11 Puisi tentang Hari Guru 2024 yang Penuh Makna dan Menyentuh Hati

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada Hari Guru Nasional, banyak siswa yang kerap memperingati hari tersebut dengan membacakan puisi untuk para guru. Hal ini membuat puisi tentang Hari Guru 2024 banyak dicari untuk dibacakan kepada guru sebagai ungkapan terima kasih.
Hari Guru Nasional selalu diperingati pada tanggal 25 November setiap tahunnya, sesuai informasi dari situs resmi kemdikbud.go.id. Peringatan Hari Guru ini menjadi momen untuk mengapresiasi para guru atas semangat belajar dan mengajar untuk para peserta didik.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
11 Puisi tentang Hari Guru 2024 sebagai Referensi
Berbagai puisi Hari Guru bisa dibacakan untuk guru di sekolah. Bagi yang mencari referensi, inilah puisi tentang Hari Guru 2024 yang penuh makna dan menyentuh hati untuk para guru, dikutip dari buku Selamat Hari Guru, Vania Kharizma Satriawan, dkk., (2024:12).
1. Guru adalah Puisi
Karya: Herman Supratikto
Guru adalah puisi
yang menabur fonem di taman edukasi pada muridnya
dan membiarkan mereka merangkainya jadi kata.
Guru adalah puisi
yang menabur diksi di ruang-ruang literasi
dan membiarkan mereka bermain makna dari kamus,
ensiklopedi
sampai mereka menemukan arti jati diri.
Guru adalah puisi
yang tak bisa diganti dengan genre teknologi.
Karena dalam hidup ada cipta
maka bebaskan mereka melukiskan mimpinya.
Karena dalam hidup ada rasa
maka etikabilitas mesti dibangun setinggi Burj Khalifa.
Karena dalam hidup ada karsa
maka biarkan kehendak mereka mengangkasa merajut kodrat diri
tanpa anomali.
Guru adalah puisi
yang bisa melukis gerimis di sela pancaroba.
Melembabkan tanah, menabur benih
merebakkan tunas ke taman-taman kota.
Guru adalah puisi
Yang pada masanya akan selalu dibaca
bagi murid-muridnya.
Guru adalah puisi
Yang ikut melukis kanvas dengan kata
pada seribu kusuma bangsa.
2. Dialah Guru…
Karya: Agus Nurjaman, S.Pd.
Laras-laras panjang membidik manis
Generasi miris penyangga tonggak bangsa
Melesatkan peluru ilmu mengoyak kebatilan
Hancurkan kebodohan kian merajalela
Tak semudah menepis dedaunan kering
Tak seringan menenteng segumpal kapas
Betapa berat memikul garda kebenaran
Di tengah konsep kehidupan yang anarkis
Jika ada sajian terlezat itulah ajarannya
Jika ada kisah termulia itulah nasihatnya
Jika ada putih hati itulah keikhlasannya
Jika ada lentera tak kunjung padam itulah kasihnya
Dialah guru .
Tak pernah berkeluh apalagi berkesah
Menggiring si anak negeri meraih pancuh kesuksesan
Meski terkadang harus memendam antologi rasa
Meliuk melankolis bak ujung ilalang di desir angin
Dialah guru
Tak pernah pamrih apalagi meminta
Tak pernah lelah apalagi mengalah
Pada putaran waktu yang terus bergumul
Pada kilasan masa yang terus menyergap
Seringai jumawa merekah bak semburat mentari
Manik hitamnya memandang kejayaan tanda jasanya
Tersungkur dalam simpuh kesyukuran teramat khusuk
Tebaran — tebaran ilmunya tiada gaplah tanpa makna
Engkaulah insan termulia di dunia ini, wahai guru!
3. Terima Kasih Guru
Karya: Masrifa
Guru orang tua keduaku
Disekolah dia mengajarkan sopan santun kepada ku
Menasehati baik dan buruk suatu hal
Aku pergi mencari ilmu
Dia memberi kucinta dan ilmu
Dia adalah pelita di hidupku
Tak pernah lelah di hadapan ku
Kau sembunyikan wajah lelah sedihmu
Seolah kau bahagia selalu
Kata-katamu penuh candu
Kuresapi dan kan kuingat selalu
Terima kasih atas semua pengorbananmu
Terima kasih atas semua jasamu
Jasamu tak terukur
Kan selalu kukenang seumur hidupku
4. Motivator
Karya: Novi Widyan Ningtyas, S.Pd.
Terlihat biasan cahaya yang cerah bersinar
Secerah senyuman yang selalu terpancar
Senyuman penuh makna dari sosok guru yang tegar
Penuh dedikasi pengabdian yang begitu besar
Engkau menjadi motivator belajar bagi anak didik
Engkau selalu mengajar, memberi panutan dan mendidik
Engkau penyemangat saat asa murid sedang tidak baik
Engkau selalu menuntun murid ke arah yang baik
Engkau laksana lentera dalam pelita
Mendidik penuh kasih dan asa
Engkau mengubah gelap gulita menjadi terang seketika
Mengayuh jutaan asa dan mengukir jiwa anak bangsa
Tampak tergambar goresan pengorbanan dan
keikhlasannya
Terlihat jelas penuh harapan pada tatapan matanya
Berharap anak bangsa tumbuh sesuai kodratnya
Berharap anak bangsa mulia akhlaknya
Selamat Hari Guru Nasional
Tetap semangat dalam mendidik generasi milenial
Tangguh, kuat di era gempuran global
Jasamu akan selalu terkenang dan kekal
5. Terima Kasih Guruku
Karya: Ummu Arifah Ahas
Guru...
Kami datang tanpa bekal
Kami datang dengan impian
Engkau wujudkan semuanya untuk kami
Engkau memberi kami cahaya dalam kegelapan
Guru...
