Konten dari Pengguna

20 Puisi tentang Perpisahan Sekolah untuk Hari Kelulusan

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 10 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi tentang perpisahan sekolah. Pexels/Pavel Danilyuk
zoom-in-whitePerbesar
Puisi tentang perpisahan sekolah. Pexels/Pavel Danilyuk

Acara kelulusan di sekolah biasanya berisi terdiri dari berbagai rangkaian kegiatan. Salah satunya adalah pembacaan puisi tentang perpisahan sekolah yang menyentuh hati sebagai bentuk terima kasih kepada pihak sekolah, guru, hingga teman-teman.

Pembacaan puisi di hari kelulusan biasanya dilakukan oleh siswa yang akan lulus mau pun adik kelas. Pembacaan puisi ini merupakan bentuk ungkapan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu siswa untuk mencapai kelulusan.

Daftar isi

20 Puisi tentang Perpisahan Sekolah sebagai Referensi

Puisi tentang perpisahan sekolah. Pexels/Leeloo The First

Ada banyak puisi yang bisa dibawakan dalam acara perpisahan sekolah. Biasanya tema puisinya seputar sekolah atau hari kelulusan. Jika mencari referensi, inilah puisi tentang perpisahan sekolah yang bisa dibawakan pada hari kelulusan.

1. Sekolah yang Indah

Karya: Indra Imanuel Markus Wonata

Dikutip dari buku Antologi Puisi Salam Perpisahan, Rahayu Prihatin, (2016:64).

Sekolahku yang indah

Seindah taman yang sangat indah dan damai

Aku belajar banyak dari sekolah ku yang ku cinta

Aku jadi bisa punya banyak teman

Aku sangat cinta dengan sekolahku

Karena sekolahku aku bisa belajar

Sekolahku yang sangat indah

Dan sangat kucinta akan selalu kukenang

Walaupun nanti aku akan lulus

Akan selalu kukenang

2. Sekolahku

Karya: Maharani Selendra

Dikutip dari buku Antologi Puisi Salam Perpisahan, Rahayu Prihatin, (2016:60).

Sekolahku

Walau kau jauh di pelosok kota

Kau adalah tempatku mencari ilmu

Kau adalah tempatku berkumpul bersama teman

Kau adalah tempatku menggapai masa depan

Sekolahku

Tak terasa waktu cepat berlalu

Hampir tiga tahun aku bersamamu

Canda dan tawa bersama teman .

Nasihat yang bijak dari guruku

Semua kudapatkan di sekolahku

Sekolahku

Jika ku lulus nanti

Aku tidak akan pernah melupakanmu

Harapanku kelak kau akan lebih bagus dari sekarang

3. Perpisahan

Karya: Siti Zaleha M. Hashim

Dikutip dari buku Puisi Tunas Bangsa, Siti Zaleha, (2008:42).

Dengarlah teman aduhai taulan,

Hatiku ini hiba dan rawan,

Laksana malam kehilangan bulan,

Kerana tibanya perpisahan.

Sekolah ini penuh sejarah,

Kita bersama senang dan susah,

Walaupun kita akan berpisah,

Kenang selalu waktu yang indah.

Aduhai kawan bersopan santun,

Budimu jernih laksana embun,

Sepuluh jari kini kususun,

Terkasar bahasa mohon diampun.

Bertahun-tahun jadi sahabat,

Jangan kau lupa mengirim surat,

Jauh di mata di hati dekat,

Semoga hidupmu dilimpahi rahmat.

Dengarkanlah wahai teman sejati,

Kuatkan azam di dalam hati,

Apabila sudah berjaya nanti,

Jangan lupa menabur bakti.

4. Sekolah Kita

Karya: Eka Diva Handayani

Dikutip dari buku Antologi Puisi 'Menjadi Rasa yang Sama', Umpama_diksi, (2022:30).

Suatu hari nanti kita akan berpisah

Karena suatu saat nanti kita akan lulus sekolah

Tolong teman-teman

Jangan pernah berubah

Pernah susah senang bersama

Setelah ini kita tidak akan bertemu lagi

Tidak ada penjaga gerbang, petugas kebersihan,

dan penjaga kantin

Perpisahan ini sangat berat

Jagalah nama baik sekolah kita

5. Guruku

Karya: Kafidz

Dikutip dari buku Antologi Puisi Pembelajaran Tematik Sekolah Dasar, Kafidz, (2022:6).

