20 Puisi tentang Perpisahan Sekolah untuk Hari Kelulusan

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 10 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Acara kelulusan di sekolah biasanya berisi terdiri dari berbagai rangkaian kegiatan. Salah satunya adalah pembacaan puisi tentang perpisahan sekolah yang menyentuh hati sebagai bentuk terima kasih kepada pihak sekolah, guru, hingga teman-teman.
Pembacaan puisi di hari kelulusan biasanya dilakukan oleh siswa yang akan lulus mau pun adik kelas. Pembacaan puisi ini merupakan bentuk ungkapan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu siswa untuk mencapai kelulusan.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
20 Puisi tentang Perpisahan Sekolah sebagai Referensi
Ada banyak puisi yang bisa dibawakan dalam acara perpisahan sekolah. Biasanya tema puisinya seputar sekolah atau hari kelulusan. Jika mencari referensi, inilah puisi tentang perpisahan sekolah yang bisa dibawakan pada hari kelulusan.
1. Sekolah yang Indah
Karya: Indra Imanuel Markus Wonata
Dikutip dari buku Antologi Puisi Salam Perpisahan, Rahayu Prihatin, (2016:64).
Sekolahku yang indah
Seindah taman yang sangat indah dan damai
Aku belajar banyak dari sekolah ku yang ku cinta
Aku jadi bisa punya banyak teman
Aku sangat cinta dengan sekolahku
Karena sekolahku aku bisa belajar
Sekolahku yang sangat indah
Dan sangat kucinta akan selalu kukenang
Walaupun nanti aku akan lulus
Akan selalu kukenang
2. Sekolahku
Karya: Maharani Selendra
Dikutip dari buku Antologi Puisi Salam Perpisahan, Rahayu Prihatin, (2016:60).
Sekolahku
Walau kau jauh di pelosok kota
Kau adalah tempatku mencari ilmu
Kau adalah tempatku berkumpul bersama teman
Kau adalah tempatku menggapai masa depan
Sekolahku
Tak terasa waktu cepat berlalu
Hampir tiga tahun aku bersamamu
Canda dan tawa bersama teman .
Nasihat yang bijak dari guruku
Semua kudapatkan di sekolahku
Sekolahku
Jika ku lulus nanti
Aku tidak akan pernah melupakanmu
Harapanku kelak kau akan lebih bagus dari sekarang
3. Perpisahan
Karya: Siti Zaleha M. Hashim
Dikutip dari buku Puisi Tunas Bangsa, Siti Zaleha, (2008:42).
Dengarlah teman aduhai taulan,
Hatiku ini hiba dan rawan,
Laksana malam kehilangan bulan,
Kerana tibanya perpisahan.
Sekolah ini penuh sejarah,
Kita bersama senang dan susah,
Walaupun kita akan berpisah,
Kenang selalu waktu yang indah.
Aduhai kawan bersopan santun,
Budimu jernih laksana embun,
Sepuluh jari kini kususun,
Terkasar bahasa mohon diampun.
Bertahun-tahun jadi sahabat,
Jangan kau lupa mengirim surat,
Jauh di mata di hati dekat,
Semoga hidupmu dilimpahi rahmat.
Dengarkanlah wahai teman sejati,
Kuatkan azam di dalam hati,
Apabila sudah berjaya nanti,
Jangan lupa menabur bakti.
4. Sekolah Kita
Karya: Eka Diva Handayani
Dikutip dari buku Antologi Puisi 'Menjadi Rasa yang Sama', Umpama_diksi, (2022:30).
Suatu hari nanti kita akan berpisah
Karena suatu saat nanti kita akan lulus sekolah
Tolong teman-teman
Jangan pernah berubah
Pernah susah senang bersama
Setelah ini kita tidak akan bertemu lagi
Tidak ada penjaga gerbang, petugas kebersihan,
dan penjaga kantin
Perpisahan ini sangat berat
Jagalah nama baik sekolah kita
5. Guruku
Karya: Kafidz
Dikutip dari buku Antologi Puisi Pembelajaran Tematik Sekolah Dasar, Kafidz, (2022:6).
