Konten dari Pengguna

3 Cerita Inspiratif Singkat beserta Pesan Moralnya

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 8 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cerita Inspiratif Singkat beserta Pesan Moralnya, Foto: Unsplash/Etienne Girardet
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cerita Inspiratif Singkat beserta Pesan Moralnya, Foto: Unsplash/Etienne Girardet

Di tengah hiruk pikuk aktivitas, manusia seringkali lupa untuk sejenak merenung dan mencari makna dalam setiap peristiwa. Cerita inspiratif singkat beserta pesan moralnya dapat memberikan motivasi dan arahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Melalui kisah-kisah sederhana, manusia dapat belajar banyak hal tentang kehidupan, cinta, keberanian, dan harapan. Kisah ini juga dapat membuktikan bahwa selalu ada harapan di setiap kesulitan yang dijalani.

Cerita Inspiratif Singkat beserta

Ilustrasi Cerita Inspiratif Singkat beserta Pesan Moralnya, Foto: Unsplash/Nong

Berikut ini adalah beberapa cerita inspiratif singkat beserta pesan moralnya dikutip dari buku berjudul “10 Contoh Cerita Inspiratif Singkat sebagai Suntikan Motivasi”, oleh Imam S, (2020:6), “Lentera Hati: 30 Kisah Inspiratif)”, oleh Siti Asmaniyah (2020:103), dan “50 Cerita Binatang dan Tokoh Lain yang Inspiratif”, oleh Indri Noor, (2012:31) :

Cerita 1 (Bersabar dan Menerima Keadaan)

"Suatu ketika, Ibnu Abbas menemui sahabatnya. Ia berbincang sebentar lalu berkata, 'Kawanku, maukah kau bertemu dengan wanita yang kelak menghuni surga?' Sahabatnya pun setuju lalu mereka pergi bersama ke tempat seorang wanita berkulit hitam.

Ibnu Abbas lalu berkata, 'Rasulullah pernah bercerita padaku bahwa wanita itu menderita penyakit epilepsi yang parah. Suatu hari wanita itu datang pada rasul dan meminta didoakan untuk kesembuhannya. Rasulullah berkata, ‘jika kau bersabar maka kelak kau akan masuk surga, tapi jika kau mau, aku juga bisa mendoakan untuk kesembuhanmu'. Wanita itu memilih untuk bersabar dan menerima penyakitnya."

Pesan moral:

Pesan moral dari kisah ini dapat memberi motivasi, khususnya bagi pemeluk agama islam. Nabi Muhammad saw pernah menjelaskan bahwa ketika seorang manusia sakit, maka akan menggugurkan dosanya. Namun, dengan catatan bahwa ia harus sabar dan Ikhlas menerima hal tersebut.

Cerita 2 (Mangkok, Madu, dan Sehelai Rambut)

Rasulullah saw dengan sahabat-sahabatnya Abu Bakar Ash Shiddiq r.a, Umar bin Khattab r.a, Utsman bin Affan r.a, dan Ali bin Abi Thalib r.a bertamu ke rumah Ali. Di rumah Ali, istrinya Fathimah Az Zahra putri kesayangan Rasulullah saw menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut ikut di dalam mangkuk itu.

Baginda Rasulullah saw kemudian meminta semua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (mangkuk yang cantik, madu yang manis, dan sehelai rambut).

Abu Bakar Ash Shiddiq r.a berkata, “iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut”.

Umar bin Khattab r.a berkata, “kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Utsman bin Affan r.a berkata, “ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan beramal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Ali bin Abi Thalib r.a berkata, “tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumahnya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Fathimah Az Zahra berkata, “seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang ber-purdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yang tak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Rasulullah saw berkata, "seorang yang mendapat taufiq untuk beramal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, beramal dengan amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Malaikat Jibril as berkata, "menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri, harta, dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Allah Swt berfirman, “ Surga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat surga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju surga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Pesan moral:

Pesan moral kisah ini yaitu untuk memiliki inti kehidupan yaitu keikhlasan, sebagaimana yang sudah diajarkan oleh Rasulullah saw.

Menaklukkan dunia bukan berarti memilikinya atau menghindarinya. Tetapi mampu menggunakan dan mengatur dunia agar dapat dimanfaatkan di Jalan Allah Swt. “Dunia ibarat pembantumu, dan kamu adalah pembantu Tuhan.”

Cerita 3 (Lomba Lari yang Diulang)

Di hutan, hiduplah berbagai jenis binatang. Mereka hidup dengan damai dan tenang. Beberapa dari mereka bahkan berkawan, walaupun ada beberapa hewan yang ditakuti, seperti harimau dan singa.

Di hutan tersebut, ada cerita yang begitu terkenal, yaitu tentang kura-kura yang selalu mengalahkan kelinci pada lomba lari.

Cerita tersebut membuat kelompok kelinci merasa malu. Bagaimana mungkin mereka yang larinya sangat cepat, bisa kalah dengan kura-kura? Padahal, semua hewan tahu kalau kura-kura berjalan sangat lambat. Tetapi mereka membiarkan saja cerita itu.

"Biarlah. Mungkin dulu memang ada seekor kelinci yang kalah lomba lari dari kura-kura. Yang penting, semua hewan tahu kalau kelinci berlari dengan sangat cepat."

Sayangnya, ucapan Linca itu terdengar oleh Kuri, si pemimpin kelompok kura-kura. Ia tidak terima dengan apa yang diucapkan Linca.

