3 Puisi Proklamasi Kemerdekaan yang Dapat Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

17 Agustus merupakan momen yang menandakan sebuah perjuangan panjang para pahlawan meraih kemerdekaan Indonesia. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan jiwa nasionalime, salah satunya dengan membacakan puisi proklamasi kemerdekaan.
Dikutip dari Buku Strategi Ampuh Memahami Makna Puisi, Kodrat Eko Putro Setiawan, M.Pd dkk, (2019: 1), pengertian puisi adalah ragam karya sastra yang didalamnya terdapat peristiwa kebahasaan yang tersaring untuk mengekspresikan kepribadian dalam bentuk yang tepat.
3 Puisi Proklamasi Kemerdekaan
Selain untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme, puisi proklamasi kemerdekaan berikut ini juga bisa untuk momen memeriahkan hari bersejarah bangsa Indonesia dengan penuh cinta tanah air.
1. Pejuang Kemerdekaan, Karya: Rahmy Ardhie
Merah darahmu menggelora semangat juangmu membara Tak pernah padam Meski harus berkorban nyawa Meski harus menderita
Kau telah memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia Dengan perkasa Dengan susah payah Tanpa keluh kesah
Tak akan kami sia-siakan hasil Perjuangamu Akan kami isi dengan membangun negeri Agar Indonesia semakin sendiri
Bandung, 17 Agustus 2019
2. Merdeka itu Mahal, Karya: Ahza
Jika kau ingin bebas Jika kau ingin tak terikat Jika kau ingin tak tertekan Jika kau ingin hidup damai Berarti kau ingin Merdeka kawan
Tapi apa yang kau buat Apakah sudah berkorban Apakah sudah berjuang Apakah sudah perang Atau hanya berpangku tangan kawan
Tahukah kau Ribuan jiwa runtuh tertimbun Untuk membebaskan pertiwi dari penjajah keji Walau darah membanjiri raga kawan Ingat Merdeka itu mahal
Jangan sia-siakan kemerdekaan ini Merdeka itu tak bisa dibeli Jangan samakan seperti roti Merdeka itu sebuah ikatan hati Dari pejuang untuk pertiwi
Trenggalek, 14 Agustus 2021
3. Merah Putih Untuk Pertiwi, Karya: Alfin Nihayatul Islamiyah
Guritan tinta emas dalam kertas bekas Memori masa kelam terlintas Dalam balutan darah yang masih menggenang Melaju melewati masa menjadi kenangan
Maksud terbuat dalam hati yang luluh Kisa pulihan tahun yang beradu dalam peluh Kelu rasanya hati berdayuh-dayuh Kertas bekas waktu menjadi rapuh Merdeka! Diiringi Indonesia raya yang menggema Air mata yang siap meluncur kapan saja Penantian dipenghujung usia Akhir kata yang menjadi lega seluruh warga bumiputera
Surabaya, 17 Agustus 2021
Baca juga: 5 Cara Unik Rayakan Momen Kemerdekaan Indonesia
Semoga dengan puisi proklamasi kemerdekaan di atas dapat menjadi inspirasi mengenang pejuang kemerdekaan dan memberikan semangat patriotisme di dalam diri. (ERI)
