2 Contoh Puisi Hari AIDS Sedunia sebagai Bentuk Kepedulian terhadap Penderitanya

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hari AIDS Sedunia diperingati tanggal 1 Desember setiap tahunnya. Banyak kegiatan yang dilakukan untuk memperingati hari tersebut, mulai dari membagikan pita hingga membaca puisi Hari AIDS Sedunia.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pasien yang terinfeksi HIV AIDS. Diharapkan, dengan kegiatan tersebut bisa memberikan semangat moral supaya orang yang terinfeksi tidak mengalami kesedihan yang mendalam.
Puisi Hari AIDS Sedunia
Dua contoh puisi Hari AIDS Sedunia berikut ini merupakan bentuk kepedulian untuk para ODHA mengutip dari buku Suara Penjiwa: Coretan Sudut Jiwa dari Kebisuan Pecinta, D. N. Redha, (2020:54) dan Desamber Puisi, Lentisha Soraya, (2019:24).
The Last End
Hari ini
Tanggal 1 Desember.
Hari pertama pada bulan ke-12 Bulan terakhir dalam satahun
Hari ini
Tanggal 1 Desember
Hari ini juga diperingati sebagai hari AIDS sedunia
Hari dimana semangat dan ajakan
Untuk memerangi HIV/AIDS kembali dikobarkan
Tapi
Hari ini juga
Aku harus membuang semua kenangan
Manis, pahit, apapun itu
Tentang mu
Hari ini
Bersamaan dengan jatuhnya helaian rambut
Yang tak pernah kupotong
Saat kau pertama kali melihat
Rasa yang kusimpan dalam peti hati
Hari ini
Bersamaan dengan jatuhnya helaian rambut yang panjang ini
Waktu yang panjang sampai aku mampu melupakanmu
Dan harus ku simpan lagi rasa ini dalam peti hati
Hingga tertumpuk dalam-dalam, rapat, bahkan hingga aku tak sanggup buka kembali
Hingga akhir ku
Biarlah ini jadi sebuah bukti
Jadi satu-satunya bukti
Aku pernah mengenalmu
Aku pernah sayag padamu
Aku pernah mencoba jadi bagian dirimu
Dan, kau pernah ada dalam hatiku
Binar
Selamat sore binar
Apa kamu masih menangis disana?
Bagaimana malam memperlakukanmu?
Masihkah bintang menjauhimu?
Ku dengar, bumi juga mengucilkanmu?
Benarkah awan masih juga menghardikmu?
Kurasa langit berkata benar tentangmu
Kamu binar
Sang pewaris cahaya kelabu
Tertawalah binar, jangan menangis
Jangan meredup
Sinarmu abaikan malam, bintang, bumi, awan, dan langit
Kamu masih memiliki aku untuk langkahmu
Segera setelah Sang Gelap pergi
Bersama pelangi kita akan berbagi
Pagi... tertawalah...
Untuk ODHA "Selamat Hari Aids Sedunia"
Baca juga: 4 Contoh Puisi Hari Pohon Sedunia yang Penuh Makna
Dengan dua contoh puisi Hari AIDS Sedunia di atas, para pasien yang terinfeksi virus HIV AIDS tetap mempunyai semangat untuk berjuang dalam hidupnya. (Adm)