Waktu telah mengantarkan kita

Pada satu titik pemahaman cerita

Bahwa tidak ada yang kekal abadi

Namun tetap kukenang di hati

Kau hanya sebentar menemaniku

Kau hanya sebentar senyum untukku

Kau hanya sebentar bersenda gurau denganku

Dan kau hanya sebentar membimbingku

Ketika air mata tak terteteskan

Bukan berarti sebuah kerelaan

Kini kita harus berjalan

Melangkah untuk perpisahan

Wahai guruku

Akan kukenang semua jasamu

Semoga waktu tak membuat kita angkuh

Tetap kenanglah SDN Sidomulyo Sidayu

6. Perpisahan

Karya: Ahmad Hozali

Dikutip dari buku Keheningan Doa: Kumpulan Puisi, Ahmad Hozali, (2020:31).

Bulan Juli adalah bulan masa-masa

terakhir belajar bersama

Tak terasa waktu tiga tahun telah berlalu

Canda tawa selalu menghiasi hari-hari

di sekolah

Menghiasi indahnya warna-warni masa

sekolah

Perpisahan bukan berarti berpisah

Masa-masa sekolah selalu terkenang

Bangku dan meja berwarna coklat menjadi

kenangan

Menghilangkan kebodohan generasi bangsa

Perpisahan hanya kata peninggalan sejenak

dari tempat peraduan ilmu

Tiada kata saling melupakan satu sama lain

Gedung-gedung tinggi menjadi kenangan

tempat meraih mimpi

Mewujudkan cita-cita generasi penerus

bangsa

7. Perpisahan Sementara

Karya: Amira Syafana

Dikutip dari buku Kumpulan Puisi “Lukisan Hati“, Nortauli Simanjuntak, dkk., (2016:145).

Tak terasa...

Waktu ini telah tiba

Waktu untuk berpisah dengan teman, guru dan sahabatku

Aku tak menyangka secepat ini

Suka... Duka… Canda… Tawa...

Kita lalui bersama...

Dahulu kita sering tertawa, menangis, bahagia bersama

Mengerjakan tugas bersama

Makan bersama

Tak disangka hari ini saatnya kita berpisah

Kini kita sudah memiliki tujuan masing masing

Mencari sekolah yang baru

Teman teman yang baru

Kalian adalah teman teman terbaik

Semoga kalian mendapat teman yang baru

Sekolah yang diimpikan

Sukses yang diraih

Waktu itulah yang akan mempertemukan kita kembali

Bertemu dengan mimpi besar di tangan kita

Nanti....

8. Sekolah Panutanku

Karya: Fatimah Azzahra

Dikutip dari buku Antologi Puisi Ada Rindu Dibalik Ruang, SMP Swasta Bunayya Sibolga, Kelas VIII Ahmad Dahlan, (2023:12).

Setiap hari bangun jam lima pagi

Tak lupa salat dan juga mandi

Bersiap untuk pergi

Menuntut ilmu tiada henti

Belajar ke sekolah

Untuk meraih cita-cita

Jika tak ada sekolah

Bagaimana bisa menjadi penerus bangsa?

Wahai sekolah

Engkaulah tempat untuk menuntut ilmu

Tempat untuk belajar

Tempat mengajarkanku hal yang baik dan benar

Sekolah...

Terima kasih telah memberikan pendidikan

Memberikan ilmu

Memberikan teman

Bahkan guru seperti orang tuaku

Sekolah engkaulah panutan bagiku

9. Sekolahku Ceriaku

Karya: Muhammad Faidzin Nuransyah

Dikutip dari buku Cendera Mata Perpisahan, CAMVERCI, (2020:102).

Puisi sederhana ini kupersembahkan untukmu untuk

sekolahku

Tempat di mana aku belajar dan menuntut ilmu

Tempat di mana aku mengenal kawan dan juga lawanku

Namun itu semua akan menjadi khayalanku

Bermain, berpacaran, jatuh cinta, dan belajar semuanya

menjadi satu

Puisi ini kutulis saat tengah malam

Di mana aku selalu mengingat kawan-kawanku

Di dalam pikiranku rasanya tidak ingin berpisah dengan

mereka semua

Tetapi takdir berkata lain, kita semua pasti akan

terpisahkan

Sekolahku mempertemukanku kepada keluarga keduaku

Guru sebagai orang tuaku dan kawanku sebagai

saudaraku

Di sekolah aku selalu merasa tenang, aku selalu merasa

senang

Di sekolah aku tidak pernah merasa bosan, karena canda

tawa ceria selalu kurasa dan selalu kurindu

Sekolahku semoga engkau terus menginspirasiku

10. Detik Perpisahan

Karya: Meliana Fitria

Dikutip dari buku Cendera Mata Perpisahan, CAMVERCI, (2020:100).

