Konten dari Pengguna

37 Pantun Menyindir Musuh sebagai Referensi

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi Pantun Menyindir Musuh, Foto Unsplash/Etienne Boulanger
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pantun Menyindir Musuh, Foto Unsplash/Etienne Boulanger

Pantun menyindir musuh dapat dijadikan sebagai sarana untuk mengungkapkan kekesalan terhadap seseorang. Pasalnya, mengungkapkan rasa kesal terhadap orang yang menyebalkan bukanlah masalah yang mudah. Banyak cara yang dapat digunakan, salah satunya yaitu dengan menggunakan pantun.

Sindir-menyindir kini telah menjadi fenomena yang lumrah di dalam kehidupan masyarakat. Hal itu merupakan bentuk balasan untuk musuh atau untuk orang yang sudah kelewat batas dalam berkata atau bertindak.

Melalui sindiran tersebut, dapat membuat orang yang mendengar menjadi tersadar atas perbuata buruk yang telah dilakukan. Selain itu, dengan melontarkan sindiran juga dapat membuat perasaan menjadi tenang dan lebih lega.

Daftar isi

Pengertian Pantun

Sebelum membahas tentang pantun menyindir musuh, sebaiknya pahami terlebih dahulu pengertian dari pantun. Berdasarkan buku yang berjudul Kamus Lengkap Pantun Indonesia Kamus Pantun Paling Lengkap yang Pernah Ada, Agus Priyanto SPd, (2014:7), pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara.

Pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti "petuntun". Dalam bahasa Jawa, misalnya, dikenal sebagai parikan, dalam bahasa Sunda dikenal sebagai paparikan, dan dalam bahasa Batak dikenal sebagai umpasa.

Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, bersajak akhir dengan pola a-b-a-b dan a-a- a-a (tidak boleh a-a-b-b, atau a-b-b-a).

Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis.

Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran dan isi. Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima/sajak.

Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.

1. Ciri-Ciri Pantun

Ciri-ciri pantun dapat dilihat berdasarkan bentuknya. Ciri-ciri ini tidak boleh diubah. Jika diubah, pantun tersebut akan menjadi seloka, gurindam, atau bentuk puisi lama lainnya. Ciri-ciri pantun adalah sebagai berikut:

  • Tiap bait terdiri atas empat baris (larik).

  • Tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata.

  • Rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b.

  • Baris pertama dan kedua merupakan sampiran.

  • Baris ketiga dan keempat merupakan isi.

2. Jenis-Jenis Pantun

Berdasarkan buku Menenal Sastra Lama, Eko Sugianto (2015:7), berdasarkan maksud/isi/temanya pantun dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu pantun anak-anak, pantun remaja/dewasa, dan pantun orang tua.

Masing-masing kelompok menunjukkan kekhasan tema sesuai dengan perilaku pemiliknya.

Pantun anak-anak menggambarkan dunia anak-anak yang biasanya berisi rasa senang dan sedih. Oleh karena itu, jenis pantun anak dibagi dua, yaitu pantun bersuka cita dan pantun berduka cita.

Pantun remaja atau dewasa berisi kehidupan remaja/dewasa. Tema cinta sangat dominan dalam pantun remaja/dewasa. Pantun remaja atau dewasa dibagi beberapa jenis, yaitu pantun perkenalan, pantun berkasih-kasihan/percintaan, dan pantun perceraian/perpisahan.

Pantun orang tua berisi pendidikan dan ajaran agama. Pantun jenis ini dibagi menjadi beberapa macam, di antaranya pantun nasihat, pantun adat, pantun agama, pantun budi, pantun kepahlawanan, pantun kias, dan pantun peribahasa.

Berdasarkan tema-tema tersebut, pantun digunakan sesuai dengan kebutuhan atau posisi masing-masing kelompok masyarakat. Pantun anak- anak biasanya dipakai saat bermain atau digumamkan saat sedih.

Pantun remaja/dewasa, khususnya pantun muda (pantun cinta kasih), digunakan untuk bersilat lidah dalam memadu cinta kasih. Pantun orang tua dipakai dalam pertemuan adat sebagai selingan penegas dalam berdialog atau berdebat.

Selain itu, pantun orang tua juga digunakan sebagai kias dan ibarat ketika orang tua menasihati anak/cucunya.

Contoh Pantun Menyindir Musuh

\\Ilustrasi Pantun Menyindir Musuh. Foto Pixabay/StockSnap

Berikut adalah kumpulan contoh pantun menyindir musuh yang dapat dijadikan sebagai referensi yang sebagian diambil dari buku yang berjudul Buku Pintar Majas, Pantun, dan Puisi, Ulin Nuha Masrucin, (2017:118):

