18 Kata-Kata Sunda Bijak Simpel, Keren, dan Penuh Makna

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Orang-orang Sunda dikenal dengan logat bicara yang khas dan memiliki banyak kata-kata Sunda bijak bermakna mendalam dengan penggunaan bahasa yang sederhana tetapi menyentuh hati.
Meskipun terdengar asing, tidak ada salahnya untuk mengetahui kata-kata dengan bahasa Sunda ini, yang bisa dijadikan sebagi motivasi dalam menjalani kehidupan.
18 Kata-kata Sunda Bijak Penuh Makna dan Bisa Menjadi Sumber Inspirasi
Ada beragam bentuk budaya yang bisa dikenali dari orang-orang yang keturunan Pasundan ini, termasuk kata-kata Sunda bijak yang penuh makna.
Dikutip dari buku Nilai-Nilai Karakter Sunda, Aan Hasanah, Neng Gustini, dan Dede Rohaniawati (2016: 9), orang-orang Sunda memiliki beragam kebudayaan salah satunya karya sastra berupa puisi, pantun dan berbagai kumpulan peribahasa.
Berikut adalah kata-kata bijak dalam bahasa Sunda penuh makna, yang dapat di jadikan sumber inspirasi dan motivasi.
"Cicing jeung cicirenge, téh mah bari tumuk." Artinya: "Tikus dan kecebong, itulah yang suka mencuri." (Mengenai orang-orang licik dan penuh tipu daya)
"Lamun beuki mah nyiramin, oge nyandakna." Artinya: "Jika ayam minum, juga menggigit." (Menggambarkan sifat serakah dan tidak pernah puas)
"Dibari sabalik dina, beuki téh mah gé." Artinya: "Ditebar lagi di lain hari, ayamnya sudah besar." (Mengenai peluang yang datang kembali)
"Ngamumulé sabalikna, sasampurna pangbérna." Artinya: "Memberi tanpa pamrih, hasilnya lebih berkah." (Memberi dengan tulus hati tanpa mengharapkan balasan)
"Ngahiji buta jeung buntut ka anjing." Artinya: "Mengajari buta dan ekor anjing." (Membuat kesalahan yang tidak perlu)
"Hampuraang, bari ngajaga." Artinya: "Memaafkan adalah bentuk kepedulian." (Memberi maaf sebagai bentuk penghargaan)
"Langit téh geulis, bumi téh gede, lamun pisan mah dijieun ka akal." Artinya: "Langit indah, bumi besar, tetapi itu semua diciptakan oleh akal." (Mengenai kehebatan akal manusia)
"Kalah taya, nu teu lempeng." Artinya: "Kalah teka-teki, yang tidak lengah." (Mengenai perencanaan yang matang)
"Udagan hejo téh leuwih bagus, lamun lambar téh leuwih luhur." Artinya: "Bertani hijau itu lebih bagus, tetapi bertani bersih itu lebih mulia." (Kejujuran lebih berharga daripada kekayaan materi)
"Bageur téh keneh, urang lepatna téh mah ganteng." Artinya: "Bagus sih luaran, orang bersih itu mah ganteng." (Kecantikan hati lebih penting daripada penampilan fisik)
"Silih asah, silih asih, silih asuh." Artinya: "Saling mengasah, saling menyayangi, saling mengasuh." (Kerjasama dan cinta kasih dalam keluarga)
"Lamun garing, teu janten." Artinya: "Jika asam, tidak menjadi manis." (Sifat seseorang tidak akan berubah)
"Kapentingan rupa, kapentingan batin, dua-duana kudu dipentingkeun." Artinya: "Kepentingan fisik, kepentingan batin, keduanya harus diperhatikan." (Keseimbangan antara fisik dan rohaniah)
"Elang angkeur, cangkem ngegel, monyong diuk ku gajah." Artinya: "Harimau memangsa, tupai membisu, monyet ditundukkan oleh gajah." (Kelebihan selalu menang)
"Kuriling lauk, dibutuhkeun panonpoé." Artinya: "Hancurkan bumbu, diperlukan garam." (Tindakan atau perkataan yang kasar kadang-kadang diperlukan)
"Kumaha ka kolot, ku pasrah ka Allah." Artinya: "Bagaimana pada orang tua, begitu juga pada Allah." (Menghormati orang tua dan menerima takdir)
"Ngahiji buta jeung buntut ka anjing." Artinya: "Mengajari buta dan ekor anjing." (Membuat kesalahan yang tidak perlu)
"Hampuraang, bari ngajaga." Artinya: "Memaafkan adalah bentuk kepedulian." (Memberi maaf sebagai bentuk penghargaan)
Baca Juga : 11 Kata-Kata Sindiran Bahasa Sunda dan Artinya yang Halus tapi Pedas
Dengan mengetahui kata-kata Sunda bijak di atas, yang mengandung makna filosofis dan memberikan pelajaran hidup, siapa pun bisa merenungkan arti hidup, meningkatkan diri, dan mencari inspirasi dalam setiap langkah kehidupan.(ZIA)
