Konten dari Pengguna

23 Pantun Melayu Lucu yang Menghibur dan Penuh Makna

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

¡waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pantun Melayu Lucu. Unsplash/Aaron Burden
zoom-in-whitePerbesar
Pantun Melayu Lucu. Unsplash/Aaron Burden

Membaca pantun Melayu lucu bisa menjadi salah satu sumber hiburan menarik saat dilanda rasa bosan. Sebab, ada banyak contoh pantun Melayu yang berisi kata-kata lucu dan penuh makna, sehingga bisa menghibur bahkan membuat orang yang membacanya tertawa.

Pantun memiliki fungsi yang beragam. Tidak hanya sebagai bacaan menarik, sejak zaman dahulu pantun sudah digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi, terutama pada masyarakat Melayu.

Dikutip dari buku Pantun dan Puisi Lama Melayu, Eko Sugiarto, (2016:37), pantun memiliki peranan yang penting pada kehidupan sehari-hari. Pantun ini sering digunakan dalam percakapan sehari-hari hingga dalam upacara adat.

Daftar isi

Pengertian Pantun

Pantun Melayu lucu, foto hanya illustrasi: Unsplash/Dim Hou

Sebelum mengetahui apa saja pantun Melayu sebagai hiburan, ada baiknya tahu pengertian pantun terlebih dahulu. Dikutip dari buku Khazanah Negeri Pantun, Rendra Setyadiharja, (2020:205), pantun merupakan pola komunikasi manusia yang khas dari bangsa Melayu.

Dalam buku EYD dan Seputar Kebahasa-Indonesiaan, Ernawati Waridah, (2015:382), pantun tidak hanya gubahan kata-kata yang terdapat rima dan irama, tetapi merupakan rangkaian kata yang indah. Rangkaian kata ini menggambarkan kehangatan seperti cinta dan kasih sayang sang penutur.

Umumnya pantun berisi empat baris, yakni dua baris pertama sebuah bentuk yang puitis dan dua baris berikutnya adalah percakapan aktual. Pantun juga merupakan cara berkomunikasi untuk menyampaikan suatu hal secara implisit dan bukan eksplisit.

Pantun juga termasuk ke dalam jenis puisi Melayu tradisional yang sudah lama mengakar di budaya masyarakat. Selain terdiri dari empat baris yang disebut sebagai sampiran dan isi, penulisan pantun juga diakhiri dengan huruf a-b-a-b.

Awalnya pantun merupakan sastra lisan, tetapi kini pantun juga ada dalam bentuk tulisan. Keseluruhan bentuk pantun merupakan sampiran dan isi. Sampiran terletak pada baris pertama dan kedua yang tidak berhubungan secara langsung dengan bagian isi.

Sementara baris ketiga dan keempat adalah bagian isi. Bagian isi ini merupakan tujuan dari penulisan pantun tersebut. Sampiran dan isi pasti terdapat pada setiap pantun dan merupakan ciri utama dari pantun.

Pantun Melayu memiliki perkembangan yang cukup pesat. Penggunaan pantun sebagai alat komunikasi berkembang tidak hanya di wilayah Sumatera, tetapi juga di Semenanjung Malaka. Selain itu, pantun menjadi tradisi dan budaya di beberapa suku di Indonesia.

Ciri-Ciri Pantun

Pantun Melayu lucu. Unsplash/Álvaro Serrano

Karya sastra dapat disebut pantun apabila terdiri dari beberapa ciri khusus. Ciri-ciri pantun tidak boleh diubah, sebab jika diubah pantun dapat berubah menjadi jenis karya sastra lainnya, seperti seloka, gurindam, dan bentuk puisi lama lainnya.

