Konten dari Pengguna

3 Puisi Galau Kehidupan yang Menyentuh Hati

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi galau kehidupan. Sumber: JoshuaRawson/unsplash.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi galau kehidupan. Sumber: JoshuaRawson/unsplash.com.

Puisi galau kehidupan merupakan ungkapan rasa yang tidak bisa disampaikan secara lugas. Melalui puisi, semua perasaan galau tersalurkan.

Bagi sebagian orang, puisi merupakan ekspresi jiwa. Semua yang ada di dalam diri dikeluarkan tanpa perlu menunggu respon dari orang lain.

3 Puisi Galau Kehidupan

Ilustrasi: puisi galau kehidupan. Sumber: RaeAngela/unsplash.com.

Tak semua orang bisa menghadirkan rasa dalam bentuk puisi. Orang yang sedang galau tidak serta merta bisa membuat puisi. Kemampuan membuat puisi itu merupakan ketrampilan yang terasah oleh pengalaman dan pengetahuan akan seni dan sastra.

Contoh puisi galau kehidupan misalnya bisa didapat dari Kumpulan Puisi: Goresan Tinta di Ujung Senja, Marhamah (2020:9-12) berikut ini.

1. Sejuta Rindu oleh Marhamah

Sunyi sepi senyap

Hanya hati yang meratap

Tanpa mata yang menatap

Bayangmu hadir dalam sekejap

Menghampiri lalu menghilang

Melayang dalam lengang

Hingga rindu kian menerjang

Pada kalbu yang meradang

Hanya tinta yang tergoreng

Air mata turut menetes

Pada lembaran putih nan suci

Kuselipkan rindu pada kekasih hati.

2. Dejavu oleh Marhamah

Melihatmu membuatku merasakan dejavu

Teringat cerita indah di masa lalu

Aku tak tahu mengapa merasakannya padamu

Entahlah ini pertanda apa

Namun, aku merasa ada yang berbeda

Aku sulit mengungkapkannya

Hingga aku menceritakannya melalui goresan tinta

Akan kuberikan padamu ketika berjumpa

Agar kau tahu aku mulai merasa jatuh cinta

Walau bukan lagi pada pandangan pertama.

3. Menanti Bersama Senja oleh Marhamah

Senja kembali menyapa

Aku masih duduk di tempat yang sama

Bersama angin yang tak pernah bosan menerpa

Menanti sesosok raga yang sekarang entah di mana

Tak ada penantian yang menyenangkan

Sesuatu yang membosankan tanpa adanya kepastian

Namun, diriku masih saja menjadi penikmat rindu

Pada penantian kelabu yang hanya berujung semu

Bukan aku tak mampu mencari yang baru sebagai penggantimu

Hanya saja hati ini masih terisi namamu

Sulit bagiku untuk menghapusnya

karena aku terlalu pandai menyimpan rasa

Bertahan pada satu nama dan berharap semua masih sama

Walau terkadang menyesakkan dada dan tak lupa menyisakan luka

Aku masih berharap penantianku berbalas temu

Hingga dua hati kembali bersatu dan tak ada lagi kata sembilu.

Baca juga: 4 Contoh Puisi Rakyat Singkat dalam Karya Sastra

Demikianlah 3 puisi galau kehidupan yang menyentuh hati, meski indah tapi membuat hati sedih. (lus)