Konten dari Pengguna

2 Contoh Puisi Hari AIDS Sedunia sebagai Bentuk Kepedulian terhadap Penderitanya

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi Puisi Hari AIDS Sedunia, Foto Unsplash/Bermix Studio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi Hari AIDS Sedunia, Foto Unsplash/Bermix Studio

Hari AIDS Sedunia diperingati tanggal 1 Desember setiap tahunnya. Banyak kegiatan yang dilakukan untuk memperingati hari tersebut, mulai dari membagikan pita hingga membaca puisi Hari AIDS Sedunia.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pasien yang terinfeksi HIV AIDS. Diharapkan, dengan kegiatan tersebut bisa memberikan semangat moral supaya orang yang terinfeksi tidak mengalami kesedihan yang mendalam.

Puisi Hari AIDS Sedunia

Ilustrasi Puisi Hari AIDS Sedunia, Foto Unsplash/Bermix Studio

Dua contoh puisi Hari AIDS Sedunia berikut ini merupakan bentuk kepedulian untuk para ODHA mengutip dari buku Suara Penjiwa: Coretan Sudut Jiwa dari Kebisuan Pecinta, D. N. Redha, (2020:54) dan Desamber Puisi, Lentisha Soraya, (2019:24).

The Last End

Hari ini

Tanggal 1 Desember.

Hari pertama pada bulan ke-12 Bulan terakhir dalam satahun

Hari ini

Tanggal 1 Desember

Hari ini juga diperingati sebagai hari AIDS sedunia

Hari dimana semangat dan ajakan

Untuk memerangi HIV/AIDS kembali dikobarkan

Tapi

Hari ini juga

Aku harus membuang semua kenangan

Manis, pahit, apapun itu

Tentang mu

Hari ini

Bersamaan dengan jatuhnya helaian rambut

Yang tak pernah kupotong

Saat kau pertama kali melihat

Rasa yang kusimpan dalam peti hati

Hari ini

Bersamaan dengan jatuhnya helaian rambut yang panjang ini

Waktu yang panjang sampai aku mampu melupakanmu

Dan harus ku simpan lagi rasa ini dalam peti hati

Hingga tertumpuk dalam-dalam, rapat, bahkan hingga aku tak sanggup buka kembali

Hingga akhir ku

Biarlah ini jadi sebuah bukti

Jadi satu-satunya bukti

Aku pernah mengenalmu

Aku pernah sayag padamu

Aku pernah mencoba jadi bagian dirimu

Dan, kau pernah ada dalam hatiku

Binar

Selamat sore binar

Apa kamu masih menangis disana?

Bagaimana malam memperlakukanmu?

Masihkah bintang menjauhimu?

Ku dengar, bumi juga mengucilkanmu?

Benarkah awan masih juga menghardikmu?

Kurasa langit berkata benar tentangmu

Kamu binar

Sang pewaris cahaya kelabu

Tertawalah binar, jangan menangis

Jangan meredup

Sinarmu abaikan malam, bintang, bumi, awan, dan langit

Kamu masih memiliki aku untuk langkahmu

Segera setelah Sang Gelap pergi

Bersama pelangi kita akan berbagi

Pagi... tertawalah...

Untuk ODHA "Selamat Hari Aids Sedunia"

Baca juga: 4 Contoh Puisi Hari Pohon Sedunia yang Penuh Makna

Dengan dua contoh puisi Hari AIDS Sedunia di atas, para pasien yang terinfeksi virus HIV AIDS tetap mempunyai semangat untuk berjuang dalam hidupnya. (Adm)