4 Puisi Bulan Februari Karya Penyair Tanah Air

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa yang tidak suka puisi ? Hampir setiap orang menyukai sastra puisi. Setidaknya saat sedang jatuh cinta. Maka sederetan puisi akan melayang-layang di dalam pikiran. Di artikel ini akan diulas kumpulan puisi bulan februari yang merupakan karya para penyair tanah air.
Membuat puisi itu sebenarnya mudah. Pasalnya setiap hal bisa dijadikan tema puisi. Seperti tema puisi bulan februari, atau tema sekolah, dan lain-lain. Menulis puisi hampir sama seperti menulis cerita. Bedanya dalam puisi kata-katanya lebih indah.
Baca juga : 4 Puisi Manja untuk Kekasih yang Romantis
4 Puisi Bulan Februari
Kumpulan puisi bulan Februari karya para penyair Indonesia seperti di bawah ini merupakan karya sastra yang bagus. Intinya, puisi karya para sastrawan Indonesia tidak kalah jika dibandingkan karya sastrawan negara lain.
Agar tidak penasaran silakan simak, inilah kumpulan puisi bulan Februari, yang merupakan karya para penyair tanah air Indonesia :
1. Februari
Karya : Goenawan Mohamad
“Lewat, lewat,” seseorang berkata sopan kepada Waktu. Tapi dingin menyetop nya, kota menutup pintu. Gedung-gedung masih mencoba menyebutkan nama mereka kepada gelap. Tapi sejak Jalan 108 tak ada lagi percakapan Bulan sepucat margarin dan tak bersuara. Langit tak meleleh. Rambu dan lampu membentuk deret huruf Mesir, dan pada kilometer ke-enam ada sinar terakhir, mungkin terlontar ke tengah selat: cahaya yang sepelan penari menirukan angsa. "Lewat, lewat," seseorang berkata lagi kepada Waktu. Tapi laut menyedotnya dan menit membiru. Kekal pun singgah sebentar dan kota mendengarkan Ajal, dari jauh, seperti terompet pemburu...
2. Februari 1965
Karya : Rita Oetoro
Sepi rasanya sore ini memandang lewat jendela anak kita baru saja dikebumikan kau tahu — anak kita lelaki dan telah kutuliskan sebuah sajak (terbagi bianglala di angkasa raihlah anakku! sebab kasih dan nestapa kami terlalu sandu buat diratapi)
3. Februari yang Ungu
Karya : Joko Pinurbo
Februari yang ungu berderai pelan sepanjang malam, menyirami daun-daun kalender yang mulai kering. Aku melangkah ke dinding, membetulkan penanggalan yang tampak miring. “Jangan gemetar. Aku baik-baik saja. Tua cuma perasaan,” kata kalenderku yang pendiam. Kuhitung berapa tanggal telah tanggal, berapa pula tinggal tangkai. Sambil menggigil kalenderku berpesan, “Jangan mau dipermainkan angka. Tua cuma pikiran.” Kalenderku suka tertawa membaca catatan yang kutulis dengan tinta merah jingga: Ah, bulan terlambat datang. Ah, bulan datang terlambat. Oh, datang bulan terlambat. Februari yang ungu kuncup mekar sepanjang malam pada tangkai-tangkai kalender yang mulai gersang.
Sumber : Kekasihku: Kumpulan Puisi Joko Pinurbo, Joko Pinurbo, 2004
4. Dua Puluh Lima Februari
Karya : Alex R. Nainggolan
Yang teringat adalah debar kelahiranmu tangisan menerjang setiap sudut rumah sakit engkau, lelaki kecil memanggil di lengkung tubuhku remang cuaca seperti pendingin ruangan yang sekejap mati seperti penanda dari hari lahirmu kini aku berenang di cahaya kota ingin selalu tergesa ke rumah bercanda riang denganmu dan menimanmu dengan lagu haru sebagaimana ayah dahulu engkau, lelaki kecil merenggut segala lelah dan tamakku ah, betapa aku tak selesai sekadar menghitung waktu lalu alpa tak mendengar segala kisah-kisahmu
Beberapa contoh puisi bulan Februari karya penyair Indonesia seperti di atas bisa dijadikan referensi untuk caption media sosial atau tugas sekolah. Puisi juga salah satu karya sastra yang harus dilestarikan.
