Konten dari Pengguna

3 Contoh Puisi Ibu Pendek untuk Peringatan Hari Ibu

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi Ibu Pendek, Foto : Pexels/Daria Obymaha
zoom-in-whitePerbesar
Puisi Ibu Pendek, Foto : Pexels/Daria Obymaha

22 Desember yang kita peringati sebagai Hari Ibu. Ungkapan terima kasih atas kasih sayang Ibu tepat kita berikan saat itu. Bahkan memberi satu puisi Ibu pendek 1 bait saja dengan tema cinta pasti akan membuat haru.

Jika berbicara tentang Ibu tidak akan ada pemberian yang bisa sebanding dengan kasih sayangnya. Meski begitu kita tahu bahwa Ibu tidak pernah meminta atau mengharapkan balasan.

Seberapa sering kita mengucap terima kasih secara langsung kepada Ibu. Suatu ungkapan yang seharusnya lazim diucapkan setiap hari. Namun terkadang terasa kikuk untuk dikatakan.

Puisi Ibu Pendek

Foto : Unsplash/Manuel Cosentino

Kita semua tahu Ibu tidak ada yang bisa menandingi besar perngobanannya. Sudah selayaknya tidak akan berhenti kita untuk berterima kasih. Ucapan terima kasih itu bisa kita tuangkan dalam Puisi Ibu singkat 1 bait. Berikut ini simak 3 contoh puisi Ibu pendek yang bisa disampaikan pada Hari Ibu :

1. Sosok Ibu

Aku merasakan lembutnya belai tanganmu Aku merasakan hangatnya peluk cintamu Tak pernah Aku melihat keluh kesahmu Meski Aku selalu mengganggumu

2. Terima Kasih Ibu

Tiada kata yang sebanding dengan perjuanganmu Dalam Lelah tak pernah kau mengeluh Balasanku tak bisa senilai dengan pengorbananmu Hanya Do’a terbaik untukmu sebagai ucapan terima kasihku

Andai ada yang bisa kuberikan Sebagai bentuk balasan Atas kasih sayang Dari Ibu Seorang

3. Lilin hidupku

Aku pernah berada dalam gelap Saat perasaan takut menangkap Kau datang membawa cahaya Sambil kau genggam tanganku penuh cinta

Berkali-kali Aku terjatuh Berkali-kali pula Aku menjauh Meski Aku selalu meninggalkanmu Tapi kedua tanganmu selalu terbuka saat Aku membutuhkanmu

Kau adalah lilin, Ibu Cahaya kecil tapi tak sekecil itu bagiku Kau penerang dalam gulitaku Meski kau tak sadar sebesar itu perananmu

Foto : Pixabay/RebeccasPictures

Puisi ibu tercinta seperti di atas hanyalah puisi sederhana. Meski tanpa rangkaian diksi yang menarik, namun cukup menunjukkan ungkapan tulus dari hati. Pemberian yang tulus akan lebih menyenyuh hati.

Silahkan jadikan contoh-contoh diatas sebagai bahan referensi untuk menulis puisi. Selamat mencoba.