191 Contoh Pantun Nasehat yang Menenteramkan Hati

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 20 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pantun merupakan salah satu bentuk budaya dan karya sastra yang dituturkan secara turun temurun. Pantun memiliki beberapa jenis, salah satunta adalah pantun nasehat. Contoh pantun nasehat dapat dijadikan salah satu media untuk bertutur.
Nasehat adalah ajaran atau pelajaran baik. Nasehat juga dapat berupa anjuran, petunjuk, peringatan, dan teguran yang baik. Ajaran ini dapat disampaikan secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu cara menyampaikannya adalah melalui media pantun.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Pantun
Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama. Pantun tersebar dalam berbagai bahasa di sekitar daerah Asia Tenggara, terutama Melayu. Karya seni ini mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya tak benda pada tahun 2020.
1. Persebaran Pantun di Asia Tenggara
Kesamaan rumpun budaya di Indonesia menyebabkan pantun tersebar ke berbagai daerah. Berikut adalah nama lain pantun dalam bahasa-bahasa di Indonesia.
Parikan dalam Bahasa Jawa.
Paparikan dalam Bahasa Sunda.
Umpasa dalam sebutan Bahasa Batak.
2. Ciri-ciri Pantun
Pantun memiliki ciri yang membedakannya dengan jenis karya sastra lain. Berikut adalah ciri-ciri pantun.
Bersifat ringkas.
Terdiri dari dua bagian.
Bagian pertama disebut sampiran.
Bagian kedua disebut isi.
Setiap baris mempunyai ikatan berirama.
Setiap baris mempunyai sebutan yang sama di hujungnya.
Baris-baris pada pantun dapat dikumpulkan menjadi empat, enam atau delapan baris (sangat jarang terdapat pantun yang melebihi delapan baris)
Biasanya pantun terdiri daripada empat baris.
Jenis Pantun
Pantun dapat dibagi menjadi dua jenis berdasarkan baris dan isi. Berikut adalah pembagian jenis pantun berserta penjelasannya.
1. Berdasarkan Baris
Pantun terdiri dari 2,4,8,10,12 dan 14 berdasarkan barisnya. Ada juga pantun yang terdiri dari 16,18 dan 20 baris, namun sangat jarang. Pantun 2 baris disebut juga sebagai karmina, pantun kilat atau pantun dua serangkai.
2. Berdasarkan Isi
Jenis pantun yang kedua dapat dibagi berdasarkan isinya. Pantun jenis ini digolongkan mengikuti isi yeng terdapat setelah sampiran. Berikut adalah jenis pantun berdasarkan isinya.
Pantun teka-teki berisi teka-teki atau pertanyaan.
Pantun jenaka berisi hiburan yang lucu.
Pantun nasihat untuk menyampaikan nasihat dan teladan.
Pantun adat mengandung kepentingan adat yang biasanya digunakan sebagai upacara di daerah tertentu.
Pantun kiasan atau peribahasa untuk menyampaikan nasihat, sesuatu hajat atau sindiran secara sopan dan tersirat.
Pantun agama untuk menegaskan kepentingan agama dalam masyarakat.
Pantun anak-anak sebagai hiburan anak dapat disisipkan dalam lagu dan nyanyian.
Contoh Pantun Nasehat
Terdapat berbagai pantun yang dapat digunakan untuk menyampaikan nasehat. Berikut adalah contoh pantun nasehat yang menenteramkan hati.
1. Pantun Nasehat Kesehatan
Pantun nasehat kesehatan berisi nasehat mengenai kesehatan dan cara menjaganya. Berikut adalah contoh pantun nasehat kesehatan.
Ibu pergi ke pasar untuk belanja. Pasar sayur dekat kios alat pahat. Jangan kalap dalam bekerja. Badan juga butuh istirahat.
Adik main ke rumah Ozi. Rumah si Ozi dekat hutan. Konsumsi makanan bergizi. Demi menjaga kesehatan.
Kakak pergi ke rumah paman. Rumah paman di Kota Kendari Hati tentram, tubuh nyaman. Jika jaga kesehatan diri.
Ke pasar beli ketimun. Timun dimasak sambil makan bubur. Ayo rutin jaga imun. Agar virus jadi kabur.