Di sini kita berjumpa

Di tempat yang setiap hari terpijak

Dengan segala cita

Dengan segala sukacita

Namun

Inilah saat di mana kita mesti beranjak

Karena hidup memang harus selalu bergerak

Masih banyak rindu yang tertancap

Untuk kita bertemu

Meskipun mengatakan hal itu tidak baik

Tidak ada yang tidak baik

Semua adalah kebaikan

Termasuk perpisahan

Sebab

Ini sebagai jembatan untuk sampai di kebahagiaan

Ini bukan perpisahan

Hanya pelepasan

Untuk persiapan

Perjalanan selanjutnya

Suatu saat kita akan saling sapa

Untuk membahas cerita

Yang penuh luka dan tawa

11. Teman SMA

Karya: M. Kulyubi

Dikutip dari buku Cendera Mata Perpisahan, CAMVERCI, (2020:96).

Teman? Terima kasih untuk semuanya

Aku sangat beruntung memiliki teman seperti kalian

Di kala aku kesusahan, keresahan, kesedihan

Kau selalu ada untuk membantu

Teman? Tawamu, candamu, kekonyolanmu akan

kukenang selalu di hidupku

Kawan, Secepat inikah kita akan berpisah?

Sesingkat inikah kita duduk bersama?

Apalah dayaku

Waktu tidak bisa berputar kembali

Aku harap suatu saat nanti kalian jangan melupakan

kisah ini

Karena ini sangat berarti

Aku yakin perpisahan ini bukanlah perpisahan yang

sebenarnya

Tetapi perpisahan ini hanya untuk sementara

Teman? Semoga suatu saat nanti kalian semua sukses dan bisa tercapai cita-cita kalian

12. Sekolah

Karya: Jedi Febiano

Dikutip dari buku Cendera Mata Perpisahan, CAMVERCI, (2020:93).

SMA Negeri Pamijahan

Tempatku menuntut ilmu

Tempatku bertemu teman-teman baru

Terima kasih

Atas ilmu yang telah engkau berikan dan

Terima kasih

Karenamu aku mempunyai kenangan yang amat tak

terlupakan

Pesanku untuk sekolahku

Tetaplah menjadi sekolah kebanggaan di wilayah

Pamijahan

13. Pucuk dari Abu

Karya: Wanda Siti Rahma

Dikutip dari buku Cendera Mata Perpisahan, CAMVERCI, (2020:76).

Kala itu hujan menerjang bumiku

Ribuan air mata jatuh membasahi bumi

Seakan ia ikut bersusah hati

Bersama dengan rintik sendu

Kini perpisahan berujung temu

Langkah awal yang baru

Sekarang hanya tinggal kenangan

Putih abu yang penuh suka cita

Putih abu yang dihiasi suka, duka, dan cinta

Kini hanya tinggal kenangan

Yaa hanya tinggal kenangan

Perpisahan kini tiba

Membuatku laksana menggenggam pecahan kaca

Namun aku tahu,

perpisahan bukan akhir dari segalanya

la datang untuk mengubah takdir

Membawa awal baru

Menuju buana yang kian lurus.

14. Arti Perpisahan

Dikutip dari situs smadiwarna.sch.id.

Perpisahan memang selalu menjadi bingkai kesedihan

Perlahan menghitung waktu mendekati saat kita tak bisa berjumpa lagi

Sesering dulu ketika masih berseragam putih biru

Untuk mengawali langkah menuju putih abu-abu.

Sahabat,

Melalui jalan perpisahan akan membuat kita tersadar

Apakah itu arti kebersamaan

Apa arti mengukir bingkai kenangan

Arti pertemanan dan persahabatan

Dan juga arti saling mendoakan

Sahabatku,

Izinkan aku untuk merindumu

Izinkan aku untuk menyimpan namamu dalam hatiku

Agar kita tetap bersama selalu

Meskipun hanya di dalam kalbu

15. Puisi Cinta untuk Guru

Dikutip dari situs smadiwarna.sch.id.

