150 Contoh Majas Aliterasi beserta Pengertian dan Fungsinya

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 12 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Majas merupakan materi umum dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia yang harus dipahami, terutama jenis majas aliterasi. Terdapat banyak contoh majas aliterasi yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Majas aliterasi adalah salah satu jenis majas yang kerap berada dalam karya sastra, khususnya puisi. Biasanya, majas ini digunakan untuk menciptakan efek keindahan dan keharmonisan dalam bahasa.
Majas ini memanfaatkan pengulangan bunyi konsonan yang sama di awal kata dalam suatu kalimat atau frasa, sehingga menciptakan irama yang menarik dan memukau. Lantas, bagaimana contoh kalimatnya? Simak penjelasan berikut ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Majas
Mengutip dari Buku Pintar Majas, Pantun, dan Puisi karya Ulin Nuha Masrucin (2017:8), majas adalah gaya bahasa yang bisa berupa kiasan, ibarat, perumpamaan yang bertujuan mempercantik makna dan pesan sebuah kalimat.
Pengertian lain, majas adalah pemanfaatan kekayaan unsur bahasa dan pemakaian ragam bahasa tertentu, guna memberi kesan dan rasa (taste) pada suatu karya sastra.
Majas merupakan cara dan gaya penyampaian perasaan sekaligus pandangan penulis dalam berbahasa agar terkesan lebih maksimal dan efektif kepada pembaca atau pendengar.
Mengutip dari buku Kumpulan Peribahasa, Majas, dan Ungkapan Bahasa Indonesia karya Yettik Wulandari, S.Pd (2024:173), majas adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan cara menyamakannya dengan sesuatu yang lain. Majas digunakan untuk mengungkapkan pernyataan yang bersifat menegaskan, membandingkan, mempertentangkan, menyindir, dan mengulang. Hal-hal tersebut dimaksudkan untuk mencapai efek tertentu.
Pengertian Majas Aliterasi
Mengutip dari buku Majas dan Peribahasa karya Hadi Gunawan (2019:8), majas aliterasi adalah majas yang menggunakan pengulangan konsonan di awal kata dengan berurutan.
Aliterasi merupakan sejenis gaya bahasa yang memanfaatkan purwakanti atau pemakaian kata-kata yang permulaannya sama bunyinya.
Majas aliterasi merupakan salah satu alat penting dalam dunia sastra untuk menghasilkan karya yang indah, bermakna, dan berkesan bagi pembacanya, serta membantu penulis menyampaikan pesan dengan lebih efektif.
Dapat disimpulkan bahwa majas aliterasi merupakan gaya bahasa yang menggunakan kata-kata yang memiliki huruf konsonan yang sama, sehingga sekilas terlihat sama namun memiliki makna yang berbeda guna menciptakan efek keindahan dan keharmonisan dalam bahasa.
Karakteristik Majas Aliterasi
Karakteristik utama yang ada dalam majas aliterasi adalah adanya pengulangan bunyi konsonan yang sama di awal kata dalam suatu kalimat atau frasa. Berikut ini penjelasan lengkap dari karakteristik majas aliterasi.
Majas aliterasi sering digunakan dalam puisi, lirik lagu, slogan, dan bahkan dalam prosa untuk menciptakan efek puitis dan memperkuat makna yang ingin disampaikan.
Pengulangan bunyi pada majas aliterasi nantinya akan menciptakan efek keindahan, keharmonisan, dan irama yang menarik dalam bahasa.
Pengulangan bunyi dapat terjadi pada dua atau lebih kata yang berdekatan atau dalam suatu frasa.
Bunyi konsonan yang sering digunakan dalam majas aliterasi antara lain bunyi s, p, k, t, d, m, dan b.
Pengulangan bunyi konsonan ini menciptakan efek eufoni atau keindahan bunyi dalam bahasa, serta dapat memperkuat makna atau suasana yang ingin disampaikan.
