Konten dari Pengguna

3 Puisi Senja Sedih yang Menggugah Hati

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

3 Puisi Senja Sedih yang Menggugah Hati, Foto: Unsplash/NaeUnani
zoom-in-whitePerbesar
3 Puisi Senja Sedih yang Menggugah Hati, Foto: Unsplash/NaeUnani

Puisi senja sedih kerap mewakili perasaan pembaca yang sedang dilanda kesedihan yang mendalam. Pesan tersirat dari puisi tersebut bisa memberikan essensi tersendiri dari luka yang tengah dialami.

Dikutip dari buku Strategi Ampuh Memahami Makna Puisi oleh Kodrat Eko Putro Setiawan, M.Pd dan Prof. Dr. Andayani, M. Pd, melalui puisi, seseorang dapat menciptakan suatu dunia tersendiri, yang berisi pesan atau gambaran suasana tertentu, baik fisik maupun batiniah.

Tak heran, hanya dengan membaca atau mendengarkan puisi, kita bisa terbawa dan ikut hanyut dalam ungkapan rasa yang disampaikan.

Puisi bertajuk senja sedih merupakan salah satu jenis puisi sedih. Puisi ini biasanya mewakili hal-hal berbau luka, kecewa, kesedihan mendalam, yang dibalut dengan waktu senja sebagai latarnya.

Puisi Senja Sedih

Berikut ini beberapa contoh puisi senja sedih yang menggugah hati:

Puisi 1

Dikutip dari buku berjudul Kumpulan Puisi: Goresan Tinta di Ujung Senja yang ditulis oleh Marhamah.

Menanti Bersama Senja

Senja kembali menyapa

Aku masih duduk di tempat yang sama

Bersama angin yang tak pernah bosan menerpa

Menanti sesosok raga yang sekarang entah di mana

Tak ada penantian yang menyenangkan

Sesuatu yang membosankan tanpa adanya kepastian

Namun, diriku masih saja menjadi penikmat rindu

Pada penantian kelabu yang hanya berujung semu

Bukan aku tak mampu mencari yang baru sebagai penggantimu

Hanya saja hati ini masih terisi namamu

Sulit bagiku untuk menghapusnya

Karena aku terlalu pandai menyimpan rasa

Tertahan pada satu nama dan berharap semua masih sama

Walau terkadang menyesakkan dada dan tak lupa menyisakan luka

Aku masih berharap penantianku berbalas temu

Hingga dua hati kembali bersatu dan tak ada lagi kata sembilu

Puisi 2

Karya Cindy Adinda dikutip dari buku Antologi Puisi berjudul Langit Senja Bertajuk Rindu

Garis Senja

Pada cahaya

Pada seratan purnama atau pada renjana sekalipun

Kita akan tetap hilang

Meremang pada riak-riak petang

Menjelma jadi rasa yang kian gamang

Pada takdir semesta, seringkali aku mengeluh

Tentang kita yang tak pernah utuh

Tentang segala yang pernah kita upayakan

Yang pada akhirnya menjadi kisah-kisah kusam

Bayangmu masih berpenjar bagai bianglala

Memekakkan segala ingatan di kepala

Lalu kamu terhadir

Dalam bentuk paling dingin

Serupa angin

Membuat aksara rindu yang kukumpulkan

Menjadi berantakan

Mengapa hilang?

Mengapa tak bertahan?

Bahkan masa lalumu masih menjadi tanya

Yang tak pernah ingin

Ku ketahui jawabannya

Diammu seolah jadi pengingat

Bahwa kita tak lagi hangat

Garis senjamu berubah jadi dingin

Sedingin malam bulan Desember

Puisi 3

Karya Ilona Damayanti dikutip dari buku Antologi Puisi berjudul Langit Senja Bertajuk Rindu.

Kenangan Senja

Layung senja telah mencuatkan keindahan

Langit berubah berwarna jingga

Aku tak bisa lama memandang

Senja tenggelam dalam kenangan

Aku berjalan pelan

Mecoba menyusuri jalanan

Melewati setiap jejak langkah yang telah terhapus masa

Kenangan yang usang

Telah menjadi saksi

Bahwa semuanya sudah melangkah pergi

Senyumnya tak luntur

Wajahnya masih terbayang

Rangkulan tangan seolah belum terlepaskan

Mataku masih tak mampu membayangkan

Duniaku masih tak bisa meyakinkan

Bahwa semuanya telah hilang

Dirimu dimana, kataku

Rindu ini menjadi jeda

Saat kita tak saling berjumpa

Kepada angin rindu ini kutitipkan

Melalui serangkai doa

Mampukah ia mendengarnya?

Menggugah hati sekali bukan puisi bertajuk senja nan sedih di atas? Barisan kata yang indah dengan suratan makna kesedihan yang mendalam. Semoga bermanfaat!(You)