3 Puisi Sakit Hati dan Kecewa yang Menyayat Hati

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi sakit hati dan kecewa merupakan bentuk ungkapan hati yang dituliskan dalam bentuk kalimat yang indah. Adanya puisi ini kerap menghadirkan suasana yang mengharu biru sebab kalimatnya dapat menyayat hati bagi para pembaca.
Puisi merupakan salah satu bentuk ragam sastra yang terikat oleh rima dan irama serta larik dan bait. Puisi banyak digemari oleh pecinta sastra sebab bisa menghadirkan kata berima yang penuh dengan makna.
Puisi sakit hati dan kecewa biasanya mewakili luka yang ada dalam hati. Puisi luka memberikan pesan tersirat tentang kekecewaan yang dialami akibat cinta, atau harapan yang tak tersampaikan.
Bagaimana kira-kira bentuk puisi sakit hati dan kecewa? Simak contohnya di bawah ini!
Puisi Sakit Hati dan Kecewa
Berikut ini contoh puisi sakit hati dan kecewa yang menyayat untuk kamu yang sedang galau:
Contoh Puisi Sakit Hati dan Kecewa 1
(dikutip dari buku berjudul Jalan Puisi)
Kami Manusia
Penulis: Al Aufa
Kami ini manusia
Terdiri dari darah dan nadi
Bukan kabel dan oli
Terus dihajar tuntutan
Segala harus runtut dan manut
Dengan embel-embel, kalian besok mau jadi apa?
Kami ini manusia
Terdiri dari syaraf dan hati
Bukan dari mesin dan besi
Jadi jangan kaget suatu saat mata kami merah
Habis begadang
Hati kami bergejolak kepanasan
Otak mumet banyak tuntutan
Badan lemes kebanyakan beban
Telinga tuli banyak kotoran
Inikah cinta?
Mengapa penuh derita?
Puisi Sakit Hati dan Kecewa 2
(dikutip dari buku berjudul Kumpulan Puisi Siklus Hati)
Pilih Salah Satu
Penulis Addinda Ayu Arsyah
Jika ada dia
Mengapa harus ada aku
Jika ingin keduanya
Bersiap untuk kehilangan nan Satu
Hati tak bisa dibelah
Dia akan retak sendirinya
Saat itu terjadi
Jangan berharap dia menyatu kembali
Jika perkara mengiklaskan itu mudah
Sudah ku lakukan sebelum kau menemui nya
Nyatanya perihal melepaskan
Tak semudah menjatuhkan
Jika dahulu dia sudah ada
Mengapa kau usik aku?
Seolah kau bilah hati ini menjadi kepingan tak bersalah
Lalu sekarang apa?
Aku pergi menjauh?
Puisi Sakit Hati dan Kecewa 3
(dikutip dari buku berjudul Kumpulan Puisi: Cintamu Yang Mana)
Ruang Kesakitan
Penulis Qanita
Kau mengujiku?
Kata-kata hanyalah asap bagiku
Tidak bisa ku tangkap
Terbang ke langit menjauhiku
Aku melihat asap berkumpul dengan awan
Lalu turunlah hujan
Itu bagian darimu
Namun kau tahu kan?
Hujan tidak bisa bertahan lama
Berhenti, lalu tanah menyerap air
Kau pun menghilang
Demikianlah tadi contoh puisi sakit hati dan kecewa yang menyayat hati. Mana yang paling membuat hatimu ikut bersedih? (YOU)