Penggunaan majas aliterasi harus dilakukan dengan bijak dan sesuai konteks, karena penggunaan yang terlalu sering atau dipaksakan dapat membuat bahasa terkesan kaku atau tidak alami.
Penulis yang menggunakan majas aliterasi harus mempertimbangkan tujuan dan kesesuaian penggunaan aliterasinya, serta memastikan bahwa pengulangan bunyi konsonan yang digunakan selaras dengan makna dan suasana yang ingin disampaikan.
Fungsi Majas Aliterasi
Selain untuk menciptakan irama, memperkuat makna atau emosi yang ingin disampaikan, serta menciptakan suasana atau atmosfer tertentu dalam karya sastra, majas aliterasi juga memiliki fungsi beragam dalam karya sastra, antara lain:
Pengulangan bunyi konsonan yang sama dapat menciptakan efek lagu atau melodi dalam baris-baris puisi, sehingga puisi menjadi lebih menarik dan menyenangkan untuk dibaca atau didengar.
Pengulangan bunyi konsonan yang sama dapat memberikan penekanan pada kata-kata tertentu, sehingga makna atau emosi yang terkandung dalam kata-kata tersebut menjadi lebih kuat dan mengena di hati pembaca atau pendengar.
Pengulangan bunyi konsonan yang sama dapat menciptakan efek yang berbeda-beda tergantung pada bunyi yang digunakan, sehingga dapat menciptakan suasana yang sesuai dengan tema atau pesan yang ingin disampaikan dalam karya mereka.
Dalam perkembangan sastra modern, majas aliterasi terus digunakan oleh penulis dan penyair untuk memperkaya dan memperindah bahasa dalam karya-karya mereka.
Dengan memahami dan menghargai majas aliterasi, pembaca atau pendengar dapat lebih menikmati keindahan dan keunikan bahasa dalam karya sastra, serta menggali makna dan emosi yang lebih dalam dari penggunaan majas tersebut.
Contoh Majas Aliterasi
Terpenting, majas aliterasi menjadi salah satu unsur dalam dunia sastra, yang memukau dan mempesona pembaca atau pendengar dengan keindahan dan keharmonisan bahasanya. Berikut ini beberapa contoh majas aliterasi yang perlu diketahui, antara lain:
Sebagai warga negara yang baik, kita harus senyum sopan sama sesama.
Kemarin dia mondar mandir mencari makan malam.
Aku menemukan sepucuk surat saat senja.
Aku berusaha keras menemukanmu hingga melintasi laut, melewati lembah.
Ternyata sudah gelap gulita, dan aku baru pulang.
Meski gemuruh guntur menggelegar, aku akan tetap ada disisimu.
Meski sosoknya sedikit senyum, tetapi aku akan berusaha terus menghiburnya.
Senja semakin sayu, tetapi hatiku tetap kepadamu.
Dengarlah, pagi ini burung berkicau dengan sangat merdu.
Hatiku kian cerah bagai bunga bersemi, berseri di pagi ini.
Dengar daku, hati ini akan selalu ada untukmu.
Meski dadaku disapu setiap hari, namamu tetap melekat di hatiku.
Meski badai bertiup dan menggonjang bumi ini, namamu kian merebak di hati.
Kau bagaikan bintang berkilau yang selalu menyinari hari-hariku.
Derai cemara berbisik pada debu jalanan.
Tentramlah wahai jiwaku agar tenang hatiku menyambut kenyataan hidup.
Hangatkan hariku supaya hatiku merasa bahagia.
Salam sejahtera kuucapkan kepada seluruh makhluk di penjuru semesta.
Terima kasih kepada tetes hujan yang membasuh padang gersang.
Sembuhkan hatiku yang terluka karena pilunya kenyataan
Berhembuslah angin kemarau agar keinginanku mengangkasa sampai pada bintang gemintang.
Mekarlah bunga harapan yang kupunya demi datangnya esok yang menyenangkan
Tetesan embun-embun malam seolah memahami hati yang tengah terluka.
