Konten dari Pengguna

4 Puisi tentang Banjir sebagai Pengingat

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

I;ustrasi Puisi tentang Banjir sebagai Pengingat. Foto: Unsplash/Jon Flobrant.
zoom-in-whitePerbesar
I;ustrasi Puisi tentang Banjir sebagai Pengingat. Foto: Unsplash/Jon Flobrant.

Puisi tentang banjir tentunya tidak ditulis begitu saja. Banjir merupakan bencana alam yang menimbulkaan banyak kerugian, baik kerugiaan materi maupun jiwa.

Bencana banjir sering terjadi akibat ulah manusia, antara lain kebiasaan membuang sampah di sungai dan menggunduli hutan. Puisi tentang banjir ini dapat dijadikan sebagai pengingat agar kita selalu menjaga kebersihan sungai serta kelestarian lingkungan.

Baca Juga: 5 Puisi tentang Bencana Alam sebagai Pengingat

Puisi tentang Banjir sebagai Pengingat

I;ustrasi Puisi tentang Banjir sebagai Pengingat. Foto: Unsplash/Gláuber Sampaio.

Yuk, intip puisi tentang banjir berikut ini yang dikutip dari laman hellopoetry.com, allpoetry.com dan poemhunter.com.

1. Kala Air Banjir Tak Kunjung Surut

Hujan deras menyebabkan banjir

Menenggelamkan sebagian rumah

Kasur, sudah dipindah ke atas lemari

Arsip penting juga sudah dipindah ke tempat yang aman

Airnya menggenang selama berhari-hari

Kami tidak bisa lagi tinggal lebih lama bersama

Banjir

Kami semua harus mengungsi

Ke tempat yang lebih landai

Banjir menyebabkan penderitaan

Derita pengungsi banjir

Bencana banjir memang datang tak pandang bulu

Langit yang terus saja mengguyur bumi

Terakumulasi menjadi air banjir

Berhari-hari dilanda banjir

Manusia harus mengungsi

Jangan sampai saudara tinggal di pengungsian

Berdesak-desakan di dalam stadion

Atau tinggal di dalam tenda-tenda

Tidak bisa berbuat apa-apa

Makan hanya mengharapkan bantuan

Terkadang hanya makan mi instan

Atau nasi yang agak-agak basi

Sungguh cara hidup yang tidak menyenangkan

Diusir banjir ke tempat pengungsian

2. Banjir Bandang Tak Kenal Ampun

Banjir bandang melanda kota besar itu

Jalan raya yang beraspal hitam

Mendadak berubah laksana sungai

Banjir bandang itu sungguh dahsyat

Mobil minibus yang sedang parkir

Di jalan raya

Diceburkannya ke sungai

Apalagi cuma sepeda motor

Dan benda-benda kecil di atasnya

Banjir bandang datang tak diundang

Ia hanya tahu hukum alam

Bahwa air harus mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah

Ia tak peduli ada mobil atau

Rumah mewah

Yang jelas

Ia harus lewat dengan segera

Itulah banjir bandang

3. Alamku Kecewa

Siapa yang cipta semua bencana

Jika kalian peka dan merasa

Ada bencana karena campur tangan manusia

Tuhan bilang "Pastinya"

Ulah tangan-tangah serakah

Menantang alam dengan gagah

Timbulkan kerusakan masih kau sanggah

Tutup mata, kau buang salah

Gambaran tamparan Tuhan yang nyata diperlihatkan

Banjir, longsor, kekeringan akibat kerusakan hutan

Tapi kalian masih berani tawar

Semua ini kau anggap wajar

Tak merasa kalau ditampar

Meski bencana datang mengular

4. Pesan dari Banjir

Mungkin banjir memberi pesan

Yang tersirat kepada insan

Agar mereka mulai sadar

Sampah kotor jangan ditebar

Sungai bukan tempat sampah

Yang membuat air resah

Ke mana harus mengalir

Akhirnya menjadi banjir

Itulah 4 puisi tentang banjir sebagai pengingat. Semoga bermanfaat.