2 Contoh Pidato Pentingnya Menuntut Ilmu dalam Agama Islam

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pidato merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan berorasi di depan umum untuk menyampaikan pesan positif kepada audiens. Banyak tema yang dapat digunakan dalam berpidato, yaitu contoh pidato pentingnya menuntut ilmu dalam agama Islam.
Mengingat pada era yang saat ini, menuntut ilmu sudah menjadi salah satu kewajiban seseorang jika ingin bersaing dengan orang lain. Jika kita tertinggal dan tidak memiliki ilmu tentunya kita tidak akan memahami sebuah peradaban yang perubahannya sangat cepat.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
2 Contoh Pidato Pentingnya Menuntut Ilmu
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pidato adalah pengungkapan pikiran dalam bentuk kalimat yang ditujukan kepada orang banyak atau di depan khalayak.
Adapun contoh pidato pentingnya menuntut ilmu dalam agama Islam adalah sebagai berikut:
1. Pentingnya Menuntut Ilmu
Mengutip dari laman banten.nu.or.id, berikut adalah contoh pidato pentingnya menuntut ilmu dalam agama Islam secara lengkap.
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah Swt. yang telah memberikan rahmat, kesehatan dan hidayahnya kepada kita semua sehingga dapat berkumpul di tempat ini.
Hadirin yang berbahagia, pada hari ini saya akan menyampaikan pentingnya menuntut ilmu bagi setiap manusia. Dalam agama Islam, hukum menuntut ilmu adalah wajib, tanpa terkecuali baik kecil, besar, muda, tua, kaya maupun miskin.
Ilmu adalah warisan para nabi yang sangat penting tentunya untuk dikembangkan untuk diri sendiri dan umat sehingga lebih lebih dekat dengan Sang Pencipta Allah Swt. Hal ini sebagaimana Rasulullah saw bersabda:
إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
'iina al'anbia' lam yuarithuu dinaran wala dirhaman 'iinama warathuu aleilm faman 'akhadh bih 'akhadh bihazin wafir
Artinya: “Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, sesungguhnya mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang telah mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Setiap orang yang mimiliki ilmu tidak akan melelahkan, karena tempat ilmu adalah di dalam hati yang akan selalu terjaga, sehingga tidak membutuhkan lemari khusus ataupun kunci spesial untuk menjaga ilmu tersebut.
Allah Swt. akan memberikan keistimewaan bagi orang-orang yang selalu berusaha belajar, apalagi belajar dalam ilmu agama dan sampai dijuluki ilmuan atau ahli dalam bidang tertentu. Selain itu, mereka juga akan diberikan kelebihan seperti:
1. Diangkat derajatnya
Hal ini sebagaimana tertulis dalam surat Al-Mujadalah: 11:
يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Yarfae alllh alladhin amanua minkumۙ walladhin autuu aleilm darajtinۗ walllh bima taemalun khabir
“Allah mengangkat orang-orang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (Al-Mujadalah: 11)
2. Dimudahkan jalannya ke surga
Swtiap muslim pasti menginginkan surga. Bahkan, Allah Swt menjanjikan hal tersebut dari bagi amalan saleh yang dilakukan oleh umat Islam. Untuk itu, salah satu jalan yang bisa kita lakukan untuk menuju surga adalah menuntut ilmu. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah:
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Waman salak tariqan yaltamis fih eilman, sahhal allh lah bih tariqan 'iilaa aljann
“Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju surga.” (HR Bukhari dan Muslim)
3. Memiliki pahala yang kekal
Dengan memiliki ilmu, kelak akan bermanfaat bagi orang yang bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu untuk tambahan amal yang kekal apabila diamalkan oleh muridnya. Sebab, ilmu tersebut bukan hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain. Rasulullah bersabda:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
'iidha mat al'iinsan anqatae eamaluh 'iilaa min thalathat min sadaqat jariat waeilm yuntafae bih wawalad salih yadeu lah
Artinya: “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mau mendoakannya” (HR Muslim no 1631)
4. Dicintai oleh Nabi Muhammad saw
Rasulullah saw mendoakan para pencari ilmu sebagai berikut:
عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيهٍ
ean zayd bn thabit qal samiet rasul alllah salla alllah ealayh wasallam yaqul naddar alllah amraan samie minna hadithan fahafizah hatta yuballighah farubb hamil fiqh 'iilaa man hu 'afqah minh warubb hamil fiqh lays bifaqih
Dari Zaid bin Tsabit mengatakan, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Semoga Allah memperindah orang yang mendengar hadits dariku lalu menghafal dan menyampaikannya kepada orang lain, berapa banyak orang menyampaikan ilmu kepada orang yang lebih berilmu, dan berapa banyak pembawa ilmu yang tidak berilmu.” Hadist ini diriwayatkan oleh Abu Daud.
