3 Contoh Puisi Balada yang Bagus, Lengkap dengan Definisi dan Ciri-Cirinya

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada banyak sekali jenis puisi yang ada di tanah air, salah satunya yakni balada. Contoh puisi balada ini banyak sekali ditemukan pada tulisan penyair terkenal ataupun pencipta lagu.
Contohnya saja ada pujangga WS Rendra atau Sapardi Djoko Damono. Selain sebagai sebuah karya sastra yang indah dan bisa dinikmati, tak jarang balada menjadi salah satu cara untuk menuangkan isi hati para penyair.
Definisi dan Ciri-Ciri Puisi Balada
Dikutip dari buku Ayo Menulis Puisi: Panduan Menulis Puisi untuk Peserta Didik Kelas V SD, Anita Yuniarti Nurjannah, M.Pd, (2020:7), definisi puisi balada yakni puisi yang berisi cerita yang diberi efek nyanyian. Biasanya juga memuat dialog untuk mengisahkan sebuah cerita dan umumnya juga berisi cerita tragedi atau kisah heroik.
Selain itu balada juga mempunyai beberapa ciri khasnya sendiri, misalnya terdiri dari 3 bait yang masing-masingnya ada 8 larik, bersajak aabc, atau berubah jadi abcb, dan pada larik yang terakhir di bait pertama biasanya dijadikan referensi dalam bait-bait berikutnya.
3 Contoh Puisi Balada yang Bagus
Berikut ini tiga contoh puisi balada yang bagus dan bisa dijadikan panduan dalam menulis puisi jenis tersebut.
Contoh 1
Balada Laki-Laki Tanah Kapur
Karya: WS Rendra
Mendatang derap kuda
dan angin bernyanyi:
Kan kusadap darah lelaki
terbuka guci-guci dada baja
bagai pedagang anggur dermawan
Lelaki-lelaki rebah di jalanan
lambung terbuka dengan geram serigala!
O, bulu dada yang riap!
Kebun anggur yang sedap!
Lurah Kudo Seto
bagai trembesi bergetah
dengan tenang menapak
seluruh tubuhnya merah
Contoh 2
Balada Orang-orang Tercinta
Karya: W.S. Rendra
Kita bergantian menghirup asam
Batuk dan lemas terceruk
Marah dan terbaret-baret
Cinta membuat kita bertahan
dengan secuil redup harapan
Kita berjalan terseok-seok
Mengira lelah akan hilang
di ujung terowongan yang terang
Namun cinta tidak membawa kita
memahami satu sama lain
Kadang kita merasa beruntung
Namun harusnya kita merenung
Akankah kita sampai di altar
Dengan berlari terpatah-patah
Mengapa cinta tak mengajari kita
Untuk berhenti berpura-pura?
Kita meleleh dan tergerus
Serut-serut sinar matahari
Sementara kita sudah lupa
rasanya mengalir bersama kehidupan
Melupakan hal-hal kecil
yang dulu termaafkan
Mengapa kita saling menyembunyikan
Mengapa marah dengan keadaan?
Mengapa lari ketika sesuatu
membengkak jika dibiarkan?
Kita percaya pada cinta
Yang borok dan tak sederhana
Kita tertangkap jatuh terperangkap
Dalam balada orang-orang tercinta
Contoh 3
Derita Anak Bangsa
Karya: Ainun Qalbi S.R
Ia mengayuh sepedanya
Ia mengayuh semangatnya
Menjual koran di pagi hari
Panasnya matahari, dinginnya hujan
Tak ia rasakan
Ia sampai putus sekolah
Cita-cita tak lagi ia gantungkan
Hanya ada satu kewajiban
Menjual koran, mencari makan
Baca juga: 5 Puisi Romansa Sedih sebagai Ungkapan Kegalauan
Bagaimana contoh puisi balada di atas tadi bagus dan menyentuh hati bukan? Selamat menulis puisi!(nov)