Baba ke toko beli sepatu. Sepatu sempit kaki pun sakit. Jangan lupa olahraga tiap sabtu. Agar terhindar dari penyakit.
Beli duku di jalan Mulia. Beli duku ditemani si Aya. Hidup sehat di usia belia. Agar bisa terus berkarya.
Aki ke Pasar Baru beli pala. ke pasar malam Sabtu Legi. Jangan sering konsumsi gula. Agar gula darah tidak tinggi.
Hari Senin pergi ke Bali. Pergi ke Bali bersama Emak. Agar jantung sehat kembali. Hindari makanan berlemak.
Bunga ditanam di rumah Arga. Rumah Arga di Kabupaten Lahat. Jangan malas olahraga. Agar badan selalu sehat.
Kondangan ke kampung Marfuah. di kondangan ketemu si Pacar. Ayo makan sayur dan buah. Agar pencernaan lancar.
Pergi perang bersama Maha Patih. Patih berkuda di belakang Yang Mulia. Jangan lupa minum air putih. Agar hidup sehat di usia belia.
Jalan-jalan ke pasar pagi. Pulang jalan langsung ke Subang. Jangan lupa menggosok gigi. Agar gigi tidak berlubang.
Ikan berenang di telaga. Telaga bening, bersih terjamin. Agar kesehatan terjaga. Ayo makan buah kaya vitamin.
Hari Minggu ke rumah Mamat. Rumah Mamat di samping rumah Ikal. Ayo Hidup sehat dan hemat. Mari ke sekolah membawa bekal.
Hari Sabtu liburan ke Batu. Ke Batu lewat toko emas. Makanlah selalu tepat waktu. Agar tubuh tak mudah lemas
Joni suka olahraga lari. Budi suka memahat. Jaga pola makan sehari-hari. Agar tubuh menjadi sehat.
Mobil dikendarai laki-laki. Mobil melaju ke kota Lahat. Ayo sering jalan kaki. Agar badan jadi sehat.
Jalan pagi ke bendungan. Bendungan asri tersa segar. Ayo jaga kebersihan lingkungan. Agar tubuh menjadi bugar.
Libur sekolah di rumah Aki. Aki bekerja sebagai dokter gigi. Ayo perkuat otot kaki. Mari melangkah setiap pagi.
Jika cinta jangan kecewa. Kecewa cinta membuat rugi. Ayo jaga kesehatan jiwa. Rutin meditasi setiap pagi.
Beli sayur di toko Yoga. Sayang Yoga sedang rehat. Jangan lupa olahraga. Agar tubuh dalam kondisi sehat.
2. Pantun Nasehat Kesuksesan
Pantun nasehat kesuksesan dibuat untuk menginspirasi seseorang agar sukses. Berikut adalah contoh pantun nasehat kesuksesan.
Imas pergi ke toko bersamaku. Pergi ke toko emas beli gelang. Ayo rajin membaca buku. Agar masa depan lebih gemilang.
Susun roti di atas nampan. Susun roti jangan asal. Jangan menunda pekerjaan. Agar engkau tidak menyesal.
Zidan pergi ke rumah Tata. Rumah Tata dekat kandang Bulbul. Apapun cita-cita kita. Semoga bisa terkabul.
Ada penyu jauh di pantai. Penyu diambil Nelayan tua. Jangan terlalu banyak bersantai. Agar tidak sesal di masa tua.
Ikan kecil berenang di selokan. Ikan dipancing oleh Adinda. Kerja sangat diperlukan. Untuk mendapatkan harta benda.
Pak mamat dorong gerobak es. Es dijual dekat Polri. Setiap orang bisa sukses. Asal percaya pada diri sendiri.
Bili pergi ke rumah Sasa. Rumah si Sasa dekat Puan. Jangan mudah putus asa. Bila belum sampai ke tujuan.
Cawan dibuat dari baja. Baja di beli ke pelosok daerah. Ingin sukses butuh kerja. Kerja keras jangan menyerah.
Adik jatuh terluka parah. Adik jatuh di tepi jalan. Ingin sukses jangan menyerah. Selalu ingat pasti ada jalan.
Serdadu lawan sudah berserah. Kemenangan berada di tanganku. Jangan mudah menyerah. Meski jalan penuh berliku.