5. Bahagia Dunia dan Akhirat
Hal ini sebagaimana Rasulullah saw bersabda:
مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ أَرَادَ الأَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ
Man 'arad aldunya faealayh bialeilmi, waman 'arad al'akhirat faealayh bialeilmi, waman 'aradahuma faealayh bialeilm
“Barang siapa menginginkan kebahagian dunia, maka tuntutlah ilmu dan barang siapa yang ingin kebahagian akhirat, tuntutlah ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya, tuntutlah ilmu pengetahuan”.
Ilmu menjadi kunci dan pusat segala kebaikan. Seseorang yang memiliki iman dan amal dianggap tidak sempurna kecuali dia memiliki ilmu. Jika seseorang memiliki ilmu, maka akan menyembah Allah Swt, dengan ilmu pasti menunaikan hak Allah Swt, dan dengannya pula agama Islam tersebar.
Sekian pidato singkat tentang pentingnya menuntut ilmu yang saya sampaikan pada hari ini, mohon maaf apabila terdapat kekurangan penyampaian atau kesalahan ucapan yang menyinggung atau menyakiti hati. Terima kasih banyak atas perhatian hadirin sekalian.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
2. Pentingnya Pendidikan Demi Masa Depan Cerah
Mengutip dari buku Ayo Mahir Berceramah Untuk SMA/MA, Indah Kumara Putri, dkk (2020:39-40), berikut adalah contoh pidato pentingnya menuntut ilmu pendidikan dalam agama Islam secara lengkap:
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Puji syukur kepada Allah Swt, pada pagi ini kita diberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita semua diberikan kesempatan yang baik ini untuk berkumpul dalam keadaan sehat wal'afiat.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi besar Muhammad saw, kepada keluarganya, sahabatnya, serta sampailah kepada kita selaku umatnya yang penuh kemuliaan di pagi hari ini.
Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang makna pentingnya pendidikan demi meraih masa depan yang cerah bagi generasi bangsa. Pendidikan memegang peranan yang sangat penting di dalam suatu kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hadirin yang berbahagia,
Seperti apa yang kita ketahui, bahwa pendidikan merupakan sebuah proses belajar yang sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan, baik untuk kehidupan diri sendiri, bagi keluarga, orang lain, maupun bagi bangsa serta Negara.
Akan tetapi, sangat disayangkan bahwa tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk merasakan mengenyam pendidikan hingga tingkat pendidikan yang tinggi.
Tentunya kita semua tahu bahwa sebagian kecil saudara kita di daerah terpencil ataupun yang memiliki keterbatasan ekonomi sangat sulit untuk dapat mengakses pendidikan. Pendidikan sangat sulit mereka dapatkan karena ekonomi yang terbatas serta akses yang terkendala.
Di sisi lain, kita bisa mendapatkan pendidikan dengan mudah, maka dari itu bagi kita yang memperoleh kemudahan untuk merasakan pendidikan, mari kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Pendidikan menjadi salah satu cara untuk menggapai cita-cita. Segala cita-cita tidak akan tercapai jika tidak memiliki pendidikan yang layak. Pendidikan juga bisa menjadi cara untuk memutus rantai kemiskinan, sebab kemiskinan kaitannya erat dengan kebodohan.
Untuk itu, mengingat pentingnya menuntut ilmu pendidikan bagi kehidupan pribadi maupun kehidupan berbangsa dan bernegara, maka marilah kita menyiapkan pendidikan setinggi-tingginya supaya apa yang kita cita-citakan dapat tercapai.
Demikian apa yang dapat saya sampaikan, mohon maaf apabila terdapat kekurangan penyampaian atau kesalahan ucapan yang menyinggung atau menyakiti hati. Terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Itulah dua contoh pidato pentingnya menuntut ilmu dalam agama Islam yang berisi petunjuk dan nasihat kepada para pendengar. (HEN)
Baca Juga: Jalani Ramadan dengan Penuh Semangat Terus Jadi Baik bersama Kumparan
