Konten dari Pengguna

20 Kata-Kata Gus Baha yang Penuh dengan Pesan Bermakna

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kata-kata Gus Baha. Sumber: unsplash.com/Mubashir Ahmet
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kata-kata Gus Baha. Sumber: unsplash.com/Mubashir Ahmet

Gus Baha, atau yang dikenal dengan nama lengkap KH. Ahmad Bahaudin Nursalim, adalah seorang ulama, da'i, dan penulis asal Indonesia. Bahkan beberapa kata-kata Gus Baha saat ceramah atau yang ditorehkan dalam kitab kerap dijadikan pedoman oleh banyak orang.

Gus Baha dikenal karena pemahamannya yang mendalam tentang agama Islam serta kemampuannya menyampaikan pesan-pesan bermakna dengan cara yang sederhana. Banyak kata-kata beliau yang sangat mengena dengan kehidupan sehari-hari.

20 Kata-Kata Gus Baha

Ilustrasi kata kata Gus Baha. Sumber: unsplash.com/Simon Infanger

Dalam buku Bahagia Beragama Bersama Gus Baha, Khoirul Anam, 2022, berikan mengenai Gus Baha dan perjalanan dakwahnya. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari ceramahnya beliau.

Melalui berbagai ceramah, tulisan, dan pengajaran, Gus Baha telah meninggalkan jejak inspiratif bagi banyak orang. Berikut adalah 20 kata-kata Gus Baha yang penuh dengan pesan bermakna, yang mampu meresap dalam hati dan pikiran pendengar dan pembaca.

  1. "Harapan dan keinginan ini seharusnya sejalan. Ya sejalan dengan betapa besar usaha yang kamu lakukan dalam mewujudkannya."

  2. "Untuk memperbaiki manusia itu butuh proses, tidak bisa langsung dihabisi. Jika tugas kenabian hanya untuk menghabisi keburukan, tentu bermitra dengan Izrail jauh lebih efektif ketimbang bermitra dengan Jibril."

  3. "Kita ini mudah mencintai orang yang berjasa dalam hidup kita, tapi kenapa tidak mudah mencintai Allah yang jasa-jasanya sangat besar dalam hidup kita."

  4. "Tak masalah saat ini kamu miskin. Bisa jadi itu alasan Allah kelak untuk membawamu ke surga-Nya."

  5. "Sesuatu itu mudah sekali kalau dianalisis dengan Ilmu."

  6. "Bersyukur itu perlu terus latihan. Jangan hanya rasa syukur hanya saat memiliki sesuatu."

  7. "Saat Kamu merasa tidak ada orang yang berada di pihakmu, tenanglah karena Allah selalu bersamamu."

  8. "Barang siapa belajar tanpa guru, maka gurunya adalah setan."

  9. “Di akhirat, kenangan yang paling indah di dunia adalah, seberapa sering kita sujud kepada Allah SWT.”

  10. “Cinta mungkin terkadang membuatmu rapuh, tetapi berterima kasihlah kepadanya, karena cinta darinya bisa membuatmu lebih kuat dari sebelumnya.”

  11. “Sering kali kita mengabaikan hal-hal kecil, padahal dari sanalah sesuatu yang besar lahir dan tumbuh.”

  12. “Jangan pernah putus asa saat merasa dalam kesulitan, sebab Allah menyertakan kemudahan setelah kesulitan.”

  13. "Kita tidak pernah tahu, bisa jadi orang yang kalian bodoh-bodohin, akan lahir seorang anak yang pintar."

  14. "Kalau untuk kenyang hanya butuh satu piring, kenapa harus korupsi?"

  15. "Kalau niat sholat jangan hanya karena diterima sholatnya saja, itu nafsu. Niatlah sholat karena kamu merasa diciptakan dan ditakdirkan untuk sujud, karena faktanya Gusti Allah memang pantasnya disujudi."

  16. "Kalau malaikat datang dan memberitahu saya bahwa kelak saya akan masuk neraka selamanya, apakah saya akan berhenti menyembah Tuhan? Tidak. Saya akan terus menyembah Tuhan."

  17. "Orang yang tidak mampu melihat kekurangannya sendiri, sulit bisa melihat kelebihan orang lain."

  18. “Kebodohan itu merusak, tetapi merasa dirinya paling pintar lebih merusak.”

  19. "Cinta ialah sebuah pupuk yang dapat menyuburkan segala rasa tandus pada hati."

  20. “Niat shodaqoh yang benar adalah ini uang Allah dan saya berikan lagi kepada Allah. Hilangkan kata AKU.”

Baca juga: Kumpulan Kata-Kata Bijak Gus Baha yang Penuh Makna dan Menginspirasi

Kata-kata Gus Baha membawa inspirasi, nilai-nilai kebaikan, dan pemahaman mendalam tentang agama Islam dan kehidupan. Pesan-pesan ini tidak hanya memberi panduan dalam beragama, tetapi juga dalam menjadi individu yang lebih baik lagi. (FH)