Oleh karena itu, penting untuk membuat pantun tetap memiliki ciri khasnya. Adapun ciri-ciri pantun dikutip dari buku EYD dan Seputar Kebahasa-Indonesiaan, Ernawati Waridah, (2015:382), adalah sebagai berikut:

  1. Tiap bait pantun terdiri dari empat baris (larik).

  2. Tiap baris terdiri dari 8 hingga 12 suku kata.

  3. Rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b.

  4. Baris pertama dan kedua adalah sampiran.

  5. Baris ketiga dan keempat adalah isi.

  6. Jenis Pantun Melayu

Pantun Melayu terbagi ke dalam beberapa jenis. Dalam buku Teori dan Kajian Tembang Batanghari Sembilan, Yanti Sariasih, dkk., (2021:38), disebutkan bahwa Van Ophuijsen (2008) membagi pantun Melayu ke dalam lima jenis sesuai dengan isinya.

Kelima jenis pantun Melayu tersebut adalah pantun tua, pantun dagang, pantung riang, pantun nasihat, dan pantun muda. Dari kelima jenis tersebut, ada juga pembagian ke dalam tiga bagian besar, yakni pantun anak-anak, pantun muda, dan pantun tua.

Pantun anak-anak ini mencakup pantun bersuka cita, lalu pantun muda meliputi pantun dagang atau pantun nasib, serta pantun jenaka. Sementara untuk pantun tua terdiri atas pantun nasihat, pantun adat, dan pantun agama.

Selain itu, Daillie dalam buku yang sama juga menyebutkan bahwa ada tiga cara untuk mengklasifikasikan kumpulan pantun Melayu. Ketiga cara tersebut adalah dipandang dari sudut pendengar (audience), dipandang dari bentuk (form), dan berdasarkan tema (theme).

Pengklasifikasian pantun yang dipandang dari sudut pendengar biasanya dilihat dari umur, seperti pantun anak-anak, anak muda, dan orang tua. Lalu klasifikasi pantun dari segi bentuk seperti pantun empat baris, pantun berkait, pantun dua baris, dan lainnya.

Sementara untuk pantun berdasarkan tema dibagi menjadi tema utama dan subtema. Beberapa contoh dari tema dan subtema ini seperti pantun adat dan resam manusia, pantun mengenai agama dan kepercayaan, hingga pantun teka-teki.

Fungsi Pantun Melayu

Pantun Melayu lucu. Unsplash/Yannick Pulver

Tidak hanya sebagai karya sastra semata, pantun juga memiliki fungsi yang beragam. Salah satunya adalah pantun berperan sebagai alat pemelihara bahasa serta sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berpikir.

Apabila seseorang membuat pantun, maka orang tersebut sedang melatih kemampuan berpikirnya mengenai makna kata sebelum berucap. Pantun juga melatih orang untuk berpikir asosiatif, yakni suatu kata bisa saling terkait dengan kata yang lain.

Dikutip dari buku Kamus Lengkap Pantun Indonesia, M. Miftah Fauzi S.Pd, (2015:8), salah satu fungsi pantun dalam bidang sosial adalah kemampuan bergaul. Apabila seseorang memiliki kemampuan berpantun, maka akan lebih dihargai karena menunjukkan orang yang mampu berpikir dan bermain kata.

Dalam buku Think Smart Bahasa Indonesia, Ismail Kusmayadi, (2006:61), juga disebutkan bahwa keahlian orang dalam berpantun dapat dijadikan ukuran kepandaian. Sebab, orang yang pandai menggunakan bahasa kias yang biasa ada pada pantun menunjukkan orang tersebut adalah pandai.

Pada zaman dahulu pantun memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat, terutama pada masyarakat Melayu. Pantun banyak digunakan pada permainan anak-anak, percintaan, upacara pernikahan, nyanyian, dan upacara adat.

23 Pantun Melayu Lucu yang Bisa Jadi Sumber Hiburan

Pantun Melayu Lucu. Unsplash/Aaron Burden

Ada banyak contoh pantun Melayu yang lucu dan bisa jadi sumber hiburan yang menarik. Bagi yang mencari contohnya, inilah deretan pantun Melayu lucu yang bisa menghibur dan penuh dengan makna.