  1. Janganlah beli keripik

    Jika kamu sudah makan ketan

    Percuma wajahmu cantik

    Jika hati kaya setan

  2. Berjemur di pinggir pantai

    Sambil makan ikan bawal

    Bodymu memang aduhai

    Tapi hanya untuk dijual

  3. Pagi makan roti

    Siang makan bakso urat

    Cinta ini sungguh mati

    Kamu tega berkianat

  4. Sudah sering baca koran

    Kalau beli koran pagi

    Sudah banyak pengorbanan

    Tidak satupun kau hargai

  5. Lempar jangkar dari kapal

    Dermaga kapal betawi

    Dasar kamu cewek binal

    Semua cowok kau layani

  6. Kau rajut tali temali

    Hanya untuk gantung diri

    Dasar kamu cewek genit

    Tidak punya harga diri

  7. Suruh pergi ke kota kerinci

    Beli tiket banyak yang antre

    Sungguh tidak mengherankan lagi

    Tengok makin banyak cewek matre

  8. Jalan-jalan ke kota Semarang

    Terlihat gabus di dalam kerajang

    Saya heran tengok gadis saat ini

    Bodi tidak bagus gunakan pakaian jarang

  9. Kecap asin tidak butuh diseduh

    Jolok mangga dengan galah pan- jang

    Silap sedikit segera selingkuh

    Tersebut dia lelaki mata kerajang

  10. Kunang-kunang terbang kesana

    Terkena hujan badannya basah

    Pinjam uang sambil memaksa

    Bayar hutangnya sangatlah susah

  11. Pagi hari makan bawang

    Terlihat ular berkelat kelit

    Terlalu sering meminjam uang

    Giliran dipinjam sungguh pelit

  12. Hidup bahagia dengan iman

    Nafsu maksiat dapat terhalang

    Bagaimana bisa disebut teman

    Dia menusuk dari belakang

  13. Raja rela membangun satu dinasti

    Jangan pernah ada yang mencelakai

    Lain di mulut lain di hati

    Berteman hanya bisa melukai

  14. Obat tabib terkenal manjur

    Kaki sakit ditutup selimut

    Kusangka kamu teman yang jujur

    Rupanya kamu musuh dalam selimut

  15. Dahulu elok cantik gulita

    Indah seperti bunga taman

    Daripada kehilangan bahagia

    Lebih baik aku kehilangan teman

  16. Bagus hati jika kamu tabah

    Saat kamu membaca surat biru

    Jika dinasehati tidak juga berubah

    Baiknya kucari teman baru

  17. Jengkol itu menyengat baunya

    Bau seperti api dupa

    Mendekat jika ada maunya

    Sudah pernah ditolong tapi lupa

  18. Sungguh mahal bunga melati

    Bagus untuk hiasan permaisuri

    Teman sejati memang susah dicari

    Tetapi teman palsu banyak di sini

  19. Si kancil suka makan kentang

    Lari melihat gajah besar

    Waktu susah kamu dikasih utang

    Sampai kaya belum juga dibayar

  20. Mama suka lagu keroncong

    Papa suka lagu dangdutan

    Belum kaya kamu sudah sombong

    Sudah kaya kamu lupa daratan

  21. Intan berlian intan mutiara

    Hadiah istimewa dari sang raja

    Hiduplah secara sederhana

    Meski kaya tidak usah pamer harta

  22. Aku suja jalan-jalan di taman

    Untuk bersantai menunggu petang

    Aku punya seorang teman

    Kalau datang hanya meminta utang

  23. Apalah arti dari sebuah taman

    Terlihat elok di waktu pagi

    Apalah artinya dari seorang teman

    Ditagih utang, malah dia pergi

  24. Enak sekali rasa kue ketan

    Ketan berasal dari ladang selatan

    Kenapa dia mengaku teman

    Taetpi suka melakukan penghianatan

  25. Air sumur ada dalam timba

    Akan dibawa ke dalam hutan

    Gaya seperti harimau rimba

    Rupanya hanya kucing penyakitan

  26. Bunga melati baunya harum

    Tumbuhnya di atas perbukitan

    Mulut besar pandai mengaum

    Sekali disentak dia gemetaran

  27. Padang pasir penuh dengan singa

    Kumpulan hewan rusa yang dicari

    Puasku menabur bunga

    Rupanya terinjak jadi duri

  28. Langit cerah berwarna merah

    Seperti api yang mulai padam

    Salah sedikit langsung marah

    Bagaikan api di dalam sekam

  29. Hujan gerimis dingin terasa

    Di pagi hari pergi ke kebun lada

    Mulut manis rupanya berbisa

    Pandai berjanji, buktipun tidak ada

  30. Kereta kuda kalau disewa

    Pergi berangkat keliling kota

    Jangan penah bersikap jumawa

    Hanya karena bikin kecewa

  31. Naik kereta disopir masinis

    Di perjalanan melihat gadis

    Ada orang bibirnya manis

    Tetapi omongnya kelewat sadis

  32. Terkena hujan, bajunya lusuh

    Adik dipeluk sama pengasuh

    Untuk yang merasa jadi musuh

    Jangan pengecut membuat rusuh

  33. Artis idola memang tenar

    Sering hadir di konser besar

    Jika memang merasa benar

    Beri bukti, jangan hanya koar-koar

  34. Penyu muncul tidak punya cangkang

    Pergi jauh mengejar udang

    Untuk yang nusuk dari belakang

    Kamu itu hanyalah pecundang

  35. Banyak ikandi Pulau Bacan

    Jumbahnya banyak seperti karang

    Gayanya kekar layaknya macan

    Rupanya hanya seekor kumbang

  36. Banyak kecebong di pinggir jala

    Ada juga anak ikan nila

    Jangan sombong mempunyai harta

    Bisa-bisa jatuh menderita

  37. Ujung jalan hutannya lebat

    Kalau malam gelap gulita

    Lama sudah kita bersahabat

    Kenapa harus dusta di antara kita

Itulah kumpulan pantun menyindir musuh yang dapat dijadikan sebagai referensi. Kira-kira pantun nomor berapa yang akan digunakan? (Ria)

Baca juga: 191 Contoh Pantun Nasehat yang Menenteramkan Hati