Jalan sore di Jalan Karah. Jalan Karah penuh batu bata. Jangan berbalik arah. Kesuksesan di depan mata.
Beli kapas ditimbang ringan. Timbang dipegang oleh Ema. Jangan berpangku tangan. Sukses tidak datang cuma-cuma.
Naik kereta di malam hari. Kereta cepat memacu laju. Jadilah engkau anak yang berani Tak pernah ragu dan terus maju.
Patah rotan tali bersilang. Batang meranti rimbun berjejal. Langkah pahlawan tengah gelanggang. Berpantang mati sebelum ajal.
3. Pantun Nasehat Kehidupan
Pantun nasehat kehidupan dapat diberikan kepada kaum muda yang sedang merintis usaha agar lebih semangat. Berikut adalah pantun nasehat kehidupan.
Kebakaran peristiwa genting. Anak kecil jangan lupa diurus. Nasihat orang tua sangat penting. Untuk jalan hidup yang lurus.
Pergi ke kota pakai mobil tua. Mobil tua punya si Mamat. Dengarkan nasihat orang tua. Supaya hidup bisa selamat.
Adik bermain di siang hari. Adik bermain di rumah Aan. Hidup harus percaya diri. Agar siap menjalani pekerjaan.
Tikus diburu dengan belati. Tikus tertusuk di depan taman. Janganlah kamu tinggi hati. Agar tidak dijauhi teman.
Beli daging di rumah Oca. Daging dimasak bumbu pedas. Jangan pernah bosan membaca. Agar engkau bijak dan Cerdas.
Pergi tamasya ke Nusa Indah. Tamasya bersama Kakak Gia. Jangan lupa beribadah. Agar selalu bahagia.
Kejar maling sampai depan sekolah. Si maling pergi sambil berlari. Ketika diri merasa lelah. Beri rasa semangat kepada diri.
Jalan-jalan membeli benang. Barang yang dipintal hingga kuat. Kalau mau selalu menang. Jangan lupakan semangat.
Jalan-jalan ke Batanghari. ke Batanghari beli buah satu. Rencanakan jauh-jauh hari. Supaya hasilnya tepat waktu.
Ke toko beli alat pahat. Alat pahat untuk ulang tahun Ani. Jangan jadi orang jahat. Agar selalu ditemani.
Ke Subang beli kain. Kain di beli dari toko Jabat Jangan pernah jadi orang lain. Kalau diri sendiri sudah hebat.
Adik makan menggunakan tangan. Makanan di beli di warung Mbah Ran. Hidup penuh tantangan. Ayo hadapi dengan kesabaran.
Kapal segera berlayar ke segara. Kapal berlayar dengan selaras. Jangan takut hidup sengsara. Kalau kamu mau bekerja keras.
Biji ditabur di kotak semai. Kotak diikat agar tidak kendur. Jika kamu ingin hidup damai. Maju terus pantang mundur.
Mata minus terasa buram. Mata buram butuh kaca mata. Jangan makan uang haram. Jika ingin hidup lebih tertata.
Aku pergi ke rumah Tuti. Rumah Tuti sungguh tertata. Kamu harus jadi anak berbakti. Sehingga orang tua makin cinta.
Beli lemon di Kota Barus. Makan lemon bareng Mbak Yum. Manfaatkan waktu belajar terus. Mari buat orang tua tersenyum.
Beli salak ke kampung Kobong. Kampung Kobong penuh hutan Jati. Jangan jadi pribadi sombong. Agar terhindar dari penyakit hati.
Beli buah di pasar pagi. Pulang belanja mampir beli ikan. Puasa Ramadhan sebentar lagi. Jangan lupa saling memaafkan.
Ke sungai bersama Akmal. jalan ke sungai sampai ke hilir. Rajinlah untuk terus beramal. Supaya amal pahala terus mengalir.
Nonton sepak bola bareng Galuh. Nontonnya di ruang tamu. Dalam hidup jangan mengeluh. Ingat kerja-keras orang tuamu.