Waktu telah mengantarkan kita
Pada satu titik pemahaman cerita
Bahwa tidak ada yang kekal abadi
Namun tetap kukenang di hati
Kau hanya sebentar menemaniku
Kau hanya sebentar senyum untukku
Kau hanya sebentar bersenda gurau denganku
Dan kau hanya sebentar membimbingku
Ketika air mata tak terteteskan
Bukan berarti sebuah kerelaan
Kini kita harus berjalan
Melangkah untuk perpisahan
Wahai guruku
Akan kukenang semua jasamu
Semoga waktu tak membuat kita angkuh
Tetap kenanglah SDN Sidomulyo Sidayu
6. Perpisahan
Karya: Ahmad Hozali
Dikutip dari buku Keheningan Doa: Kumpulan Puisi, Ahmad Hozali, (2020:31).
Bulan Juli adalah bulan masa-masa
terakhir belajar bersama
Tak terasa waktu tiga tahun telah berlalu
Canda tawa selalu menghiasi hari-hari
di sekolah
Menghiasi indahnya warna-warni masa
sekolah
Perpisahan bukan berarti berpisah
Masa-masa sekolah selalu terkenang
Bangku dan meja berwarna coklat menjadi
kenangan
Menghilangkan kebodohan generasi bangsa
Perpisahan hanya kata peninggalan sejenak
dari tempat peraduan ilmu
Tiada kata saling melupakan satu sama lain
Gedung-gedung tinggi menjadi kenangan
tempat meraih mimpi
Mewujudkan cita-cita generasi penerus
bangsa
7. Perpisahan Sementara
Karya: Amira Syafana
Dikutip dari buku Kumpulan Puisi “Lukisan Hati“, Nortauli Simanjuntak, dkk., (2016:145).
Tak terasa...
Waktu ini telah tiba
Waktu untuk berpisah dengan teman, guru dan sahabatku
Aku tak menyangka secepat ini
Suka... Duka… Canda… Tawa...
Kita lalui bersama...
Dahulu kita sering tertawa, menangis, bahagia bersama
Mengerjakan tugas bersama
Makan bersama
Tak disangka hari ini saatnya kita berpisah
Kini kita sudah memiliki tujuan masing masing
Mencari sekolah yang baru
Teman teman yang baru
Kalian adalah teman teman terbaik
Semoga kalian mendapat teman yang baru
Sekolah yang diimpikan
Sukses yang diraih
Waktu itulah yang akan mempertemukan kita kembali
Bertemu dengan mimpi besar di tangan kita
Nanti....
8. Sekolah Panutanku
Karya: Fatimah Azzahra
Dikutip dari buku Antologi Puisi Ada Rindu Dibalik Ruang, SMP Swasta Bunayya Sibolga, Kelas VIII Ahmad Dahlan, (2023:12).
Setiap hari bangun jam lima pagi
Tak lupa salat dan juga mandi
Bersiap untuk pergi
Menuntut ilmu tiada henti
Belajar ke sekolah
Untuk meraih cita-cita
Jika tak ada sekolah
Bagaimana bisa menjadi penerus bangsa?
Wahai sekolah
Engkaulah tempat untuk menuntut ilmu
Tempat untuk belajar
Tempat mengajarkanku hal yang baik dan benar
Sekolah...
Terima kasih telah memberikan pendidikan
Memberikan ilmu
Memberikan teman
Bahkan guru seperti orang tuaku
Sekolah engkaulah panutan bagiku
9. Sekolahku Ceriaku
Karya: Muhammad Faidzin Nuransyah
Dikutip dari buku Cendera Mata Perpisahan, CAMVERCI, (2020:102).
Puisi sederhana ini kupersembahkan untukmu untuk
sekolahku
Tempat di mana aku belajar dan menuntut ilmu
Tempat di mana aku mengenal kawan dan juga lawanku
Namun itu semua akan menjadi khayalanku
Bermain, berpacaran, jatuh cinta, dan belajar semuanya
menjadi satu
Puisi ini kutulis saat tengah malam
Di mana aku selalu mengingat kawan-kawanku
Di dalam pikiranku rasanya tidak ingin berpisah dengan
mereka semua
Tetapi takdir berkata lain, kita semua pasti akan
terpisahkan
Sekolahku mempertemukanku kepada keluarga keduaku
Guru sebagai orang tuaku dan kawanku sebagai
saudaraku
Di sekolah aku selalu merasa tenang, aku selalu merasa
senang
Di sekolah aku tidak pernah merasa bosan, karena canda
tawa ceria selalu kurasa dan selalu kurindu
Sekolahku semoga engkau terus menginspirasiku
10. Detik Perpisahan
Karya: Meliana Fitria
Dikutip dari buku Cendera Mata Perpisahan, CAMVERCI, (2020:100).