Guruku,

Ketika kami datang engkau sambut dengan ketulusan

Saat pertama kali datang kami tidak mengerti

Apa yang sebenarnya kami cari

Namun cintamu membimbing kami

Menapaki langkah-langkah kecil titian ilmu

Tanganmu selalu siap mendekap kami

Ketika kami terjebak dalam rasa lelah dan sendu

Guruku,

Kini tiba saatnya kami pergi

Mengepakkan sayap yang telah engkau bimbing selama ini

Untuk menuntaskan janji kami

Meraih cita-cita di hari nanti

Guruku,

Cinta kami untukmu tidak akan pernah mati

Sekalipun kaki kami telah melangkah pergi.

16. Harimu Akhirnya Tiba

Karya: Kelly Roper

Dikutip dari situs lovetoknow.com.

Hari kelulusan akhirnya tiba,

Dan kini berakhirlah masa SMA-mu.

Ingatlah selalu teman-teman yang kamu sayangi,

Dan lihatlah ke arah masa depan tanpa rasa takut.

Ini adalah hari yang telah dirimu persiapkan

Sejak hari pertama memasuki pintu kelas.

Sekarang saatnya mengucapkan selamat tinggal,

Dan melebarkan sayapmu dan siap untuk terbang.

Jadi, teteskan air mata dan bagikan senyuman,

Dan pastikan untuk selalu mengingatnya,

Bahwa meskipun sekarang mungkin sudah waktunya untuk pindah,

Kenangan hari ini akan bertahan sepanjang hidupmu.

17. Baju Togaku

Karya: Kelly Roper

Dikutip dari situs lovetoknow.com.

Ketika aku memikirkan tentang kelulusan,

Aku tidak pernah yakin bagaimana perasaanku.

Itu selalu tampak seperti mimpi yang jauh;

Mengenakan baju toga, aku baru saja membuatnya menjadi nyata.

Kami semua berbaris di lorong,

Dan musik mulai bermain.

Saatnya untuk memulai pertunjukan ini;

Tahap berikutnya dari kehidupan kita dimulai hari ini.

18. Kelulusan dan Kemungkinan

Karya: Kelly Roper

Dikutip dari situs lovetoknow.com.

Saatnya mengucapkan selamat tinggal

Waktu untuk awal yang baru

Waktu untuk mengenang masa lalu

Waktu untuk melihat ke depan dengan penuh harapan

Waktu untuk melihat kembali kehidupan sejauh ini

Waktu untuk perayaan

Waktu dengan kemungkinan yang tak terbatas...

19. Untuk Lentera

Karya: Sartika

Dikutip dari buku Antologi Puisi Tamadun: Kota Madani, Andri Saputra, S.Pd., M.Pd, dkk., (2021:124).

Untuk lentera

Terima kasih karena di dalam cahayamu

Kau menerangi dari jalan gelap yang kulalui

Karena itu aku tau jalan yang aku lalui tidak

selamanya mudah

Untuk lentera

Terima kasih karena di dalam kegelapanmu

Kau mengajarkanku menghadapi kegelapan

Dan penuh dengan rintangan

Sehingga aku menjadi teguh

Oh guru, lenteraku

Terima kasih untuk ilmu yang berguna

Kau akan selalu ada di dalam hati dan jiwaku

20. Engkau Guru

Karya: Tunik Nurul Fuadah

Dikutip dari buku Kumpulan-Kumpulan Puisi (Guru), Ah. Birrul Walidain, (2020:13).

Engkau yang memberi ilmu pada kami

Kaulah yang mengajar menulis

Engkau juga mengajar menghitung dan membaca

Engkau adalah pelita bagi kami

Ibu dan bapak guru tak pernah lelah mengajar kami

Bagiku engkau pahlawanku

Tanpamu tak kan berarti

Engkau bagi embun penyejuk

Walau kami sering membuatmu marah

Kau pun tak pernah bosan

Kami tidak bisa membalas jasamu

Terima kasihku

Baca juga: 10 Puisi tentang Pendidikan 5 Bait untuk Referensi

Itulah berbagai puisi tentang perpisahan sekolah yang terdiri dari beragam tema. Puisi di atas bisa dijadikan sebagai referensi untuk dibacakan pada hari kelulusan di sekolah nanti. (PRI)