Anak gadis dengan pipi merona. Memakai gelang dari mutiara. Agar hidupmu penuh dengan makna. Cobalah peduli dengan saudara
Putih putih bunga melati. Tumbuh dekat pohon kemangi. Barang siapa rendah hati. Derajatnya akan menjadi tinggi
Pisang emas dibawa berlayar. Masak sebiji di atas peti Hutang emas boleh dibayar. Hutang budi dibawa mati
Tingkap papan kayu bersegi. Sampan sakat di Pulau Angsa. Indah tampan kerana budi. Tinggi darjat kerana bahasa.
Payah kami menabur padi. Nenas juga ditanam orang. Payah kami menabur budi. Emas juga dipandang orang.
Tinggi bukit gilang-gemilang. Air laut tenang-tenangan. Budi sedikit tidakkan hilang. Itu menjadi kenang-kenangan
Jentayu burung jentayu. Hinggap dibalik pokok mayang. Bunga kembang akan layu. Budi baik bilakan hilang.
Biarlah orang bertanam buluh. Mari kita bertanam padi. Biarlah orang bertanam musuh. Marilah kita bertanam budi.
Ayam jantan si ayam jalak. Jaguh Siantan nama diberi. Rezeki tidak saya tolak. Musuh tidak saya cari.
Jikalau kita bertanam padi. Senanglah makan adik-beradik. Jikalau kita bertanam budi. Orang yang jahat menjadi baik.
Baik-baik makan keladi. Keladi itu ada miangnya. Baik-baik termakan budi. Budi itu ada hutangnya.
Miang buluh miang keladi. Miang kedua tiada badi. Baik-baik memakan budi. Jangan sampai tergadai bodi.
Tenanglah tenang air di laut. Sampan kolek mudik ke tanjung. Hati terkenang mulut menyebut. Budi yang baik rasa nak junjung.
Cindai bercorak penuh berpita. Pakaian anak Panglima Garang. Emas dan perak pengaruh dunia. Budi yang baik dijunjung orang.
Jangan suka mencabut padi. Bila dicabut hilang buahnya. Jangan suka menyebut budi. Bila disebut hilang tuahnya.
Kalau keladi sudah ditanam. Jangan lagi meminta talas. Kalau budi sudah ditanam. Jangan lagi meminta balas.
Singgah ke pulau menggali ubi. Kalau ke beting berdayung juga. Sepuluh kali kita berbudi. Kalau miskin terbuang juga.
Sudah lama memakai gelang. Gelang berukir sirama-rama. Harimau mati meninggalkan belang. Manusia mati meninggalkan nama.
Mati kayu kerana benalu. Patah layu dahannya mati. Mati Melayu kerana malu. Kalah Melayu termakan budi.
Mencari ikan belida. Terpancing pula si ikan keli. Buat baik berpada-pada. Buat jahat jangan sekali.
Jauh sungguh pergi mandi. Setapak jalan lewatkan huma. Berat sungguh menanggung budi. Seribu tahun takkan lupa.
Ragi pulut dalam kati. Tapai manis dalam kuali. Selagi hidup dalam pekerti. Sampailah mati dalam budi
Pelbagai penangan telah dibeli. Buat jamuan lepas berzanji. Kerbau dipegang pada tali. Manusia dipegang pada janji.
4. Pantun Nasehat Percintaan
Pantun nasehat percintaan dapat diberikan kepada pemuda yang sedang jatuh cinta. Berikut adalah pantun nasehat percintaan.
Ke sungai pergi berenang. Berenang sambil main tamiya. Dia akan ikut senang. Jika kamu bersamanya.
Masak ayam rica-rica pakai lada. Ayam rica-rica dimasak lama. Kata sempurna tidak perlu ada. Untuk bisa saling menerima.
Ke alun-alun lihat Tari Saman. Tari Saman Ditarikan oleh Sonya. Pilihlah dia yang membuat nyaman. Supaya kamu jadi miliknya.
Ke pantai lihat kura-kura. Kura-kura punya dua mata. Janganlah kita saling berpura-pura. Berlaku seolah tak ada apa-apa
Malam-malam ada banyak bintang. Ruang tamu diterangi lampu pijar. Tidak apa jika rasa sakit datang. Rasa sakit buat kita belajar.
Petang hari ke rumah si Aki. Aki keluar menuju pantai. Ada perempuan dan laki-laki. Saling membantu dan mencintai.