Engkau laksana embun
Di waktu pagi yang membasahi dedaunan
Engkau laksana sinar pagi
Yang menerangi kegelapan
Tanpamu kami tak bisa apa-apa
Tanpamu kami buta akan dunia
Terima kasih guru…
Terima kasih atas pengorbananmu
Terima kasih atas jasa-jasamu
Semoga engkau selalu dalam lindungan Allah Swt.
6. Kilauan Lentera
Karya: Zafirah Sawsan Mumtaz
Kala kebodohan membelenggu diri
Akan aksara yang tak dapat dimengerti
Engkau datang memberi arti
Dengan baswara bagai indurasmi
Harsa datang menghampiri
Terbaluti kilauan lentera suci
Saat engkau basmi buta aksara kami
Persistensi membimbing diri ini
Menjadikan diri berbudi pekerti
Kau lakukan semua tanpa pamrih
Terimakasih atas jasamu, Guru.
7. Pahlawan Aksara
Karya: Qonita Auliya
Dari masa menuju masa
Dari asa menjadi nyata
Tidak akan pernah hilang dalam sejarah
Para pahlawan tanpa tanda jasa
Ilmunya seluas samudera
Ketulusannya setulus cinta
Hidup tanpa kehadirannya
Kita berada dalam neraka buta aksara
Tak pernah lelah dalam berjasa
Dirinya selalu menjadi simbol kehidupan manusia
Terima kasih, wahai pahlawan aksara
8. Guru
Karya: Riyanti
Sang surya menapaki bumi
Bising kehidupan pagi
Langkahmu mengawali
Sudut ruang tlah menanti
Pancaran semangat tiada henti
Guru berakhlak mulia sepanjang masa
Tak kenal lelah, ikhlas di relung hati
Mendidik
Membimbing
Mengajar
Demi anak kami meraih cita nanti.
9. Sang Embun Penyejuk dalam Kehausan
Karya: Syarifah Rayya Fayadh
Engkau bagaikan embun penyejukku dikala aku merasa
dahaga
Dahaga, sangat dahaga akan sesuatu yang membuat
tubuh ini puas
Puas akan ilmu
Ilmu yang membuat tubuh ini tidak lagi dahaga
Ajari aku wahai guru
Bimbing aku
Engkau penerangku dalam gelap
Tolong bimbing daku yang faqir ini!
Tanpamu aku bukanlah apa-apa
Bagaikan biji sawi yang berterbangan
Tanpa tahu arah dan tujuan
Daku selalu mendoakanmu
Namamu selalu hidup dalam sanubariku
Engkau rela mengajar sang faqir ini
Dengan penuh keteguhan
Pengorbanan yang tak akan terbayangkan
Walaupun kuberikan seluruh isi jagat raya ini
Engkau bidadari tanpa kenal lelah
Engkaulah sang embun penyejuk dalam kehausan
10. Guru dalam Bingkai Zaman
Karya: Siti Irmani Kasan, S.Pd.I
Guruku
Lirih doamu samar di heningnya malam
Engkau pasrahkan dirimu pada pemilik alam
Langkahmu terayun dengan lantunan zikir mendalam
Sakit dan laramu engkau simpan dalam diam
Semangat juangmu membius deretan ruang-ruang kelam
Engkau telusuri jalanan yang masih temaram
Guruku
Petuahmu bak sebuah azimat
Kebaikanmu bak Malaikat
Gerakanmu selalu elok dan memikat
Jasamu akan selalu dikenang sepanjang hayat
Jariahmu terus mengalir hingga ke akhirat
Di palung rinduku namamu kan kusemat
Guruku
Hatimu putih selembut kapas
Maafmu bak samudera luas
Demi laksanakan mulianya tugas
Engkau tak pernah letih dan memelas
Walau seluruh tenagamu terkuras
Pengabdianmu tanpa batas
Guruku
Senyum manis selalu kaukulum
Paras wajah senantiasa terlihat ranum
Aroma tubuhmu senantiasa wangi dan harum
Dirimu masih tetap menyimpan kagum
Karena engkau ingin kisahmu terangkum
Dan menyimpan dalam sebuah album
Guruku
Dalam sepi doa kulangitkan
Indah namamu kan terbingkai oleh zaman
Tatapanmu nanar menyimpan ribuan harapan
Jutaan Tehnokrat hingga Negarawan
Lahir dari kepiawaianmu meramu masa depan
Jasamu tak akan pernah dilupakan
11. Lukisan Jiwa Sang Guru
Karya: Wahyuni Budi Hastuti
Sengatan mentari di terik siang
Mutiara bening basah menghias wajah
Jatuh bercucuran basahkan jiwa
Mata berbinar pancarkan keikhlasan
Ketika matahari bersembunyi di balik cakrawala
Cahaya lembut datang berbisik di gelap malam
Bagikan cahaya pada jiwa yang papa
Haus belaian tangan penuh kasih sayang
Jemari cantik liukkan gemulai pena
Goreskan rasa percikkan kesejukan
Lukisan indah menoreh kanvas kelas
Hadirkan suasana nyaman bahagia
Ayunkan kaki kuat tebarkan harapan
Hempaskan keterpurukan halau ketidakpastian
Hadirkan inspirasi dalam kesuraman
Melangkah seirama raih bintang di angkasa
Baca juga: 15 Puisi Hari Pahlawan 10 November yang Penuh Makna
Itu dia berbagai puisi tentang Hari Guru 2024 yang penuh makna dan bisa dijadikan sebagai referensi untuk dibacakan kepada guru. Cara ini bisa dilakukan sebagai bentuk terima kasih sekaligus memperingati Hari Guru Nasional 2024. (PRI)
