nasional 2024. (PRI)