Di sini kita berjumpa
Di tempat yang setiap hari terpijak
Dengan segala cita
Dengan segala sukacita
Namun
Inilah saat di mana kita mesti beranjak
Karena hidup memang harus selalu bergerak
Masih banyak rindu yang tertancap
Untuk kita bertemu
Meskipun mengatakan hal itu tidak baik
Tidak ada yang tidak baik
Semua adalah kebaikan
Termasuk perpisahan
Sebab
Ini sebagai jembatan untuk sampai di kebahagiaan
Ini bukan perpisahan
Hanya pelepasan
Untuk persiapan
Perjalanan selanjutnya
Suatu saat kita akan saling sapa
Untuk membahas cerita
Yang penuh luka dan tawa
11. Teman SMA
Karya: M. Kulyubi
Dikutip dari buku Cendera Mata Perpisahan, CAMVERCI, (2020:96).
Teman? Terima kasih untuk semuanya
Aku sangat beruntung memiliki teman seperti kalian
Di kala aku kesusahan, keresahan, kesedihan
Kau selalu ada untuk membantu
Teman? Tawamu, candamu, kekonyolanmu akan
kukenang selalu di hidupku
Kawan, Secepat inikah kita akan berpisah?
Sesingkat inikah kita duduk bersama?
Apalah dayaku
Waktu tidak bisa berputar kembali
Aku harap suatu saat nanti kalian jangan melupakan
kisah ini
Karena ini sangat berarti
Aku yakin perpisahan ini bukanlah perpisahan yang
sebenarnya
Tetapi perpisahan ini hanya untuk sementara
Teman? Semoga suatu saat nanti kalian semua sukses dan bisa tercapai cita-cita kalian
12. Sekolah
Karya: Jedi Febiano
Dikutip dari buku Cendera Mata Perpisahan, CAMVERCI, (2020:93).
SMA Negeri Pamijahan
Tempatku menuntut ilmu
Tempatku bertemu teman-teman baru
Terima kasih
Atas ilmu yang telah engkau berikan dan
Terima kasih
Karenamu aku mempunyai kenangan yang amat tak
terlupakan
Pesanku untuk sekolahku
Tetaplah menjadi sekolah kebanggaan di wilayah
Pamijahan
13. Pucuk dari Abu
Karya: Wanda Siti Rahma
Dikutip dari buku Cendera Mata Perpisahan, CAMVERCI, (2020:76).
Kala itu hujan menerjang bumiku
Ribuan air mata jatuh membasahi bumi
Seakan ia ikut bersusah hati
Bersama dengan rintik sendu
Kini perpisahan berujung temu
Langkah awal yang baru
Sekarang hanya tinggal kenangan
Putih abu yang penuh suka cita
Putih abu yang dihiasi suka, duka, dan cinta
Kini hanya tinggal kenangan
Yaa hanya tinggal kenangan
Perpisahan kini tiba
Membuatku laksana menggenggam pecahan kaca
Namun aku tahu,
perpisahan bukan akhir dari segalanya
la datang untuk mengubah takdir
Membawa awal baru
Menuju buana yang kian lurus.
14. Arti Perpisahan
Dikutip dari situs smadiwarna.sch.id.
Perpisahan memang selalu menjadi bingkai kesedihan
Perlahan menghitung waktu mendekati saat kita tak bisa berjumpa lagi
Sesering dulu ketika masih berseragam putih biru
Untuk mengawali langkah menuju putih abu-abu.
Sahabat,
Melalui jalan perpisahan akan membuat kita tersadar
Apakah itu arti kebersamaan
Apa arti mengukir bingkai kenangan
Arti pertemanan dan persahabatan
Dan juga arti saling mendoakan
Sahabatku,
Izinkan aku untuk merindumu
Izinkan aku untuk menyimpan namamu dalam hatiku
Agar kita tetap bersama selalu
Meskipun hanya di dalam kalbu
15. Puisi Cinta untuk Guru
Dikutip dari situs smadiwarna.sch.id.
