Konten dari Pengguna

4 Puisi Ibu 4 Bait, yang Sarat Makna dan Menyentuh Hati

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

4 Puisi Ibu 4 Bait, Foto: Unsplash/leah hetteberg
zoom-in-whitePerbesar
4 Puisi Ibu 4 Bait, Foto: Unsplash/leah hetteberg

Ibu adalah sosok yang selalu memberikan kasih sayang bagi anak-anaknya setiap saat. Ia berjasa banyak dengan mengorbankan jiwa raganya hanya demi seorang anak. Salah satu cara untuk mengungkapkan kasih sayang kepadanya adalah melalui puisi ibu 4 bait.

Puisi tentang ibu ini dapat menggambarkan segala perjuangan sosok ibu yang telah merawat kita hingga sekarang. Puisi yang disampaikan dengan tulus tentunya bisa membuat ibu tersenyum bahagia.

4 Puisi Ibu 4 Bait

Berikut adalah 4 puisi untuk ibu yang dilansir dari buku Antologi Puisi Kasih Ibu Sepanjang Masa, Dahlia Damayanti Sholikhah, dkk., (2021:43-46):

Kelambu dan Lampu Sentir

Karya : Anjani Kanastren

Lemari tua itu, masih ada di pojok ruang

Dulu waktu kecil

Aku senang sembunyi di belakangnya

##

Ruangan itu masih menyimpan kenangan

Meski tak ada lagi kelambu dan lampu sentir

Yang dulu selalu eyang pasang

Menjelang maghrib

##

Semua telah tiada

Ditelan waktu

Tapi dalam kenanganku

Semua segar membayang

Bagai baru usai kemarin

##

Aku termangu di ruang bisu

Anganku hadir

Andai aku kembali kecil

Bagaimana Jika

Bagaimana jika

Kado-kado yang kita bawakan ke ibu

Tak berguna sedang beliau sedang sangat merindu

Pada anak-anaknya yang merantau jauh ke negeri sana?

##

Bagaimana jika

Berlian yang kita belikan untuknya

Tidak menyilaukan

Sedang beliau sangat ingin

Memiliki anak-anaknya lagi di rumah itu?

##

Bagaimana jika

Kado-kado indah yang kita kirimkan

Tidak menyenangkan sedang beliau telah lama tidak bahagia

Karena absennya kita

##

Dan bagaimana jika

Kado-kado yang kita beli

Tak pernah ibu inginkan

Sedang usianya tak lagi panjang

Ia hanya butuh kita, anak-anak yang dibesarkannya

Ada di sisinya

Telandanku

Ibu, sungguh ku teladanimu

Perkataanku menggemakan suaramu

Kau adalah sinar perindu

Tak terganti dan hanya satu

##

Tak pernah terpikir

Caraku berjalan

Caraku tersenyum

Itu refleksi darimu

##

Kau wujudkan semua impian

Kau lukis seluruh harapan

Kau ikatkan simpul ketegasan

Diriku kini kau kuatkan

##

Ibu, kau telah petakan jalan itu

Jalan surga yang agung

Atas semua pengajaranmu

Atas semua kasih cintamu

Ibu Segalanya

Di atas ranjang tidurku, kau seorang pengasih

Di dapur kau adalah juru masak terhebat

Terhadap anak-anakmu, kau laksana dokter

kapan gerangan ibu, engkau beristirahat?

##

Di lapangan, kau adalah pelatihku

di kolam renang, kau pelindungku

Di taman bermain, kau penjagaku

Apakah ada yang tidak bisa kau lakukan, Ibu?

##

Aku memang tak pernah tahu

Akan semua pekerjaan yang kau kerahkan

tapi dari sekian banyak yang kau punya

Izinkan ku berikan cinta terbaikku

##

Terima kasih atas semua pengorbananmu, Ibu

Kerja keras di tiap harimu

Menjaga dan merawatku

Tak akan lekang oleh waktu

Selamat Hari Ibu

Silakan gunakan salah satu dari puisi tentang ibu di atas untuk mengungkapkan rasa kasih sayang kepada ibumu. (Risma)