Jangan tergesa perhatikan langkah. Selalu waspada bahaya menghantui. Jika kamu ingin menikah. Pastikan keluarga sudah merestui.
Timba jatuh ke dalam sumur. Timba diambil saat petang. Jangan tergesa karena umur. Menikah perlu rencana yang matang.
ke pasar hewan sampai hari petang. Sapi datang dengan berjajar. Terimakasih kepada yang datang. Karena mereka, kita bisa belajar.
Imas pergi ke rumah Tata. Tata makan sambil berbuka. Kepada kekasih tercinta. Jangan membuat hati terluka.
Tanam selasih di tengah padang. Sudah bertangkai diurung semut. Kita kasih orang tak sayang Halai-balai tempurung hayut.
Aku menanam kemangi di tengah ladang. Tumbuh, dikerumuni semut. Aku mencintai tetapi tidak dicintai. Aku bingung dan tidak berdaya.
Kalau padi katakan padi. Tidaklah hamba tertampi-tampi. Kalau sudi katakan sudi. Tidaklah hamba ternanti-nanti.
Kalau bawang katakan bawang. Dapatlah hamba tolong mengupas. Kalau sayang katakan sayang. Tidaklah hamba penat berhias.
Buah berangan di rumpun pinang. Limau kasturi berdaun muda. Kalau berkenan masuklah meminang. Tanda diri beradat budaya.
Jahit setangan pinggirnya dikelim. Baik dikelim kembang kelapa. Rindu dendam kemana nak dikirim. Nak dikirim kepada siapa.
Segak menawan datuk penghulu. Mahir berlawan langkahnya tangkas. Kirimkan saja diangin lalu. Atau melalui SMS pesanan ringkas.
Hijau daun diranting kayu. Mayang ditabuh bulir hamburan. Hajat dikirim di angin lalu. Sayang dihembus balik haluan.
Bukan kacang sembarang kacang. Kacang melilit kayu jati. Bukan datang sembarang datang. Datang melihat si jantung hati.
Apa guna pasang pelita. Jika tidak dengan sumbunya. Apa guna bermain mata. Kalau tidak dengan sungguhnya
Ambil gendang di kampung Kandis. Ditabuh ramai ditingkah biola. Makin dipandang semakin manis. Dilabuh hati menyala cinta.
Dipanah semata Indera Sakti. Seekor dara dipohon keranji. Sudah sama menaruh hati. Diekor mata konon berjanji.
Batu loyang buat asahan. Batunya hitam seruas jari. Bimbang siang boleh ditahan. Bimbang malam serasa mati.
Banyak orang mengetam pulut. Saya sendiri mengetam padi. Banyak orang karam di laut. Saya sendiri karam dihati.
Balam mendengut tengah rimba. Balam serati jambul merah. Karam di laut boleh ditimba. Karam di hati bilakan sudah.
Ikan belanak hilir berenang. Burung reruak menata sarang. Makan tak enak tidur tak tenang. Konon teringat dinda seorang.
Kumbang menyumbang bunga berseri. Bunga ditaman puteri raja. Entahkan benar demikian peri. Atau sekadar cakap sahaja.
Api-api unggunan kandis. Damar tumpah dikulit tengar. Laki-laki mulutnya manis. Jika bersumpah jangan didengar.
Anak raja mendaki bukit. Patah galah dalam perahu. Pegang tangan jeling sedikit Hati di dalam Allah yang tahu
Buah jering di atas para. Diambil budak sambil berlari. Hingga kering lautan Melaka. Barulah saya mungkir janji.
Kalau roboh kota Melaka. Papan di Jawa saya dirikan. Kalau sungguh bagai di kata. Badan dan nyawa saya berikan.
Ke teluk sudah, ke siam sudah. Ke Mekkah saja saya yang belum. Berpeluk sudah bercium sudah. Menikah saja saya yang belum.
Si Luncai bermain rodat. Memukul tetawak pelbagai lakunya. Tidak sopan menyalahi beradat. Berbulu mata lihat lakunya
Terang bulan cahaya berseri. Nampak dilihat dari saujana. Siksanya tuan cinta birahi. Semua dibuat serba tak kena
Terang bulan cahaya berseri. Berbalam-balam diperdu rotan. Kalau sungguh cinta birahi. Hantarkan utusan sempurnakan ikatan
Mahu dihitung bilangan bintang. Tidak terkira jumlah adanya. Jika dihitung kasih dan sayang. Tidak terukur sebesar mana.
