Konten dari Pengguna

25 Contoh Ucapan Selamat Menikah Bahasa Bali beserta Artinya

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ucapan Selamat Menikah Bahasa Bali. Unsplash/ Artem Beliaikin
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ucapan Selamat Menikah Bahasa Bali. Unsplash/ Artem Beliaikin

Saat ada orang terdekat menikah, memberi ucapan selamat menjadi cara untuk turut serta berbahagia. Ada berbagai ucapan selamat menikah, seperti ucapan selamat menikah bahasa Bali yang bisa disampaikan jika memiliki teman atau kerabat dari Bali.

Mengutip dari buku Indonesiaku Kaya Bahasa, Desi Saraswati (2008:43), bahasa Bali merupakan bahasa Austronesia dari anak cabang Bali-Sasak yang dituturkan di Pulau Bali, Pulau Lombok bagian barat, dan sedikit di ujung timur Pulau Jawa.

Selain itu, ada tiga tingkatan penggunaan bahasa di Bali, yaitu Bali Alus, Bali Madya, dan Bali Kasar.

Daftar isi

Pernikahan di Bali

Ilustrasi Pernikahan di Bali. Unsplash/ Adi Nasta

Pernikahan pada suatu daerah pastinya memiliki ciri khas dan adatnya masing-masing yang membedakannya dengan daerah lain, seperti halnya pernikahan di Bali.

Upacara pernikahan di Bali dilakukan dengan cara pengagungan kepada Tuhan Sang Maha Pencipta.

Mengutip dari buku Adat Istiadat Masyarakat Bali, Dewi Mashita (2017:22), semua adat istiadat pernikahan di Bali harus dilakukan ritual terlebih dahulu.

Hal ini diyakini oleh masyarakat Bali bahwa semua ritual yang dilakukan merupakan wujud izin kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Setelah ritual selesai dilakukan, upacara adat pernikahan baru dilaksanakan. Selain itu, semua proses dalam upacara adat pernikahan dilakukan sepenuhnya berada di pihak laki-laki sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Pihak laki-laki untuk memenuhi semua kebutuhan selama kegiatan tersebut, namun upacara adat pernikahan dilakukan di rumah mempelai wanita. Berikut proses pernikahan adat bali sebagaimana mengutip dari student-activity.binus.ac.id:

1. Menentukan Hari

Dalam masyarakat Bali, sebelum hari pernikahan, kedua pasangan harus menentukan terlebih dahulu hari baik untuk menikah berdasarkan Kalender Hindu.

Menentukan hari dilakukan dengan pihak laki-laki datang kepada pihak perempuan untuk memberitahu hari pernikahan yang telah disetujui oleh kedua keluarga.

2. Upacara Ngekeb

Upacara ini dilakukan dengan tujuan untuk mempersiapkan diri si calon mempelai wanita dari kehidupan remaja menjadi seorang istri atau ibu rumah tangga.

Upacara ini juga menjadi simbol memohon doa restu kepada Tuhan dengan harapan memperoleh kebahagiaan kepada calon pengantin agar diberikan keturunan yang baik.

Upacara ini biasanya dilakukan pada sore hari dan diawali dengan memberikan lulur ke seluruh tubuh calon mempelai wanita.

3. Menjemput Mempelai Wanita

Ketika pihak mempelai laki-laki menjemput mempelai perempuan, ia sudah dalam kondisi memakai pakaian adat Bali berupa kain kuning tipis dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Kain ini memiliki makna bahwa pihak perempuan sudah memutuskan untuk melepas masa sendirinya dan mengubur masa lalunya sebagai remaja, serta siap memulai kehidupan baru sebagai istri.

4. Upacara Munggah Lawang

Upacara munggah lawang juga disebut dengan upacara membuka pintu. Seorang utusan munggah lawang bertugas mengetuk pintu kamar calon wanita sebanyak 3 kali dengan diiringi suara malat yang menyanyikan tembang Bali.

