4 Puisi Goresan Hati yang Terluka, Sangat Menyayat Hati

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
Konten dari Pengguna
31 Oktober 2022 15:35
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Puisi Goresan Hati yang Terluka Foto: Unsplash/Kelly Sikkema.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi Goresan Hati yang Terluka Foto: Unsplash/Kelly Sikkema.
ADVERTISEMENT
Puisi goresan hati yang terluka menjadi cara untuk mengungkapkan kesedihan karena harus berpisah dengan orang yang dicintai.
ADVERTISEMENT
Meskipun hati sedih dan pikiran pun jadi tak menentu, kamu harus tetap menerima dengan hati yang lapang. Mencoba untuk move on dan dan melanjutkan hidup ke arah yang lebih baik.

Puisi Goresan Hati

Ilustrasi Puisi Goresan Hati yang Terluka Foto: Unsplash/Marah Bashir.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi Goresan Hati yang Terluka Foto: Unsplash/Marah Bashir.
Berikut ini Inspirasi Kata memberikan beberapa puisi goresan hati yang terluka, dikutip dari poetrynook-com.

1. Biar Langit yang Memutuskan

Hangatnya perapian malam

Mengingatkanku akan hangatnya pelukanmu

Kesejukan sungai kebahagiaan

Bagai menatap senyummu

Damainya jiwaku

Di mana belas kasih itu?

Bersamamu seperti mimpi semu

Hanya bisa merasakan abadinya duka

Dalam hati tersimpan banyak doa

Kau bilang kita pasti bisa

Bisa saling mencintai

Bersama sampai tua

Bersatu hingga mati

Kau bilang perbanyak doa dan harapan

Impian kita pasti kan terwujud

Namun apa yang terjadi kini?

Biarlah langit yang memutuskan

Satu keinginan

Cinta kita jangan sampai berubah

Hati kita tetap menyatu

Menciptakan bahagia bersama

Tak semudah yang kita duga

Bagaimana harus kuhentikan air mata?

Impian kita hanya sebatas dalam mimpi

Biarlah langit yang memutuskan

Tentang akhir cerita cinta kita

ADVERTISEMENT

2. Di Ujung Kata

Lengkaplah sudah sepi ini mengurung sendiriku

Terkulai dikunyah nelangsa yang berapi-api

Menyusuri jalanan lengang

Bersimbah angan tanpa tujuan

Dalam derap gerimis yang pongah menghujam

Terbuai wajahmu menyusup bertubi-tubi

Membawa sebaris kata bahagia yang menenggelamkan nurani

Di atas pengharapan tak berkesudahan

Tentang rindu kusam

Tentang cinta terbuang

Mengutip satu namamu di antara keluh kesah

Gundah gelisah, air mata, dan lara

Masihkah ada sedikit senyum darimu

Di batas penantianku yang kini makin terbata

Jika masih ada ruang di hatimu

Untukku, sedikit saja, tolong bicaralah

Pada tanah membentang

Pada pohon-pohon rindang

Dan angin yang mengusik keangkuhan

Setidaknya biar ada tanda yang bisa kubaca dan kuraba

Janganlah sepi yang hadir

Janganlah semu yang membeku

Karena aku selalu berjalan menujumu

3. Menunggu Kepastian

Kamu telah menempatkanku

Pada dinding karang

Yang pintunya tertutup

Jendelanya tiada

Terkurung

Dalam penantian panjang

Tanpa tahu

Kapan akhir dari penantian panjang

Hampir saja aku keletihan

Menunggu dalam ketidakpastian

Haruskah aku merobek

Sebuah janji yang kubuat dulu

Untuk selalu setia menunggu?

ADVERTISEMENT

4. Harapan Kosong

Mencoba tuk bertahan di tengah kepungan badai cobaan

Lelah dalam melangkah menggenggam cinta tak berbalas

Warna pelangi hanyalah semu yang dirasakan

Hilang tersalip awan-awan biru yang menderu-deru

Lupakan semua kenangan dan janji-janji hati

Kepastian sudah diberikan

Namun pengkhianatan menjadi jawaban

Cinta sejati kini telah ternodai

Hampa terasa sunyi di dalam jiwa

Menanti harapan melepas masa-masa kelam

Melangkah maju menuju sebuah harapan

Cinta sejati sudah jauh dan pergi

Berlalu pilu ditelan oleh sang waktu.

Itulah beberapa puisi goresan hati yang terluka. Semoga puisi di atas bisa kamu jadikan referensi.
editor-avatar-0
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020