Guruku,
Ketika kami datang engkau sambut dengan ketulusan
Saat pertama kali datang kami tidak mengerti
Apa yang sebenarnya kami cari
Namun cintamu membimbing kami
Menapaki langkah-langkah kecil titian ilmu
Tanganmu selalu siap mendekap kami
Ketika kami terjebak dalam rasa lelah dan sendu
Guruku,
Kini tiba saatnya kami pergi
Mengepakkan sayap yang telah engkau bimbing selama ini
Untuk menuntaskan janji kami
Meraih cita-cita di hari nanti
Guruku,
Cinta kami untukmu tidak akan pernah mati
Sekalipun kaki kami telah melangkah pergi.
16. Harimu Akhirnya Tiba
Karya: Kelly Roper
Dikutip dari situs lovetoknow.com.
Hari kelulusan akhirnya tiba,
Dan kini berakhirlah masa SMA-mu.
Ingatlah selalu teman-teman yang kamu sayangi,
Dan lihatlah ke arah masa depan tanpa rasa takut.
Ini adalah hari yang telah dirimu persiapkan
Sejak hari pertama memasuki pintu kelas.
Sekarang saatnya mengucapkan selamat tinggal,
Dan melebarkan sayapmu dan siap untuk terbang.
Jadi, teteskan air mata dan bagikan senyuman,
Dan pastikan untuk selalu mengingatnya,
Bahwa meskipun sekarang mungkin sudah waktunya untuk pindah,
Kenangan hari ini akan bertahan sepanjang hidupmu.
17. Baju Togaku
Karya: Kelly Roper
Dikutip dari situs lovetoknow.com.
Ketika aku memikirkan tentang kelulusan,
Aku tidak pernah yakin bagaimana perasaanku.
Itu selalu tampak seperti mimpi yang jauh;
Mengenakan baju toga, aku baru saja membuatnya menjadi nyata.
Kami semua berbaris di lorong,
Dan musik mulai bermain.
Saatnya untuk memulai pertunjukan ini;
Tahap berikutnya dari kehidupan kita dimulai hari ini.
18. Kelulusan dan Kemungkinan
Karya: Kelly Roper
Dikutip dari situs lovetoknow.com.
Saatnya mengucapkan selamat tinggal
Waktu untuk awal yang baru
Waktu untuk mengenang masa lalu
Waktu untuk melihat ke depan dengan penuh harapan
Waktu untuk melihat kembali kehidupan sejauh ini
Waktu untuk perayaan
Waktu dengan kemungkinan yang tak terbatas...
19. Untuk Lentera
Karya: Sartika
Dikutip dari buku Antologi Puisi Tamadun: Kota Madani, Andri Saputra, S.Pd., M.Pd, dkk., (2021:124).
Untuk lentera
Terima kasih karena di dalam cahayamu
Kau menerangi dari jalan gelap yang kulalui
Karena itu aku tau jalan yang aku lalui tidak
selamanya mudah
Untuk lentera
Terima kasih karena di dalam kegelapanmu
Kau mengajarkanku menghadapi kegelapan
Dan penuh dengan rintangan
Sehingga aku menjadi teguh
Oh guru, lenteraku
Terima kasih untuk ilmu yang berguna
Kau akan selalu ada di dalam hati dan jiwaku
20. Engkau Guru
Karya: Tunik Nurul Fuadah
Dikutip dari buku Kumpulan-Kumpulan Puisi (Guru), Ah. Birrul Walidain, (2020:13).
Engkau yang memberi ilmu pada kami
Kaulah yang mengajar menulis
Engkau juga mengajar menghitung dan membaca
Engkau adalah pelita bagi kami
Ibu dan bapak guru tak pernah lelah mengajar kami
Bagiku engkau pahlawanku
Tanpamu tak kan berarti
Engkau bagi embun penyejuk
Walau kami sering membuatmu marah
Kau pun tak pernah bosan
Kami tidak bisa membalas jasamu
Terima kasihku
Baca juga: 10 Puisi tentang Pendidikan 5 Bait untuk Referensi
Itulah berbagai puisi tentang perpisahan sekolah yang terdiri dari beragam tema. Puisi di atas bisa dijadikan sebagai referensi untuk dibacakan pada hari kelulusan di sekolah nanti. (PRI)