Tembang bali berisi pesan yang mengatakan jika calon pengantin pria sudah tiba menjemput calon pengantin dan memohon untuk segera dibukakan pintu.

5. Upacara Mesegehagung

Upacara berikutnya adalah mesegehagung, yaitu prosesi yang memiliki makna sebagai ungkapan selamat datang kepada calon pengantin perempuan. Kedua calon pengantin akan ditandu menuju kamar pengantin dan disusul ibu dari mempelai laki-laki.

Sang ibu mengatakan kepada mempelai wanita untuk membuka kain kuning yang dipakainya dan ditukarkan dengan uang kepeng satakan yang ditusuk dengan tali benang dan biasanya berjumlah dua ratus kepeng.

6. Upacara Madengen-dengen

Upacara ini disebut juga dengan mekala-kala yang bertujuan untuk membersihkan dan menyucikan kedua mempelai agar keduanya dijauhkan dari hal-hal tidak baik dan negatif.

Upacara madengen-dengen biasanya dipimpin oleh pendeta atau pemangku adat (Balian). Ada berbagai peralatan yang dibutuhkan untuk upacara ini diantaranya adalah sanggah surya, kelabang nareswari (kala badeg), tikeh dadakan (tikar kecil), keris.

Selain itu, ada juga benang putih, tegen-tegenan, suwun-suwunan (sarana jinjingan), dagang-dagangan, sapu lidi (3 lebih), sambuk kupakan (serabut kelapa), dan tetimpung.

7. Upacara Mewidhi Widhana

Salah satu proses pernikahan Bali yang sangat penting adalah upacara mewidhi widhana. Hal ini dikarenakan upacara menjadi proses penyempurnaan dari upacara penyucian yang sudah dilakukan.

Tujuan dari upacara ini adalah untuk meminta kepada Tuhan agar pernikahan keduanya menjadi rumah tangga yang diberkati dan direstui. Kedua mempelai menggunakan pakaian kebesarannya.

8. Upacara Tipat Bantal

Terakhir, upacara tipat bantal juga disebut dengan mejauman ngabe yang menjadi prosesi terakhir. Pihak laki-laki akan mengantar mempelai perempuan kembali ke tempat keluarga.

Nantinya, pihak pengantin akan meminta restu kepada orang tua pihak perempuan untuk memulai kehidupan baru dalam berumah tangga.

Contoh Ucapan Selamat Menikah Bahasa Bali

Ilustrasi Contoh Ucapan Selamat Menikah Bahasa Bali. Unsplash/ Jeremy Wong Weddings

Setelah mengetahui proses pernikahan Bali, berikut contoh ucapan selamat menikah bahasa Bali yang bisa diberikan kepada teman atau keluarga di Bali. Ucapan ini berisi doa untuk kedua pengantin, keluarga, hingga anak-anaknya kelak.

  1. Rahajeng ngemargiang bagia! Astungkara langgeng nyantos gigi pawah. (Selamat berbahagia! Semoga langgeng hingga gigi tanggal)

  2. Dumogi pawiwahan niki makta karahayuan antuk sang awiwaha lan kaluwarga. (Semoga pernikahan ini bermanfaat untuk sang pengantin dan keluarga)

  3. Nenten wenten pawiwahan sane setata bagia, dumogi sang awiwaha prasida ngewangun tresna. (Tidak ada pernikahan yang sempurna, semoga pengantin senantiasa bisa membangun cinta)

  4. Rahajeng bagia, Astungkara dados gegilihan sane becik. (Selamat berbahagia, semoga menjadi pilihan yang terbaik)

  5. Ring ngemargiang grahasta asrama mangkin, dumogi tresna lan bagia prasida nyarengin. (Dalam menjalankan hidup berumah tangga sekarang, semoga cinta dan bahagia selalu membersamai)

