4 Puisi tentang Banjir sebagai Pengingat

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi tentang banjir tentunya tidak ditulis begitu saja. Banjir merupakan bencana alam yang menimbulkaan banyak kerugian, baik kerugiaan materi maupun jiwa.
Bencana banjir sering terjadi akibat ulah manusia, antara lain kebiasaan membuang sampah di sungai dan menggunduli hutan. Puisi tentang banjir ini dapat dijadikan sebagai pengingat agar kita selalu menjaga kebersihan sungai serta kelestarian lingkungan.
Baca Juga: 5 Puisi tentang Bencana Alam sebagai Pengingat
Puisi tentang Banjir sebagai Pengingat
Yuk, intip puisi tentang banjir berikut ini yang dikutip dari laman hellopoetry.com, allpoetry.com dan poemhunter.com.
1. Kala Air Banjir Tak Kunjung Surut
Hujan deras menyebabkan banjir
Menenggelamkan sebagian rumah
Kasur, sudah dipindah ke atas lemari
Arsip penting juga sudah dipindah ke tempat yang aman
Airnya menggenang selama berhari-hari
Kami tidak bisa lagi tinggal lebih lama bersama
Banjir
Kami semua harus mengungsi
Ke tempat yang lebih landai
Banjir menyebabkan penderitaan
Derita pengungsi banjir
Bencana banjir memang datang tak pandang bulu
Langit yang terus saja mengguyur bumi
Terakumulasi menjadi air banjir
Berhari-hari dilanda banjir
Manusia harus mengungsi
Jangan sampai saudara tinggal di pengungsian
Berdesak-desakan di dalam stadion
Atau tinggal di dalam tenda-tenda
Tidak bisa berbuat apa-apa
Makan hanya mengharapkan bantuan
Terkadang hanya makan mi instan
Atau nasi yang agak-agak basi
Sungguh cara hidup yang tidak menyenangkan
Diusir banjir ke tempat pengungsian
2. Banjir Bandang Tak Kenal Ampun
Banjir bandang melanda kota besar itu
Jalan raya yang beraspal hitam
Mendadak berubah laksana sungai
Banjir bandang itu sungguh dahsyat
Mobil minibus yang sedang parkir
Di jalan raya
Diceburkannya ke sungai
Apalagi cuma sepeda motor
Dan benda-benda kecil di atasnya
Banjir bandang datang tak diundang
Ia hanya tahu hukum alam
Bahwa air harus mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah
Ia tak peduli ada mobil atau
Rumah mewah
Yang jelas
Ia harus lewat dengan segera
Itulah banjir bandang
3. Alamku Kecewa
Siapa yang cipta semua bencana
Jika kalian peka dan merasa
Ada bencana karena campur tangan manusia
Tuhan bilang "Pastinya"
Ulah tangan-tangah serakah
Menantang alam dengan gagah
Timbulkan kerusakan masih kau sanggah
Tutup mata, kau buang salah
Gambaran tamparan Tuhan yang nyata diperlihatkan
Banjir, longsor, kekeringan akibat kerusakan hutan
Tapi kalian masih berani tawar
Semua ini kau anggap wajar
Tak merasa kalau ditampar
Meski bencana datang mengular
4. Pesan dari Banjir
Mungkin banjir memberi pesan
Yang tersirat kepada insan
Agar mereka mulai sadar
Sampah kotor jangan ditebar
Sungai bukan tempat sampah
Yang membuat air resah
Ke mana harus mengalir
Akhirnya menjadi banjir
Itulah 4 puisi tentang banjir sebagai pengingat. Semoga bermanfaat.
