Konten dari Pengguna

27 Contoh Pantun Kiasan yang Penuh Makna dan Pesan Mendalam

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 8 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Pantun Kiasan, Unsplash/ Aaron Burden
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Pantun Kiasan, Unsplash/ Aaron Burden

Pantun adalah puisi lama yang memiliki banyak jenisnya, salah satunya ialah pantun kiasan. Terdapat berbagai contoh pantun kiasan yang penuh akan makna dan pesan yang mendalam untuk pembaca.

Mengutip dari ejournal.bbg.ac.id, istilah kiasan memiliki makna yang sama dengan ungkapan, yang berarti suatu teknik untuk mengungkapkan bahasa di mana maknanya tidak menunjuk langsung pada objek yang dituju.

Daftar isi

Pengertian Pantun dan Penjelasan Lainnya

Ilustrasi Pengertian Pantun dan Penjelasan Lainnya, Unsplash/ Álvaro Serrano

Berdasarkan buku Sastra Indonesia Lengkap, Tim Sastra Cemerlang, (2018:33), kata pantun berasal dari bahasa Jawa kuno yaitu tuntun, yang berarti mengatur dan menyusun. Selain itu, pantun merupakan puisi lama asli Indonesia yang terdiri atas sampiran dan isi dengan sajak a-b-a-b.

Sebagai karya yang memiliki rima yang indah, pantun juga memiliki makna penting di dalamnya. Pada mulanya, pantun ini disampaikan secara lisan. Namun semakin berkembangnya waktu, pantun diungkapkan melalui tulisan.

Ciri-Ciri Pantun

Setelah mengetahui pengertian pantun, berikut adalah karakteristik atau ciri-ciri pantun:

  1. Memiliki baris dan bait.

  2. Setiap bait dalam pantun terdiri dari empat baris.

  3. Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata.

  4. Setiap baris terdiri atas 4-6 kata.

  5. Setiap bait pantun terdiri atas sampiran dan isi. Yang termasuk sampiran pada pantun adalah baris satu dan dua, sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi (kadang sampiran tidak selalu berkaitan dengan isi, namun akan lebih baik jika kata-kata pada sampiran merupakan cerminan dari isi yang akan disampaikan).

  6. Bersajak a-b-a-b, atau bisa juga a-a-a-a.

Jenis-Jenis Pantun

Pantun merupakan karya sastra yang populer di masyarakat, selain sebagai hiburan, isi pantun juga digunakan sebagai sarana edukasi berupa mendidik dan menegur. Ada beberapa macam pantun yang dikategorikan berdasarkan karakteristik, syarat-syarat, serta isi pantun.

Berikut jenis-jenis pantun berdasarkan isinya sebagaimana mengutip dari buku Mengenal Lebih Dekat "Puisi Rakyat", Lubis, Supriadi & Rahmaini (2020:35-44):

1. Pantun Kiasan

Pantun kiasan adalah jenis pantun yang berisi kiasan (perumpamaan, kata yang bukan sebenarnya) yang biasanya untuk menyampaikan sesuatu secara tersirat.

Contoh:

Ayam sabung jangan dipaut Jika ditambat kalah laganya Asam di gunung ikan di laut Dalam belanga bertemu juga

2. Pantun Jenaka

Pantun satu ini memiliki tujuan untuk menghibur pendengar atau pembaca. Selain itu, pantun jenaka juga berfungsi menyampaikan sindiran dan candaan untuk mencairkan suasana.

Contoh:

Burung terbang memakai topi Terbang ke awan seperti mimpi Tertawa hati karena geli Melihat kuda asyik bernyanyi

3. Pantun Agama

Pantun agama yaitu pantun yang berisikan dakwah untuk mengajak audiens untuk melakukan kebaikan dan berhubungan dengan nilai-nilai keagamaan.

Contoh:

Pergi ke pasar bersama bunda Jangan lupa membawa bekal Dunia ini hanya sementara Kelak akhirat selamanya kekal

4. Pantun Nasihat

Sesuai namanya, pantun ini berisi nasihat yang bertujuan untuk mendidik, memberikan pesan moral, serta budi pekerti.

Contoh:

Jalan-jalan ke Kota Banjar Jangan lupa membeli babat Jika kamu ingin pintar Maka belajarlah dengan giat

5. Pantun Peribahasa

Jenis pantun ini berisi peribahasa atau ungkapan yang biasanya memiliki susunan yang tetap.