Pucuk pauh selara pauh. Sembilu ledung ledungkan. Adik jauh kekanda jauh. Kalau rindu sama menungkan.
Pucuk pauh selara pauh. Pucuk terjuntai di atas titi. Adik jauh kekanda jauh. Menaruh rindu di dalam hati.
Patah pasak dalam kemudi. Patah diruang bunga kiambang. Kalaulah tidak bertemu lagi. Bulan yang terang sama dipandang.
Batang selasih permainan budak. Berdaun sehelai dimakan kuda. Bercerai kasih bertalak tidak. Seribu tahun kembali juga.
Batang selasih permainan budak. Tumbuhnya jarang tepi telaga. Bercerai kasih bukan kehendak. Paksaan orang dituruti juga.
Sayang Semarang Gunung Merapi. Anak gelama dituba jangan. Tidak dilarang adik berlaki. Janji yang lama dilupa jangan
Ikan sepat dimasak berlada. Kuah cencaluk jadi bumbunya. Kalau tak dapat dimasa muda. Akan kutunggu sampai menjanda.
Harum sungguh bunga melati. Kembang setangkai di waktu pagi. Hancur sungguh rasa di hati. Sedang berkasih ditinggal pergi.
Jauh berdagang ditengah kota. Menjual dagangan pelbagai benda. Abang pergi mencari harta. Buat meminang akan adinda.
Kalau ada sumur di ladang. Boleh saya menumpang mandi. Kalau ada umur yang panjang. Boleh kita berjumpa lagi.
Pulau Sipadan pulau Ligitan. Tempat singgah raja Bulungan. Risau dibadan galau ingatan. Ingat pungguk rindukan bulan.
Serapah disembur mengubat gatal. Tok bomoh membaca jampi. Sebelum tidur ditepuk bantal. Menyeru nama dalam mimpi.
Berjalan di malam kelam. Baiklah kiranya berteman. Kenapa pungguk rindukan bulan. Bunga banyak kembang ditaman.
Hilir rakit berkajang kain. Di mana teluk singgah bertimba. Niatku tidak pada yang lain. Adinda seorang tiadalah dua.
Leher merah itu helang. Terbangnya tangkas perangai garang. Jangan dinda berhati walang. Kasih kanda padamu seorang
Bunga lada tingginya sama. Ambil setangkup bunga melati. Kanda berjanji terlalu lama. Manalah sanggup dinda menanti.
Ambil setangkup bunga melati. Hiasan rambut puteri jelita. Kenapa dinda tak sanggup menanti. Mana perginya janji setia
Kayu mempoyan kulitnya manis. Patah galah dalam paya. Laku perempuan mulutnya manis. Cakap sepatah jangan percaya
Kerisi, Cencaru, siikan Parang. Ikan Belut siikan gerut. Tidak sangka orangnya curang. Lain dimulut lain diperut.
Kain buruk jatuh di papan. Patah terkulai dahan meranti. Biarlah buruk rupamu tuan. Asal pandai mengambil hati.
Tengah padang pasang pelita. Anyam ketupat bulan puasa. Bukan nak pandang cantiknya rupa. Hati terpikat budi bahasa.
Kalaulah jadi pergi ke ladang. Kain panjang cari dahulu. Kalaulah jadi pergi berdagang. Induklah semang cari dahulu.
5. Pantun Nasehat Pendidikan
Pantun nasehat pendidikan dapat diberikan kepada anak yang sedang belajar agar lebih semangat. Berikut adalah pantun nasehat pendidikan.
Ke toko beli sepatu baru. Toko sepatu dekat rumah Agus. Dengarkanlah nasihat guru. Supaya nilai tugas selalu bagus.
Main boneka ke rumah Rara. Rara bermain sambil bertanya. Kalau ingin jadi juara. Giat belajar jadi rahasianya.
Adik terluka pada tangan. Luka dicuci hingga kesat. Belajar mempermudah tantangan. Bertanya agar tidak tersesat.
