23 Pantun Melayu Lucu yang Menghibur dan Penuh Makna

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
¡waktu baca 7 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Membaca pantun Melayu lucu bisa menjadi salah satu sumber hiburan menarik saat dilanda rasa bosan. Sebab, ada banyak contoh pantun Melayu yang berisi kata-kata lucu dan penuh makna, sehingga bisa menghibur bahkan membuat orang yang membacanya tertawa.
Pantun memiliki fungsi yang beragam. Tidak hanya sebagai bacaan menarik, sejak zaman dahulu pantun sudah digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi, terutama pada masyarakat Melayu.
Dikutip dari buku Pantun dan Puisi Lama Melayu, Eko Sugiarto, (2016:37), pantun memiliki peranan yang penting pada kehidupan sehari-hari. Pantun ini sering digunakan dalam percakapan sehari-hari hingga dalam upacara adat.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Pantun
Sebelum mengetahui apa saja pantun Melayu sebagai hiburan, ada baiknya tahu pengertian pantun terlebih dahulu. Dikutip dari buku Khazanah Negeri Pantun, Rendra Setyadiharja, (2020:205), pantun merupakan pola komunikasi manusia yang khas dari bangsa Melayu.
Dalam buku EYD dan Seputar Kebahasa-Indonesiaan, Ernawati Waridah, (2015:382), pantun tidak hanya gubahan kata-kata yang terdapat rima dan irama, tetapi merupakan rangkaian kata yang indah. Rangkaian kata ini menggambarkan kehangatan seperti cinta dan kasih sayang sang penutur.
Umumnya pantun berisi empat baris, yakni dua baris pertama sebuah bentuk yang puitis dan dua baris berikutnya adalah percakapan aktual. Pantun juga merupakan cara berkomunikasi untuk menyampaikan suatu hal secara implisit dan bukan eksplisit.
Pantun juga termasuk ke dalam jenis puisi Melayu tradisional yang sudah lama mengakar di budaya masyarakat. Selain terdiri dari empat baris yang disebut sebagai sampiran dan isi, penulisan pantun juga diakhiri dengan huruf a-b-a-b.
Awalnya pantun merupakan sastra lisan, tetapi kini pantun juga ada dalam bentuk tulisan. Keseluruhan bentuk pantun merupakan sampiran dan isi. Sampiran terletak pada baris pertama dan kedua yang tidak berhubungan secara langsung dengan bagian isi.
Sementara baris ketiga dan keempat adalah bagian isi. Bagian isi ini merupakan tujuan dari penulisan pantun tersebut. Sampiran dan isi pasti terdapat pada setiap pantun dan merupakan ciri utama dari pantun.
Pantun Melayu memiliki perkembangan yang cukup pesat. Penggunaan pantun sebagai alat komunikasi berkembang tidak hanya di wilayah Sumatera, tetapi juga di Semenanjung Malaka. Selain itu, pantun menjadi tradisi dan budaya di beberapa suku di Indonesia.
Ciri-Ciri Pantun
Karya sastra dapat disebut pantun apabila terdiri dari beberapa ciri khusus. Ciri-ciri pantun tidak boleh diubah, sebab jika diubah pantun dapat berubah menjadi jenis karya sastra lainnya, seperti seloka, gurindam, dan bentuk puisi lama lainnya.
Oleh karena itu, penting untuk membuat pantun tetap memiliki ciri khasnya. Adapun ciri-ciri pantun dikutip dari buku EYD dan Seputar Kebahasa-Indonesiaan, Ernawati Waridah, (2015:382), adalah sebagai berikut:
Tiap bait pantun terdiri dari empat baris (larik).
Tiap baris terdiri dari 8 hingga 12 suku kata.
Rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b.
Baris pertama dan kedua adalah sampiran.
Baris ketiga dan keempat adalah isi.
Jenis Pantun Melayu
Pantun Melayu terbagi ke dalam beberapa jenis. Dalam buku Teori dan Kajian Tembang Batanghari Sembilan, Yanti Sariasih, dkk., (2021:38), disebutkan bahwa Van Ophuijsen (2008) membagi pantun Melayu ke dalam lima jenis sesuai dengan isinya.
Kelima jenis pantun Melayu tersebut adalah pantun tua, pantun dagang, pantung riang, pantun nasihat, dan pantun muda. Dari kelima jenis tersebut, ada juga pembagian ke dalam tiga bagian besar, yakni pantun anak-anak, pantun muda, dan pantun tua.
Pantun anak-anak ini mencakup pantun bersuka cita, lalu pantun muda meliputi pantun dagang atau pantun nasib, serta pantun jenaka. Sementara untuk pantun tua terdiri atas pantun nasihat, pantun adat, dan pantun agama.
Selain itu, Daillie dalam buku yang sama juga menyebutkan bahwa ada tiga cara untuk mengklasifikasikan kumpulan pantun Melayu. Ketiga cara tersebut adalah dipandang dari sudut pendengar (audience), dipandang dari bentuk (form), dan berdasarkan tema (theme).
Pengklasifikasian pantun yang dipandang dari sudut pendengar biasanya dilihat dari umur, seperti pantun anak-anak, anak muda, dan orang tua. Lalu klasifikasi pantun dari segi bentuk seperti pantun empat baris, pantun berkait, pantun dua baris, dan lainnya.
Sementara untuk pantun berdasarkan tema dibagi menjadi tema utama dan subtema. Beberapa contoh dari tema dan subtema ini seperti pantun adat dan resam manusia, pantun mengenai agama dan kepercayaan, hingga pantun teka-teki.