Jangan suka mencaci karena lukanya sukar hilang meski lewat seribu purnama.
Hilang semua harapanku tersapu hitamnya malam yang mengandung sepi tanpa tepi.
Pilu perasaan ini melihat engkau memutus ikatan yang begitu lama kita jalani.
Kelak akan ada masa yang membuat kita kembali mengingat kenangan indahnya masa muda.
Berlinang air matamu yang sebening berlian permata dunia.
Hingga petang menjelang masih ada rindu yang kunanti hadirnya di sini.
Hilanglah semua keinginanku saat tahu engkau menemukan tempat hinggap yang lebih nyaman dari hutan yang kusediakan.
Harapan demi harapan telah pupus karena kenyataan mustahil untuk kembali disatukan.
Hitung berapa lama penantian yang telah kulakukan hingga detik jam di dinding itu berhenti kehilangan daya cipta.
Aliran angin yang terus menderu seolah ingin menguji kemantapan hati yang kumiliki.
Deras rintik hujan menjelma cerita tanpa titik yang mengingatkan aku tentang kasihmu.
Sama sekali tidak pernah aku membayangkan engkau akan pergi meninggalkan aku di saat hatiku terluka.
Jauh sudah aku membuang kenangan yang pernah tumbuh di taman kota.
Bersama kita harus lebih bersabar dalam menerima pahit dan manisnya kehidupan yang kadang tidak berpihak pada orang-orang seperti kita.
Kepada tanah tempat bepijak cukup padamu aku menceritakan kisah para bijak yang membangun negeri ini dengan darah dan cinta.
Dalam keheningan malam berulang kali aku mencoba menemukan tanda-tanda kebesaran Tuhan.
Atas nama harapan untuk kehidupan yang lebih baik, kurelakan diriku meninggalkan semua kenikmatan duniawi yang kumiliki.
Lupakan semua luapan persaan yang pernah kukatakan kepadamu.
Langkah kaki mungil di heningnya malam seperti langgam lagu kehidupan yang telah lama tidak kudengar.
Sama-sama mencintai mestinya tidak saling menyakiti.
Dalam derai hujan yang turun sore ini kutemukan perasaan damai yang telah lama terlupakan.
Untaian doa pengharapan tentang masa depan yang indah selalu kupanjatkan kepara Sang Pemilik Kehidupan.
Kerasnnya batu pasti akan dapat dikalahkan dengan kelembutan hati.
Kepada siapa lagi harus aku persembahkan hati ini ketika dunia tidak lagi memberi kesempatan bagi kesetiaan untuk merasakan hangatnya pelukan.
Ijinkan aku merebahkan hati di pangkuan yang selama ini aku impikan.
Lolong anjing malam membuat perasaan sombong hilang tanpa sisa.
Bertahanlah sebentar lagi karena kebahagiaan yang dirindukan masih dalam perjalanan.
Nyanyikan aku kidung pagi yang meleburkan semua kesedihan di dalam hati.
Bulir beras ketan menjadi bekal mewujudkan keinginan yang selama ini kusembunyikan dari ramainya dunia.
Semangat menggebu segarkan pikiran saat pagi tiba dengan membawa sekotak harapan.
Terbanglah hingga ke puncak langit tinggi agar terpukau semua orang yang melihat cahayamu.
Dilarang memegang barang yang dipajang pada etalase.
Seiring waktu yang terus beganti seolah ada rasa ingin untuk merelakan semua yang telah pergi.
Bila saja masih bisa aku ingin melihat dan mengagumi senyuman paling indah yang pernah kudapatkan.
Hingga datangnya senja terus kulihat angin membawa awan hitam menutup cakrawala.
Hisaplah ilmu pengetahuan sebanyak aku mampu sampai Tuhan memberikan cahaya kepada kita.
Pernah merasakah sakit hati bukan berarti engkau harus berhenti melakukan perbuatan baik.