Pergi ke pasar mencari benang. Pulang ke pasar beli terasi. Orang tua merasa senang. Jika anak berprestasi.
Jalan-jalan ke pasar ikan. Pasar ikan di kota Sabah. Jangan melupakan pendidikan. Agar pengetahuan bertambah.
Baca buku di depan latar. Buku novel berakhir pilu. Kalau kamu ingin pintar. Rajin belajar selalu.
Pagi-pagi makan duku. Duku manis diminta Nia. Jangan bosan membaca buku. Karena buku jendela dunia.
Beli ikan ke pinggir pantai. Pulang ke rumah angsa dikejar. Kalau kamu ingin pandai. Jangan malas untuk belajar.
Makan rendang daging sapi. Nasi padang masih hangat. Untuk bisa meraih mimpi. Harus belajar dengan semangat.
Pergi ke sekolah bersama Eca. Ke sekolah sambil makan pai. Rajin-rajinlah membaca. Agar cita-cita bisa tercapai.
Si Joni langganan juara satu. Padahal hobinya tidur pulas. Kumpulkan PR tepat waktu. Agar bisa naik kelas.
Ayahku seorang petani. Bekerja membersihkan ilalang. Ayo belajar hari ini. Untuk masa depan gemilang.
Joni memancing di kala fajar. Pulang menenteng banyak ikan. Bagi siapa yang rajin belajar. Pasti akan sukses kemudian.
Anak kecil bermain batu. Batu besar dilempar masuk sumur. Belajar jangan mengenal waktu. Juga jangan mengenal umur.
Hari Minggu belanja ke pasar. Membeli sayuran dan juga beras. Tiap hari rajinlah belajar. Agar di masa depan jadi orang yang cerdas
Ikut lomba dan kalah. Pulang-pulang hati kesal. Waktu muda rajinlah sekolah. Agar di masa tua tak menyesal
Berlari-lari memacu waktu. Tetap tertinggal gerbong kereta. Letakan Pendidikan di nomor satu. Untuk kemajuan bangsa dan negara.
Pergi ke Kota Blitar. Tak ingin pulang buru-buru. Jika ingin menjadi anak pintar. Belajarlah pada guru.
Pukul tujuh pagi masuk kelas. Mengerjakan tugas yang cukup rumit. Menuntut ilmu haruslah ikhlas. Wujudkan cita-cita setinggi langit.
Dani suka terbawa arus. Hingga lupa jati dirinya. Semangat belajar terus-menerus. Kelak akan kau petik buahnya.
Malam minggu penuh canda. Bersantai sambil main gitar. Belajarlah kamu selagi muda. Agar nanti jadi anak pintar.
Siput mudah dikejar. Tak dapat ia cepat berlari. Ilmu didapat dengan belajar. Namun harus sepenuh hati
Air melurut ke tepian mandi. Kembang berseri bunga senduduk. Elok diturut resmi padi. Semakin berisi semakin tunduk.
Burung kenek-kenek. Hinggap atas pagar. Pesan datuk nenek. Rajin-rajinlah belajar.
6. Pantun Nasehat Kebersihan
Pantun nasehat kebersihan dapat dijadikan motivasi untuk menjaga kebersihan lingkungan. Berikut adalah pantun nasehat kebersihan.
Ke warung lewat belokan. di seberang ada singkong rambat. Jangan buang sampah di selokan. Agar selokan tidak tersumbat.
Ke pasar beli barang pangan. pergi ke pasar naik pedati. Selalu ingat kebersihan lingkungan. Lingkungan bersih menyenangkan hati.
Main layangan bersama Anya. Layangan Anya punya Mas Arga. Buanglah sampah pada tempatnya. Lingkungan bersih terus terjaga.
Mawar merah melati putih. Bunga anggrek pun banyak gunanya. Mari biasakan hidup bersih. Buanglah sampah pada tempatnya
7. Pantun Nasehat Agama
Pantun nasehat agama dapat digunakan untuk menyampaikan nasehat agama. Berikut adalah pantun nasehat agama.
Jalan-jalan ke Bali. Jalan jauh mencari mainan. Kepada Tuhan-lah kita kembali. Mohonlah doa dan ampunan.