Contoh:

Berakit-rakit ke hulu Berenang-renang ke tepian Bersakit-sakit kita dahulu Bersenang-senang kemudian

6. Pantun Teka-Teki

Pantun teka-teki yaitu pantun yang berisi pertanyaan teka-teki. Biasanya, pendengar atau pembaca diberi kesempatan untuk menebak atau menjawab pertanyaan di dalam isi pantun.

Contoh:

Kalau tuan bawa keladi Bawakan juga si pucuk rebung Kalau tuan bijak bestari Binatang apa tanduk di hidung?

Contoh Pantun Kiasan

Ilustrasi Contoh Pantun Kiasan, Unsplash/ Kiwihug

Pantun kiasan sering kali digunakan untuk menyampaikan maksud tertentu secara implisit dengan perumpamaan dan bukan makna sesungguhnya.

Berikut adalah kumpulan contoh pantun kiasan yang penuh makna dan pesan mendalam.

  1. Ambil air dari perigi Biar mandi terasa dingin Jika pohon semakin tinggi Pasti kencang tertiup angin

    Makna: setiap orang yang akan mencapai kesuksesan pasti akan mengalami cobaan dan ujian dalam hidupnya.

  2. Daun berserak pohon beringin Diterpa angin sampai ke gardu Seribu malam terasa dingin Mengingat wajahmu yang kurindu

    Makna: seseorang tengah rindu pada kekasihnya sehingga suasana terasa berbeda jika sedang tidak bersama.

  3. Duduk berdiam melihat rusa Di sebelah kandang ada gajah Kasih ibu sepanjang masa Kasih anak sepanjang galah

    Makna: kasih sayang seorang ibu kepada anaknya diberikan selama hidupnya tanpa henti dan tak terukur, sedangkan kasih sayang seorang anak ada batasnya.

  4. Diam lisan banyak merenung Lompat tinggi anak tupai Hendak hati memeluk gunung Apa daya tangan tak sampai

    Makna: seseorang yang memiliki keinginan yang besar namun susah sekali untuk dicapai.

  5. Pergi ke Inggris sampai ke Jerman Banyak sungai dengan sampan Selalu sedia payung sebelum hujan Jangan biarkan diri kesusahan

    Makna: ada baiknya untuk menyiapkan segala yang dibutuhkan agar tidak merasa kesusahan di hari kemudian.

  6. Daun lebar ditanam di pekarangan Disiramnya pakai air di gelas Tidak pernah lapuk oleh air hujan Tidak pernah habis terkena panas

    Makna: seseorang yang berjasa kepada negaranya, jasa tersebut tidak akan pernah terlupakan.

  7. Musang menghilang ke belukar Meski kecil cepat larinya Meski zaman berubah dan bertukar Tak akan ada yang kekal di dunia

    Makna: semua makhluk yang bernyawa pasti akan mati dan tidak ada yang abadi di dunia ini.

  8. Semak belukar ada di hutan Melihat ular liar terlepas Tidak akan pernah lapuk sebab hujan Tidak akan habis sebab panas

    Makna: nasihat dan petuah orang tua akan selalu diingat dan tidak pernah musnah oleh waktu.

  9. Malam hari banyak kelelawar Pagi hari banyak makanan Semua masalah ada jalan keluar Kusut diselesaikan, kotor dibersihkan

    Makna: sebaiknya, setiap masalah harus diselesaikan dengan baik dan dicari penyelesaiannya.

  10. Kukira masih malam hari Ternyata hari mulai siang Kukira bunga mekar indah berseri Ternyata lama layu diisap kumbang

    Makna: seseorang mengira bahwa perempuan yang disukainya belum memiliki pasangan, namun kenyataannya telah menjadi milik orang.

  11. Apa guna sambal tumis Kalau tak dicampur asam belimbing Apa guna lama menangis Tidaklah penuh telaga kering

    Makna: menangis bukan tindakan yang tepat untuk menghadapi suatu permasalahan.

  12. Pergi berlibur ke Kota Bogor Pulang malam badan meriang Menangis diri di pintu kubur Teringat hati tak pernah sembahyang

    Makna: selama di dunia, manusia hendaknya selalu beribadah agar tidak menyesal saat di akhirat kelak.