"Selama ini semua hewan tahu, bahwa kura-kura selalu menang bila berlomba dengan kelinci. Kalau Linca tidak mau mengakuinya, aku akan menantangnya untuk lomba lari besok," demikianlah ucap Kuri dengan penuh amarah.

Kemudian seekor kura-kura diutus untuk menyampaikan tantangan kepada Linca. Tanpa rasa takut, Linca pun menerima tantangan tersebut.

Keesokan harinya, Linca dan Kuri sudah bersiap di tempat yang telah ditentukan. Tentu saja, masing-masing mereka memiliki pendukung. Linca didukung oleh para kelinci, sementara Kuri didukung oleh para kura-kura.

Perlombaan lari pun dimulai. Linca segera berlari dengan kencang. Ia tak mau menyia-nyiakan waktu. Sementara Kuri juga tak mau kalah. Ia berlari sekuat tenaga, meskipun tetap saja hasilnya lambat.

Para kelinci bersorak-sorai melihat Linca yang sudah jauh memimpin di depan. Tetapi Linca tidak mau senang dulu. Sebelum garis finis berhasil dicapai, ia tak mau bersikap lengah.

Linca melihat beberapa tumpukan wortel, tetapi tidak memedulikannya. Ia terus berlari dan berlari. Hingga akhirnya ia mendengar suara rintihan di sebuah jalan yang menikung.

"Aduh, tolong.... sakit sekali....'

Linca segera mencari asal suara tersebut. Alangkah terkejutnya Linca dengan apa yang dilihatnya. Ada seekor kura-kura yang tertimpa pohon!

"Apakah ini jebakan, ya?" pikir Linca. Tetapi kemudian ia memutuskan untuk melihat kondisi kura-kura yang tertimpa pohon.

"Wah, lukanya parah! Tidak mungkin kalau ini jebakan. Aku harus segera membawanya ke rumah Beri,” ucap Linca sambil menyingkirkan kayu yang menimpa si kura-kura. Linca kemudian menggendong kura-kura yang terluka tersebut ke rumah Beri. Beri adalah seekor beruang tua yang mengetahui banyak ramuan obat.

Semua hewan menanti di garis finis. Mereka ingin tahu, siapakah yang akan menjadi pemenang lomba lari kali ini. Tetapi setelah sekian lama, Linca tidak juga muncul. Beberapa kelinci mulai cemas.

Sampai akhirnya, sesosok bayangan terlihat dari kejauhan. Ibu Linca dan para kelinci tahu, itu bukanlah Linca. Wajah mereka pun terlihat sedih dan kecewa. Sebaliknya, beberapa kura-kura terlihat bersorak gembira.

"Pasti kelinci itu tertidur juga, persis seperti kelinci yang dulu pernah kalah itu," ucap seekor kura-kura.

"Tidak mungkin! Linca terkenal sebagai kelinci yang bersungguh-sungguh, tidak mungkin ia tertidur,” ucap ibu Linca dengan sangat yakin.

Akhirnya, lomba lari tersebut dimenangkan oleh Kuri si kura-kura. Para kura-kura terlihat bersorak gembira.

Tetapi, di mana Linca?

Saat itulah, dari kejauhan, Linca dengan wajah yang kelelahan. Tetapi, ia tidak sendirian. Ia menggendong seekor kura-kura.

"Lihatlah! Apa yang dilakukan Linca?"

"Siapa yang digendongnya itu?”

Semua hewan sibuk saling bertanya. Setelah Linca tiba di garis finis, betapa terkejutnya mereka melihat siapa yang digendong Linca.

"Kurli? Apa yang terjadi padamu, Nak?” ucap Kuri dengan penuh rasa khawatir.

Ternyata, kura-kura yang terluka itu adalah Kurli, anak Kuri. Kurli kemudian menceritakan apa yang terjadi. Bahwa ia tertimpa pohon, dan Linca lah yang menolongnya.

Mendengar itu, Kuri sangat berterima kasih kepada Linca. Ia merasa malu karena telah membanggakan kemenangannya. Sementara, Linca kalah karena menolong Kurli, anaknya.

"Memang aku yang memenangkan lomba lari ini. Tetapi semua hewan tampaknya setuju, kalau kelinci memang lebih cepat larinya daripada kura-kura,” ucap Kuri dengan bijaksana.

Ia menyatakan kemenangannya, tetapi juga mengakui kecepatan lari Linca. Tentu saja. Kalau lari Linca tidak cepat, tidak mungkin ia bisa pergi dan kembali dari rumah Beri dalam waktu yang singkat.

Semua hewan bersorak gembira karena kelinci dan kura-kura tak perlu lagi meributkan siapa yang paling cepat.

Pesan moral:

Pesan moral dari kisah ini yaitu, dalam suatu perlombaan, bisa saja pihak yang lebih pandai atau lebih cepat yang akhirnya kalah.

Tetapi sebenarnya, menang atau kalah bukanlah hal yang terlalu penting. Terpenting adalah manusia dapat menggunakan kepandaian atau kecepatan tersebut untuk hal yang baik.

Baca Juga: 11 Caption Wanita Hebat sebagai Inspirasi Menghadapi Kehidupan

Demikian adalah kumpulan cerita inspiratif singkat beserta pesan moralnya. Semoga menginspirasi! (Mit)