Singgah dan pergi siapapun takkan mampu hentikan
Nyiur di pantai terlihat sedang bercengkerama dengan karang yang telah banyak rahasia-rahasia kehidupan mereka yang pernah mengunjunginya.
Biarkan saja senja bertindak sesuka hatinya sehingga tercapai seluruh keinginannya.
Berlinang air mataku saat kembali mengingat percintaan yang memakan waktu lebih dari sewindu.
Patahkan daun-daun kenangan dan kemudian peraslah supaya bisa kau cicipi pahitnya perpisahan.
Seluruh penyesalan tidak lagi berguna setelah dia pergi meninggalkan kenangan yang tidak lagi berarti.
Terimalah hatiku demi tercapainya takdir yang harus kita jalani.
Tampil sesuai dengan keinginan tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain.
Langkah kaki semakin melemah saat laporan ini dibaca olehnya.
Tetap berusaha bahagia meski kita tidak lagi bersama.
Saat ini aku hanya ingin mencoba santai dengan semua kekurangan yang kupunya.
Satu tanya dapat melahirkan satu juta makna, tergantung daimana kita menilainya.
Buat apa pandai merangkai keindahan kata-kata, apabila semua yang dikatakan berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan.
Berikan saja yang mereka inginkan karena benar dan salah pasti akan terungkap dengan sendirinya.
Hidup akan tidak berarti hingga engkau menemukan kekasih hati.
Rumah yang kubangun dengan air mata telah rusak ditelan usia.
Sayap burung malam patah dan hanya terdengar tangisnya yang sayup-sayup.
Luapkan segala amarah di dadamu sehingga perasaan gundah akan diganti dengan keindahan yang tidak pernah terbayangkan.
Dalam heningnya malam kumenemukan sepotong cinta yang telah begitu lama menanti hadirnya sosok yang begitu dicintainya.
Merasakan pahit dan pilunya dunia bisa menjadikan orang lebih peka terhadap kesedihan orang lain yang ada di dekatnya.
Mengapa angin selalu datang menyapa diri yang sudah lama dilupakan dunia.
Kehidupan dengan segala warna dan permasalahan yang datang silih berganti bisa membuat orang lupa dengan segala perjuangannya.
Terbukalah hatiku supaya tentram yang aku inginkan segera dapat kurasakan.
Riak gelombang gemuruh mengirinya kokohnya karang di dasar lautan.
Dalam desir angin malam diam sunyi mencekam.
Derap langkah sepasang kekasih saling bergandengan tangan.
Bersabarlah barang sebentar menunggu mentari kembali berpijar.
Dunia terlalu banyak memberikan perasaan duka yang tak berkesudahan.
Kesetiaan yang engkau berikan kenyataannya hanya kepalsuan yang membuatku semakin terluka.
Hati yang girang membuat hariku menjadi semakin terang.
Kapal berlayar karam sebelum mencapai pelabuhan.
Setiap kenangan sebaiknya harus selalu dihormati.
Hari berlalu tanpa meninggalkan harap kepada mereka yang kalah.
Tentukan langkah ke depan dan kenang saja semua kekalahan yang telah terjadi.
Ke mana angin berhembus selalu ada rasa ingin yang aku titipkan.
Senyum manis selalu engkau sajikan kepadaku setiap waktu.
Harga diri seorang lelaki hanya lahir dari pekerjaan yang dimilikinya.
Pergilah sejauh mungkin sebelum usia menghalangimu.
Langit cerah ceria lukisan alam.
Negeri sentosa sejahtera dambaan warga.
Senyum merekah menyapa berkah dari Sang Pencipta.
Berpangku tangan tak baik untuk dilakukan.
Hidup hanya sekali sehingga harus digunakan sebaik mungkin.
Sepanjang usia jangan pernah lelah berbuat baik kepada semua manusia.
Silap kata simpan di hati menuai angkara murka.
Dalam damai tuntunan ikhtiar terus diusahakan.
Meskipun matahari telah lenyap tetapi tak lelah aku berharap hadirmu di sampingku.