Pagi hari petani datang menyemai. Padi tumbuh disiram sudah. Jika ingin hidup dalam damai. Jangan pernah lupa beribadah.
Ani pergi ke sekolah terlambat. Hingga gurunya memarahi. Jangan meninggalkan sholat. Agar mendapat ridho ilahi.
Beli mangga bersama Sofia. Sofia beli mangga dapat empat. Jangan bosan untuk berdoa. Niscaya dikabulkan disaat tepat.
Rian main bersama Asa. Tapi lupa mengajak Firman. Jangan pernah remehkan puasa. Karena puasa termasuk rukun iman.
Pergi kemah jangan lupa bawa tenda Tenda dibawa milik Dima. Punya rejeki beramal jangan tunda. Tunaikan rukun iman yang ke lima.
Menulis puisi dengan penuh tanya. Tak lama kemudian ada tamu. Sebut nama pujaan dihadapanNya. Siapa Tau ia jodohmu.
Ke toko swalayan membeli minyak zaitun. Tiba di swalayan banyak anak bermain. Selalu menjaga sopan santun. Agar dihargai oleh orang lain
Besi itu sudah menua. Akan dibuat kasur pakai busa. Jangan membangkang perintah orang tua. Sebab akan menambah dosa.
Pak Yudi gemar bertapa di gua. Kertas dibakar menjadi abu. Jangan suka membohongi orang tua. Sebab surga ditelapak kaki ibu
Semua lauk habis sudah. Tertinggal sepiring gula-gula. Sejak kini rajinlah ibadah. Niscaya dapat masuk surga.
Bawa umpan pancing dengan wadah. Jerat gerombol ikan dengan jala. Luruskan niat dalam ibadah. Agar berkah dan berpahala.
Roni gemar bakso urat. Bakso urat pakai mie dan sayuran. Jika kamu ingin hidup selamat. Coba selalu taat perintah Tuhan.
Hari ini hari Selasa. Esok hari berganti Rabu Jika ingin masuk ke surga. Ingat ibadah nomor satu.
Letak bunga di atas dulang. Sisipkan daun hiasan tepinya. Banyak berdoa selepas sembahyang. Mohon diampun dosa di dunia.
Bila todak melanda Singapura. Habis dikerat dicincang lumat. Bila khianat pada manusia. Dunia akhirat takkan selamat
Habis dikerat dicincang lumat. Patinya diaduk dijadikan ubat. Dunia akhirat takkan selamat. Kecuali minta ampun nasuha taubat
Kemuning daunnya lampai. Tubuh dijirat Paduka Tuan. Di atas dunia kaul tak sampai. Di dalam syurga ada penantian
Tubuh dijirat Paduka Tuan. Tidak cacat tidak selia. Di dalam syurga ada penantian Hanya untuk yang beramal mulia
Sungguhlah besar taman Seri Mahkota. Tempat bermain bidadari Lela Utama. Sungguhlah benar bagi orang yang takwa. Ada tempat yang aman dan bahagia
Kain besurek kain bertulis. Pakaian raja Bugis - Makassar. Di Luh Mahfuz sudah tertulis. Janji sudah tak dapat ditukar
Cari lebah bersarang besar. Jangan tersengat racun berbisa. Janji Allah adalah benar. Jangan tertipu kehidupan dunia
Harban Dewa anaknya Zanggi. Manis rupanya elok bercahaya. Jika perempuan taatkan laki. Beroleh syurga Jannatul Mahwa
Menantunya pula Lela Sari. Semua melihat jatuh berahi. Selagi agama tidak diingkari. Sebarang perintah wajib dipatuhi
Kelat sekali buah peria. Kelatnya kurang buah dibelah. Taatkan laki beroleh syurga. Taat mutlak semata kepada Allah
Habis jalan, bangunan bergegar. Tanda bencana yang amat berat. Kalau sumpah selalu dilanggar. Tidak selamat dunia akhirat.
Baca juga: 15 Pantun tentang Kebersihan yang Menginspirasi
Contoh pantun nasehat dapat diberikan kepada orang yang membutuhkan nasehat tanpa bermaksud menyinggung. Pantun nasehat dapat digunakan sebagai penentram hati ketika dilanda kesusahan dan kesedihan (Fia)