  1. Elok rupanya pohon belimbing

    Tumbuh di dekat pohon mangga

    Elok rupanya berbini sumbing

    Biar marah tertawa juga

  2. Alangkah kecil pengayuh lidi

    Mari berkayuh di simpang Matan

    Kecil-kecil mencari bini,

    Belumlah pandai mencari makan

  3. Kalau tuan pergi ke Tayan

    Saya pesan duit seringgit

    Kalau tuan menjadi bayan,

    Saya menjadi burung serindit

  4. Orang Jawa pergi ke Banda

    Membeli ikan dengan rebung

    Orang tua berbini muda

    Bagai rasa menang menyabung

  5. Orang Sasak pergi ke Bali

    Membawa pelita semuanya

    Berbisik pekak dengan tuli

    Tertawa si buta melihatnya

  6. Imam bukan sebarang imam

    Imam yang datang dari Jawa

    Hitam bukan sebarang hitam

    Hitam manis rupa tertawa

  7. Ke pasar membeli gunting

    Jangan lupa membeli pita

    Sangatlah heran si induk kucing

    Melihat tikus naik kereta

  8. Limau purut di tepi rawa

    Buah belimbing belum masak

    Sakit perut sebab tertawa

    Melihat kucing duduk berbedak

  9. Kupu-kupu terbang melintang

    Hinggap mengisap bunga layu

    Hati di dalam menaruh bimbang

    Melihat ikan membaca buku

  10. Pohon manggis di tepi rawa

    Tempat lebah menyimpan madu

    Sedang menangis nenek tertawa

    Melihat kakek bermain gundu

  11. Di sini kosong di sana kosong

    Tak ada batang tembakau

    Bukan saya berkata bohong

    Ada katak memikul kerbau

  12. Kliki ambil petanak

    Air mendidih kadangi nasi

    Air jernih ikannya jinak

    Bolehkah diri mandi di sini

  13. Patah tanduknya si induk lembu

    Melompat pematang berlarian

    Gelisah duduknya si pemburu

    Melihat kijang berlarian

  14. Tugal padi jangan bertangguh

    Kunyit kebun siapa galinya

    Kalau tua cerdik sungguh,

    Langit tergantung mana talinya?

  15. Burung barang burung merpati

    Pohon capa hampir rumahnya

    Jangan gusar kecil di hati

    Adinda manis siapa punya

  16. Di kampung naik pedati

    Di jalan melihat badut

    Bajuri bersusah hati

    Melihat perut makin gendut

  17. Buai-buai dalam buaian

    Buaian dari rotan samba

    Panjang benar janggut tuan,

    Mari dibuat tali timba

  18. Beringin di kampung Pulau

    Pautan ayam tedung Gombak

    Hati ingin memandang pulau

    Biduk ada pengayuh tidak

  19. Anak muda belum berakal

    Siang ke sana malam ke mari

    Hendak kusapa belumlah kenal

    Kutimang saja di dalam mimpi

  20. Burung dara ada sayap dikepak

    Ikan di hilir berenang-renang

    Makan tak enak tidur tak enak

    Hanya teringat dinda seorang

  21. Kalau tuan pergi ke Tanjung

    Kirim saya sehelai baju

    Kalau tuan menjadi burung

    Saya menjadi ranting kayu

  22. Alangkah sayu hati di dalam

    Mendengar guruh dayu mendayu

    Abang merayu siang dan malam

    Gemetar tubuh menahan rindu

  23. Hujan ribut berlayar ke pulau

    Kalau ditimba ruang

    Selagi hidup kita bergurau

    Sudah mati tinggal seorang

Berbagai pantun Melayu lucu di atas bisa jadi bahan bacaan yang menghibur saat merasa bosan. Apalagi pantun tersebut tidak hanya bisa jadi sumber hiburan, tetapi juga mengandung makna menarik. (PRI)

Baca juga: 20 Pantun Akhiran U dari Berbagai Tema sebagai Referensi