4 Puisi tentang Hati yang Kosong

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
¡waktu baca 4 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Untuk kamu yang hatinya masih kosong alias jomblo, berikut ini ada empat puisi tentang hati yang kosong untuk kamu para jomblowan dan jomblowati.
Tanpa berlama-lama, mari langsung saja simak beberapa puisi yang pas dengan keadaan kamu saat ini sebagai seorang jomblo.
4 Puisi tentang Hati yang Kosong
Beberapa puisi tentang hati yang kosong berikut ini dikutip dari buku yang berjudul Puisi untuk Diri Sendiri, Taufik Hidayat, (2016:135, 143, 149), dan buku kumpulan puisi Di Balik Tirai Hati, Hidjrahwati dkk, (2027:9)
1. Neraca (Kosong)
Nol nol nol nol nol
Kosong kosong kosong
Kosong nol, nol kosong
Ketika nol apakah ada kosong
Ataukah kosong adalah nol
Apa kabarmu wahai nihil
Mari kemari lariki kertas nihil ini
Bersama berenang dalam lautan tak ada nilai
Tidak juga bernilai maupun tiada nilai
Tidakkah ternilai maka tiada bisa yang menilai
Kosong nol nihil, tiada ada apa-apa
Melompong ataukah ompong
Apakah semua tergantung dimana kalian ditempatkan?
Di hati maka kosong
Di angka maka nol
Di gigi maka ompong
Di hasil maka nihil
Tong juga kosong lalu mengapa bisa nyaring
Jikalau tong adalah nol maka tong tambah tong samadengan nol
Tongnya masih ada, kosongnya juga
Nyaring? Siapa yang mencoba melempar
Garing? Siapa yang berniat mendengar
Mungkin juga sama dengan perut yang kosong
Ataukah dari cacing-cacing perut yang berteriak
Maka sebenar perut cacing itu yang nol
Memusnah, melenyap, pada akhirnya tiada apa-apa
2. Pasir dan Lumpur
Selayak puisi berimajinasi
Sepatut sajak berintuisi
Sepantasnya syair berkhayal
Laiknya seperti meneguk air bening di padang pasir
Butiran pasir yang membening air
Yang berlepas dari lumpur yang hitam pekat
Yang terbebas dari bau busuk yang menusuk
Lalu bagaimanakah bisa hati berpuisi jika berlumpur
Seperti mulut yang terbuka ke atas karena dahaga
Sementara hujan hampir mustahil turun di lautan kering
Sampai mati kering tetap mengharapkan air jatuh Bila jatuh pun maka setitik butiran kan melepas dahaga
Terjebak jiwa dalam kubangan lumpur
Terbenam raga setinggi tenggorokan
Terbuka mulut juga harapkan air pensuci jiwa
Malah tenggelam semakin dalam menceguk lumpur
Bayangkanlah lumpur dan pasir berdampingan
Takkan mungkin lumpur diteguk, semuskil pasir ditelan
Namun ketika hujan turun penuhi doa harapan
Ada pilihan, antara mati ditelan lumpur atau menari di atas pasir.
3. Kepolosan
Karya: Hidjrahwati
Seperti kertas kosong, suci tak bercampur noda
Laksana malaikat kecil jauh dari intrik
Seperti gelas kosong, ringan tak berisi air
Hidup belum berwarna, masih asing dalam pergolakan
Seperti ruang kosong, sepi tak berhuni belum melukiskan gambaran hidup, masih jauh dari hiruk pikuk
Hai! jiwa-jiwa yang kosong, bangkit dari tidur
Jangan biarkan diri lena dalam pergulatan
Teman bisa jadi kawan
Teman bisa jadi lawan
Goreskan kertas kosong , dalam lembaran hidup yang bermakna
Tuangkan air dalam gelas kosong, menjadi minuman kesejukan dalam jiwa
Isi ruang kosong dengan hiasan, dalam bingkai kehidupan nan indah
Suarakan kebenaran dalam setiap langkah
Kebenaran dari pikiran dan perkataan yang suci (Maret 2015 )
4. Cinta Hitam
Memilu di semenanjungnya dengan tangisan sungai berlumpur
Di pertemuan air mata dan keringat pada ombak yang berdebur
Mengaduk rasa bagai ruh mentari dan bulan bercampur
Menggerhana bumi menggubah jiwa dan raga, melebur
Menyatu bagai air dan lumpur, angin dan debu
Kecintaan raga itu mirip topeng dilamuri lumpur
Kecintaan jiwa seperti adukan hitam dan putih bercampur
Kecintaan ruh, maka tiada debu lumpur apalagi topeng
Cinta kala yang dulu tergurat di pinggir lautan
Membekas menggores hamparan putih nan suci
Tertiup angin khabarkan rindu yang sangat dalam
Sedalam biru yang ada di depan garis pantai
Cinta kala dahulu saat jiwa masuk ke badan
Seperti mendejavu ingatan samar nan buram
Mirip hamparan bintang berkelip redup tak terbilang
Namun hanya satu bintang berkelap terang mencelikkan
Lariknya bagaikan sinar tajam yang menghujam
Menembus kalbu yang gelap lagi hitam
Dan ketika tali utas baja menjerat jiwa nan legam
Membuat warna karat menjadi mirip bercak darah menghitam (Medan, 05/ 12/2015)
Semoga beberapa puisi tentang hati yang kosong di atas berguna dan bermanfaat untuk kamu para kaum jomblo.
