4 Puisi Malam Hening yang Menyentuh Hati

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi dapat digunakan untuk mengekspresikan isi hati yang terdalam. Begitu juga contoh puisi malam hening pada artikel kali ini, semuanya datang dari kedalaman rasa penyairnya.
Ingin tahu seberapa dalam dan menyentuh contoh puisi-puisi tersebut? Yuk, kita simak bersama karya sastra indahnya di bawah ini.
Baca juga: 4 Puisi Hari Kamis dengan Makna Mendalam
4 Puisi Malam Hening yang Menyentuh Hati
Dikutip dari buku Taman-Taman Cinta, Khansa Kurnia, (2019:18-37), inilah contoh puisi malam hening yang menyentuh hati dan penuh makna.
1. Lukisan Malam
Kepada malam hening
Syukurku untuk penciptamu
Ia ciptakan engkau yang mampu menyelimuti lelahku
Membenamkan carut marut tingkah yang kalut
Sejenak melupakan derita nestapa
Sejenak tinggalkan tangis tawa bahagia
Mengarungi alam mimpi yang jauh dari hingar dunia
Sejenak rasakan terbebas dari ikatan
Ikatan ingatan akan ambisi esok hari
Sejenak merengkuh kebahagiaan
Melupakan kenang buruk yang tertinggal di belakang
Sejenak tak merasakan waktu yang terus memburu
Tuk mengeksekusi hari sesempurnamu
Kepada malam sunyi
Syukurku kuhaturkan untuk penciptamu
Ia ciptakan engkau yang mampu menyembunyikanku
Menyembunyikanku dari mata yang ingin memandang
Menyamarkanku dari terang yang benderang
Karena terang kadang membuatmu tersakiti
Karena dirimu terlalu pekat penuh misteri
Kepada malam
Teimakasihku untuk pelukismu
Melukiskan purnama dalam langitmu
Menggoreskan sabit pada atap langit
Lalu menggantungkan gemintang pada langit hitam
Memadu harmoni dalam nuansa indah lukisan malam
Lukisan dari Sang Pencipta
Lukisan malam yang menyembunyikanmu
Dari lelehan air matamu
Agar tak ada seonggok manusiapun menangkapnya
Lalu mengejek getir deritamu
Maha suci Allah yang dengan cinta-Nya
Melukiskan malam yang kelam
Lalu menghantarkan fajar yang berpijar
Hingga kau berjumpa siang
Lalu bertemu senja dan bersua malam kembali
Lukisan malam, lukisan milik Sang Pencipta
2. Hening di Sana, Ramai di Sini
Sunyi di sini
Memeluk malam yang terus temaram
Hening di sana
Menjamah tanah yang basah
Di pojokan jalan
Kerlip lampu masih setia menemani
Menemani satu hati
Yang enggan tuk tertidur
Hening di sana
Ramai di sini
Di labirin-labirin otak
yang tak bersekat
Ada berjuta pikir yang mampir
Yang menolak untuk ucapkan selamat malam
Oh... mungkinkah Tuhan sedang menghukumku
Karena aku lari dari hukum-Nya
Dan menjadi pemberontak sejati yang tak tahu diri
Selamatkan aku dari jiwa jahatku
Biarkan aku berkhidmat di malam-malam hening
yang engkau ridhoi
Tuhanku maafkanlah aku
3. Sajak Sunyi
Sunyi ...
Hanya detak yang bersuara
Hanya nafas yang bercerita
Hanya angin yang menari
Hanya cahaya yang terus bercahaya
Lelah mereka tertelan malam
Memeluk mimpi di atas bantal yang bersulam
Tak ingat lagi derasnya waktu yang berjalan
Tak melihat lagi ruang-ruang yang masih setia dalam kekosongan
Sunyi ...
Hanya desir darah yang masih setia berdesir
Hanya rembulan hitam yang setia berkawan awan
Hanya bintang gemintang yang setia untuk kukuh
Kukuh menemaniku
Kukuh menemanimu dalam malam hening yang panjang
4. Cerita Malam Ini
Di bawah langit yang berbintang
Tanpa ada hiasan bulan yang cemerlang
Hening terasa menyatu dengan gelap
Menyayikan syair malam agar terlelap
Hanya ada detik yang memantik sunyi
Hanya ada suara reruntuhan daun yang mengalun
Hanya samar terdengar dari ujung pasar desa
Tak ada lagi riuh yang berjibaku dengan pesta
Saat bencana tiba bohlam-bohlam tergantikan oleh lilin
Tenda-tenda berlomba untuk menghangatkan badan
Banyak keluarga kaya kini menjadi miskin
Banyak keluarga dermawan kini menjadi pahlawan
Inilah cerita di malam hening ini
Saat bencana melanda negeri
Hidup tapi seolah bak kota mati
Inilah saat gempa menghantui
Itulah 4 contoh puisi malam hening yang menyentuh hati. Ada yang beraroma kesedihan, adapula yang menghaturkan syukur. Kalau kamu ingin membuat puisi tentang malam yang seperti apa?(novi)