  6. Astungkara Ida Sang Hyang Widhi setata nganyarang tresna sang awiwaha sadina-dina. (Semoga Tuhan selalu memberikan cinta pasangan sehari-hari)

  7. Dumogi sang awiwaha nitia prasida ngelewatin alangan sane ka rauhin Ida Sang Hyang Widhi Wasa. (Semoga pasangan senantiasa bisa melewati halangan dari Tuhan)

  8. Tresna sane kawangun Astungkara setata dados kekuatan sadina-dina. (Cinta yang terbangun semoga selalu menjadi kekuatan sehari-hari)

  9. Astungkara rahina sane mangkin praasida dados dina sane utama antuk sang awiwaha. (Semoga hari ini menjadi berkah untuk pasangan)

  10. Rahajeng bagia nyantos riwekasan, dumogi tresna sane ka wangun nenten entas. (Selamat bahagia selamanya, semoga cinta yang dibangun tidak hilang)

  11. Dumogi Ida Sang Hyang Widhi ngicenin rezeki sedina-dina. (Semoga Tuhan memberikan rezeki setiap harinya)

  12. Pawiwahan wantah kerthi yasa sane patut ka laksanayang, rahajeng nyalanang grahasta asrama. (Pernikahan merupakan amal ibadah yang patut dilaksanakan, selamat menempuh hidup berumah tangga)

  13. Dumogi pawiwahan niki kasungan olih Ida Sang Hyang Widhi Wasa. (Semoga pernikahan ini diberkahi oleh Tuhan)

  14. Rahajeng nyalanang idup sane kapenuhin antuk tresna. (Selamat menjalankan hidup yang dipenuhi oleh cinta)

  15. Astungkara tresna sane kaicenin mangkin uripnyane tekek ngantos riwekasan. (Semoga cinta yang diberikan hari ini tumbuh kuat selamanya)

  16. Astungkara gelis kaicenin oka sane suputra. (Semoga cepat mendapatkan keturunan yang baik)

  17. Rahayu sang a wiwaha! Astungkara setata bagia lan rahayu. (Selamat kedua mempelai! semoga kedua mempelai selalu bahagia dan sejahtera)

  18. Rahajeng ngemargiang grahasta asrama. (Selamat menjalankan hidup berumah tangga)

  19. Dumogi sami kenak lan rahayu, nenten kirang punapa lan punapi. (Semoga semua sehat dan berjalan lancar, tidak ada kekurangan apapun)

  20. Dumogi sang a wiwaha setata bagia nyantos riwekasan. (Semoga pasangan mempelai selalu bahagia selamanya)

  21. Dumogi sing awiwaha stata bagia nyantos riwekasan tur ngemolihang putra sane suputra. (Semoga pengantin/pasangan suami istri ini selalu bahagia selamanya dan mendapatkan anak-anak yang suputra)

  22. Dumogi pawiwahan niki makta karahayuan antuk sang awiwaha lan kaluwarga. (Semoga pernikahan ini bermanfaat untuk sang pengantin dan keluarga)

  23. Pawiwahan wantah kerthi yasa sane patut kalaksanayang, rahajeng nyalanang grahasta asrama. (Pernikahan merupakan amal ibadah yang patut dilaksanakan, selamat menempuh hidup berumah tangga)

  24. Rahayu sang awiwaha! Astungkara setata bagia lan rahayu. (Selamat kedua mempelai! semoga kedua mempelai selalu bahagia dan sejahtera)

  25. Rajaheng nyalanang grahasta asrama, dumogi langgeng riwekasan. (Selamat menjalankan hidup berumah tangga, semoga langgeng selamanya)

Baca juga: 60 Caption Pernikahan Instagram yang Romantis

Itulah contoh ucapan selamat menikah bahasa Bali beserta artinya sebagai referensi. Informasi terkait proses pernikahan Bali juga bisa menjadi tambahan wawasan untuk mengenal keberagaman adat dan budaya yang ada di Indonesia. (fat)