4 Puisi Tema Hujan yang Berisi Kenangan dengan Seseorang

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hujan adalah anugerah yang Allah berikan kepada hambanya yang ada di bumi. Hujan selalu identik dengan kenangan yang telah dilalui. Kamu bisa menggambarkannya melalui sebuah puisi.
Terlepas dari itu, setiap orang pasti memiliki makna tersendiri dengan hujan. Tidak sedikit mereka memaknai hujan sebagai rasa sedih karena mengingatkan hal-hal yang telah dilalui bersama dengan orang-orang tersayang.
Puisi tentang hujan bisa menjadi media untuk mengungkapkan perasaan penulisnya. Apalagi jika kamu sedang larut dalam kenangan bersama dengan seseorang tersebut. Kamu akan merasa sedang mengulang masa-masa itu bersamanya lagi.
Baca Juga: 4 Puisi tentang Lingkungan Alam
Puisi Tema Hujan yang Berisi Kenangan
Dikutip dari buku Antologi Puisi "Hujan" karya Sri Wulan Ambarwati (2022: 1), inilah deretan puisi tema hujan yang mengingatkan kita dengan kenangan bersama seseorang:
1. Aku, Kamu dan Hujan
Aku suka jalan bersamamu dibawah rintik hujan
Menggenggam tanganmu, nikmati gigilnya
Aku suka jalan bersamau dibawah rintik hujan
Sembunyikan nestapa dari mata dunia
Aku suka jalan bersamamu di bawah rintik hujan
Membau tanah yang basah oleh kenangan
Aku suka jalan bersamamu di bawah rintik hujan
Menepaki jalan hidup menuju keabadian
Hiruplah hawa bekunya
Sentuhlah buliran beningnya
Yang menayangkan lagi lukisan hidup
Yang telah kita ukir 20 tahun ini
Aku suka berjalan bersamamu di bawah rintik hujan
Melangkah riang, melepas kewajiban
Telah rampung kita tuntaskan
Pada usia senja kita
2. Sajak hujan
Malam mulai menyepi
Hujan datang menyapa bumi
Memulangkan lagi setiap kenangan
Yang hampir terlupakan
Hujan membawa pilu
Memaksa berteduh pada tepian waktu
Terjebak dalam basah sendu
Terkekang gigil sembilu
Hujan menerobos perdu
Bersama desir angin menderu
Mencengkeram hati nan pilu
Sampai tangan pun tak mampu menggenggam rindu
3. Bagian Dua
Aku hanyalah setitik air
Yang akan menguap di kala terik
Membuat langit mendung berawan
Hingga mengundang hujan untuk turun ke bumi
Seperti itulah siklusnya
Hanya memandangimu dari kejauhan
Menyimpan sejuta rasa yang terpendam
Hingga akhirnya hanya menjadi sebuah angan
Tak bisakah aku menjadi hujan?
Yang di setiap rinainya membawa kesejukan
Tak bisakah aku menjadi pelangi?
Yang membuat hidupmu menjadi lebih berarti
4. Bagian Lima
Seperti mendung tapi tak hujan
Seperti gerimis yang hanya sekilas
Ada apa dengan gerangan?
Memberi tanda tapi tak selaras
Egokah jika aku kecewa?
Dengannya yang bukan siapa-siapa
Bagai bulan dan matahari
Tak pernah menyatu meski berarti
Nah itulah deretan puisi tema hujan yang membuat kita teringat kenangan bersama dengan seseorang. Apakah kamu sedang teringat kenangan dengannya? Kamu bisa mengungkapkannya dengan puisi tersebut.