Fungsi Pantun Melayu
Tidak hanya sebagai karya sastra semata, pantun juga memiliki fungsi yang beragam. Salah satunya adalah pantun berperan sebagai alat pemelihara bahasa serta sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berpikir.
Apabila seseorang membuat pantun, maka orang tersebut sedang melatih kemampuan berpikirnya mengenai makna kata sebelum berucap. Pantun juga melatih orang untuk berpikir asosiatif, yakni suatu kata bisa saling terkait dengan kata yang lain.
Dikutip dari buku Kamus Lengkap Pantun Indonesia, M. Miftah Fauzi S.Pd, (2015:8), salah satu fungsi pantun dalam bidang sosial adalah kemampuan bergaul. Apabila seseorang memiliki kemampuan berpantun, maka akan lebih dihargai karena menunjukkan orang yang mampu berpikir dan bermain kata.
Dalam buku Think Smart Bahasa Indonesia, Ismail Kusmayadi, (2006:61), juga disebutkan bahwa keahlian orang dalam berpantun dapat dijadikan ukuran kepandaian. Sebab, orang yang pandai menggunakan bahasa kias yang biasa ada pada pantun menunjukkan orang tersebut adalah pandai.
Pada zaman dahulu pantun memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat, terutama pada masyarakat Melayu. Pantun banyak digunakan pada permainan anak-anak, percintaan, upacara pernikahan, nyanyian, dan upacara adat.
23 Pantun Melayu Lucu yang Bisa Jadi Sumber Hiburan
Ada banyak contoh pantun Melayu yang lucu dan bisa jadi sumber hiburan yang menarik. Bagi yang mencari contohnya, inilah deretan pantun Melayu lucu yang bisa menghibur dan penuh dengan makna.
Elok rupanya pohon belimbing
Tumbuh di dekat pohon mangga
Elok rupanya berbini sumbing
Biar marah tertawa juga
Alangkah kecil pengayuh lidi
Mari berkayuh di simpang Matan
Kecil-kecil mencari bini,
Belumlah pandai mencari makan
Kalau tuan pergi ke Tayan
Saya pesan duit seringgit
Kalau tuan menjadi bayan,
Saya menjadi burung serindit
Orang Jawa pergi ke Banda
Membeli ikan dengan rebung
Orang tua berbini muda
Bagai rasa menang menyabung
Orang Sasak pergi ke Bali
Membawa pelita semuanya
Berbisik pekak dengan tuli
Tertawa si buta melihatnya
Imam bukan sebarang imam
Imam yang datang dari Jawa
Hitam bukan sebarang hitam
Hitam manis rupa tertawa
Ke pasar membeli gunting
Jangan lupa membeli pita
Sangatlah heran si induk kucing
Melihat tikus naik kereta
Limau purut di tepi rawa
Buah belimbing belum masak
Sakit perut sebab tertawa
Melihat kucing duduk berbedak
Kupu-kupu terbang melintang
Hinggap mengisap bunga layu
Hati di dalam menaruh bimbang
Melihat ikan membaca buku
Pohon manggis di tepi rawa
Tempat lebah menyimpan madu
Sedang menangis nenek tertawa
Melihat kakek bermain gundu
Di sini kosong di sana kosong
Tak ada batang tembakau
Bukan saya berkata bohong
Ada katak memikul kerbau
Kliki ambil petanak
Air mendidih kadangi nasi
Air jernih ikannya jinak
Bolehkah diri mandi di sini
Patah tanduknya si induk lembu
Melompat pematang berlarian
Gelisah duduknya si pemburu
Melihat kijang berlarian
Tugal padi jangan bertangguh
Kunyit kebun siapa galinya
Kalau tua cerdik sungguh,
Langit tergantung mana talinya?
Burung barang burung merpati
Pohon capa hampir rumahnya
Jangan gusar kecil di hati
Adinda manis siapa punya
Di kampung naik pedati
Di jalan melihat badut
Bajuri bersusah hati
Melihat perut makin gendut
Buai-buai dalam buaian
Buaian dari rotan samba
Panjang benar janggut tuan,
Mari dibuat tali timba
Beringin di kampung Pulau
Pautan ayam tedung Gombak
Hati ingin memandang pulau
Biduk ada pengayuh tidak
Anak muda belum berakal
Siang ke sana malam ke mari
Hendak kusapa belumlah kenal
Kutimang saja di dalam mimpi
Burung dara ada sayap dikepak
Ikan di hilir berenang-renang
Makan tak enak tidur tak enak
Hanya teringat dinda seorang
Kalau tuan pergi ke Tanjung
Kirim saya sehelai baju
Kalau tuan menjadi burung
Saya menjadi ranting kayu
Alangkah sayu hati di dalam
Mendengar guruh dayu mendayu
Abang merayu siang dan malam
Gemetar tubuh menahan rindu
Hujan ribut berlayar ke pulau
Kalau ditimba ruang
Selagi hidup kita bergurau
Sudah mati tinggal seorang
Berbagai pantun Melayu lucu di atas bisa jadi bahan bacaan yang menghibur saat merasa bosan. Apalagi pantun tersebut tidak hanya bisa jadi sumber hiburan, tetapi juga mengandung makna menarik. (PRI)
Baca juga: 20 Pantun Akhiran U dari Berbagai Tema sebagai Referensi