Debur ombak melebur karang di tepi pantai.
Lepaskan semua penyesalan supaya bahagia segera hadir di hati.
Melesat secepat kilat semua perasaan cinta yang sempat aku punya.
Seandainya semua bisa saling menerima tentu dunia akan semakin nyaman dihuni.
Sampaikan satu keinginan yang bisa membuatmu mau menerima kehadiran diriku.
Jiwa berkelana mengembara sampai bertahun-tahun lamanya.
Berikan semua kesedihanmu kepadaku supaya tentram kembali bersemayam di hatimu.
Pertahankan perasaan cinta supaya dunia tetap berwarna.
Tanpa cinta pasti akan membuat dunia tidak lagi menarik untuk dihuni.
Perhatikan langit yang terlihat sendu setelah satu bintangnya terjatuh ke bumi.
Malam kembali datang tanpa membawa serta bintang.
Seperti langit yang biru ingin aku membawa serta kamu terbang ke sana.
Jalan panjang terjal telah aku lalui tetapi kenapa belum mampu kutemukan engkau.
Kata-katamu seolah memberikan semangat untuk kembali melangkahkan kaki ke tempat yang lama ingin aku datangi.
Kebersamaan dan kesadaran akan melahirkan kepedulian.
Hati harus mampu hapuskan iri dengan keberhasilan orang lain.
Tumbuh mekar tumpuan bunga serumpun indah.
Di kala diri gundah dan sepi hanya secangkir kopi yang setia menemani.
Lapangkan jiwa lahirkan sambut suka cita.
Pandang lurus panjang ke depan tanpa halangan.
Seperti angin yang berjalan beriringan dengan awan tanpa pernah bertengar.
Penuh dengan cobaan mengarukan sampai tiba saatnya kita dipersatukan takdir.
Senantiasa menempatkan harapan setinggi angkasa agar perjuangan tidak pupus di tengah jalan.
Sekeping hati untuk seluruh perasaan cinta yang kupunya.
Biarkan saja aku melanjutkan pengembaraan sampai kutemukan sepasang mata yang begitu mendamaikan batin.
Dalam pangkuan malam kurebahkan diri pada pelukan-Nya.
Tanamkan perasaan cinta supaya kebencian dapat hilang dari dunia.
Dalam pikiran kami hanya inginkan damai selama sepanjang usia.
Lautan luas menyimpan banyak luka dan air mata perpisahan.
Mencintai memang bukan harus memiliki kata seorang bijak.
Bagaimana mungkin aku mendapatkan izin jika engkau menghalangiku.
Kuncup bunga mawar menyimpan rahasia yang selama ini terserak di dalam kamar.
Bunga berguguran mengingatkan kepada mereka yang meninggal di usia muda.
Sempatkan datang menemui diriku yang sekarang semakin menua.
Biarlah semua kenangan ini kusimpan sendirian dan kubawa sampai ke akhirat.
Menengadahlah ke angkasa sampai engkau menemukan alasan yang membuat engkau bertahan di dunia yang semakin menyebalkan ini.
Nyanyian alam seolah mengingatkan aku pada perpisahan yang telah lalu.
Senja samar aku mendengar suara merdumu itu.
Dibalik sayup suara seruling sepi, aku tetap dapat mendengar derap langkahmu.
Kicau kecil kuntul di pagi ini mengingatkanku akan kenangan bersamamu di hari itu.
Kicau kecewa kelabu hati ini terasa begitu kencang, bak terbakar api cemburu.
Gerimis gugur di kala itu mampu menggagalkan pertemuan indahku.
Gerak gemulai gadis gemilang itu seperti menarikku ikut menari melenggang.
Demikian, itulah kumpulan contoh majas aliterasi yang perlu diketahui dalam kebahasaan Indonesia. Dilengkapi dengan penjelasan tentang pengertian, karakteristik hingga fungsi dari majas tersebut.
(SUCI)
Baca Juga: 15 Contoh Majas Tautologi beserta Penjelasannya
