4 Puisi Estetik tentang Kehidupan

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi adalah salah satu bentuk karya seni yang dapat memberikan gambaran keindahan dalam sebuah kata-kata. Banyak tema puisi yang bisa diangkat. Salah satunya puisi estetik tentang kehidupan.
Kehidupan sendiri tidak hanya berisi kegembiraan, tetapi juga kesedihan. Seperti dikutip dari Buku Baramuli Menggugat Politik Zaman (hal 460), kehidupan adalah peristiwa yang selalu naik dan turun serta terus menerus menggelinding, bagaikan bola liar yang lepas tidak terarah.
Referensi Puisi Estetik tentang Kehidupan
Berikut puisi estetik tentang kehidupan yang dapat dijadikan renungan.
1. Sketsa Waktu Karya Nasyama Syazana
Rintikan hujan yang menyulam waktu
Setetes embun yang membuatku sendu
Kebersamaan ucap rintik di satu waktu
Merajut sepenggal kisah di ponpes baru
Tangis tawa kita lewati bersama
Walau berat tapi tak akan lama
Kita melangkah di jalan yang sama
Akan kuukir di sketsa lama
Pelangi mewarnai hari-hariku
Senja berhasil menyemangatiku
Ilmu akan mengubah masa depanku
Sketsa waktu kan ku genggam selalu
Ingatlah kata sketsa waktu
Pertemuan maka ada perpisahan
Beribu-ribu cerita kan kuingat selalu
Kebersamaan kan kujadikan kenangan
2. Kebahagiaanku Karya Evanda Sulaiman Azis
Kebahagiaan itu dimulai dari diri sendiri
Namun bahagia itu tidak bisa dengan sendiri
Maka dari itu bahagia butuh seseorang tuk bersama menemani
Bahagia itu sederhana
Hanya dengan senyumanmu pun
Aku bisa tertawa bahagia
Bahagia itu tak perlu mahal
Hanya dengan hal itu pun aku bahagia
Maka dari itu, berbahagialah!
3. Menjadi Puisi Kehidupan Karya Rofi Ali
Hidup itu perjalanan
Berteman semangat dan gerah
Istirahat sejenak adalah perenungan
Berteman tafakur dan keheningan
Kehidupan itu merangkai kisah
Yang tidak pernah putus
4. Puisi Kehidupan Sedih Karya Nazliza
Aku hidup sendiri
Tolong katakan, siapa yang mau denganku?
Aku yang telah tak berdaya dan tidak bisa apa-apa
Beri tahu aku, siapa yang ingin berteman denganku?
Aku yang miskin akan semua harta
Di rumah gubuk nan kecil ini aku tinggal
Tidak ada seorang pun yang di sini
Sudah terbiasa jika aku hanya berkawan dengan sepi
Semua keluargaku sudah pergi dari dunia ini
Akibat bencana kala itu, yaitu gempa bumi
Sedih, dan meratapi kesendirian sering aku rasakan
Dengan kakiku yang terkadang sakitnya tak tertahankan
Aku hidup sendiri
Aku tak memiliki siapa-siapa lagi
Yang kubisa, adalah pasrah dengan sang Ilahi
Baca juga: 2 Contoh Puisi Bertema Lingkungan untuk Referensi
Itulah empat puisi estetik dengan warna-warni emosi dalam kehidupan yang bisa dijadikan inspirasi. (ERI)