  13. Ramai orang di hari raya Petik jambu petik kuini Jika ingin punya sahabat setia Laba sama dibagi, rugi sama diterjuni

    Makna: dalam berteman, suka dan duka mestinya ditanggung bersama.

  14. Sebatang emas dijual di pasar Harga murah dibeli Siti Utang emas masih sanggup dibayar Utang budi selamanya dibawa mati

    Makna: pantun ini mengingatkan bahwasanya utang budi akan diingat hingga mati.

  15. Angin berembus lewat perlahan Menerjang rumput dimakan keledai Malu bertanya sesat di jalan Bertanya jadi kunci orang pandai

    Makna: Agar tidak mengalami kesesatan dalam hidupnya, seseorang sebaiknya tidak segan untuk bertanya kepada orang lain.

  16. Rasa lezat ikan belanak Diasap dulu di atas arang Nasi sama ditanak Kerak dimakan orang

    Makna: seseorang yang mendapat keuntungan, namun yang lain tidak padahal pekerjaan dilakukan bersama-sama.

  17. Berburu ke padang datar Dapat rusa belang kaki Berguru kepalang ajar Bagai bunga kembang tak jadi

    Makna: Jika hendak menuntut ilmu dan menjadi orang berilmu, lakukan hal tersebut dengan sungguh-sungguh.

  18. Patah sebelah ranting randu Durinya panjang terkena tangan Nasib hati sedang rindu Bagai pungguk merindukan bulan

    Makna: Seseorang yang dengan perasaan cinta yang dalam tengah merindukan kekasih namun tidak bisa bersama-sama.

  19. Pandai ikan dalam berenang Beda kolam ikannya lain Sehari sehelai benang Setahun menjadi kain

    Makna: Jika menekuni suatu pekerjaan maka akan membawakan hasil yang membanggakan.

  20. Bagai burung dalam sangkar Tidak terbang hanya memandang Jangan kamu terus bertengkar Kalah jadi abu, menang jadi arang

    Makna: Jadi orang jangan suka bertengkar, karena menang atau kalah tidak ada faedahnya.

  21. Ayam sabung jangan dipaut Jika ditambal kalah laganya Asam di gunung ikan dilaut Dalam belanga bertemu juga

    Makna: Jika seseorang sudah berjodoh, maka akan bertemu pada akhirnya meski dipisahkan oleh tempat yang jauh.

  22. Tebang gelam tebang kenanga Batangnya tumbang menimpa gedung Kumbang ingin cantiknya bunga Bunga tumbuh di puncak gunung

    Makna: Sebelum mengharapkan sesuatu, ada baiknya jika mengetahui dulu kemampuan diri sendiri.

  23. Pohon limau di tepi tingkap Anak-anak melempar burung Kukira harimau sudah ditangkap Rupanya cicak yang mengkarung

    Makna: Sifat sombong dalam diri seseorang tidaklah baik karena suka memandang rendah orang lain.

  24. Pokok terap tumbuh di bukit Belat berbanjar panjang ke hulu Jangan diharap guruh di langit Kilat memancar hujan tak lalu

    Makna: Sebagai manusia tidak boleh berharap pada sesuatu yang belum pasti.

  25. Bagai berlian di kegelapan Sinarnya tak hilang meski terpendam Kasih orang tua sepanjang jalan Lanjut dewasa tak pernah padam

    Makna: Kasih sayang orang tua kepada anak tidak pernah habis meski usianya menua. Maka dari itu, hormati dan sayangi orang tua.

  26. Kucing tidur di atas papan Setelah bangun laparnya datang Terbelit masalah hingga tak ada harapan Alhamdulillah, kutemui titik terang

    Makna: Jika sedang dalam masalah janganlah berputus asa. Terus berusaha dan berdoa agar solusi bisa didapatkan.

  27. Kayu dibelah menjadi empat Kayu dibakar menjadi arang Kulit bisa sama-sama coklat Tidak sama dengan hati seseorang

    Makna: Pada dasarnya tidak satu orang pun tahu isi hati orang lain, kecuali diri sendiri. Oleh karenanya, setiap manusia hendaknya saling menghormati satu sama lain.

Deretan contoh pantun kiasan di atas memiliki berbagai pesan dan makna yang terkandung. Adapun pesan di dalamnya dapat dijadikan pelajaran dalam berbagai aspek kehidupan. (fat)

Baca juga: 45 Contoh Pantun Jenaka 4 Baris dengan Berbagai Tema