Konten dari Pengguna

4 Puisi tentang Hati yang Kosong

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

¡waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi tentang Hati yang Kosong. Foto: Unplash/Álvaro Serrano.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi tentang Hati yang Kosong. Foto: Unplash/Álvaro Serrano.

Untuk kamu yang hatinya masih kosong alias jomblo, berikut ini ada empat puisi tentang hati yang kosong untuk kamu para jomblowan dan jomblowati.

Tanpa berlama-lama, mari langsung saja simak beberapa puisi yang pas dengan keadaan kamu saat ini sebagai seorang jomblo.

4 Puisi tentang Hati yang Kosong

Ilustrasi Puisi tentang Hati yang Kosong. Foto: Unplash/Ksenia Makagonova.

Beberapa puisi tentang hati yang kosong berikut ini dikutip dari buku yang berjudul Puisi untuk Diri Sendiri, Taufik Hidayat, (2016:135, 143, 149), dan buku kumpulan puisi Di Balik Tirai Hati, Hidjrahwati dkk, (2027:9)

1. Neraca (Kosong)

Nol nol nol nol nol

Kosong kosong kosong

Kosong nol, nol kosong

Ketika nol apakah ada kosong

Ataukah kosong adalah nol

Apa kabarmu wahai nihil

Mari kemari lariki kertas nihil ini

Bersama berenang dalam lautan tak ada nilai

Tidak juga bernilai maupun tiada nilai

Tidakkah ternilai maka tiada bisa yang menilai

Kosong nol nihil, tiada ada apa-apa

Melompong ataukah ompong

Apakah semua tergantung dimana kalian ditempatkan?

Di hati maka kosong

Di angka maka nol

Di gigi maka ompong

Di hasil maka nihil

Tong juga kosong lalu mengapa bisa nyaring

Jikalau tong adalah nol maka tong tambah tong samadengan nol

Tongnya masih ada, kosongnya juga

Nyaring? Siapa yang mencoba melempar

Garing? Siapa yang berniat mendengar

Mungkin juga sama dengan perut yang kosong

Ataukah dari cacing-cacing perut yang berteriak

Maka sebenar perut cacing itu yang nol

Memusnah, melenyap, pada akhirnya tiada apa-apa

2. Pasir dan Lumpur

Selayak puisi berimajinasi

Sepatut sajak berintuisi

Sepantasnya syair berkhayal

Laiknya seperti meneguk air bening di padang pasir

Butiran pasir yang membening air

Yang berlepas dari lumpur yang hitam pekat

Yang terbebas dari bau busuk yang menusuk

Lalu bagaimanakah bisa hati berpuisi jika berlumpur

Seperti mulut yang terbuka ke atas karena dahaga

Sementara hujan hampir mustahil turun di lautan kering

Sampai mati kering tetap mengharapkan air jatuh Bila jatuh pun maka setitik butiran kan melepas dahaga

Terjebak jiwa dalam kubangan lumpur

Terbenam raga setinggi tenggorokan

Terbuka mulut juga harapkan air pensuci jiwa

Malah tenggelam semakin dalam menceguk lumpur

Bayangkanlah lumpur dan pasir berdampingan

Takkan mungkin lumpur diteguk, semuskil pasir ditelan

Namun ketika hujan turun penuhi doa harapan

Ada pilihan, antara mati ditelan lumpur atau menari di atas pasir.

3. Kepolosan

Karya: Hidjrahwati

Seperti kertas kosong, suci tak bercampur noda

Laksana malaikat kecil jauh dari intrik

Seperti gelas kosong, ringan tak berisi air

Hidup belum berwarna, masih asing dalam pergolakan

Seperti ruang kosong, sepi tak berhuni belum melukiskan gambaran hidup, masih jauh dari hiruk pikuk

Hai! jiwa-jiwa yang kosong, bangkit dari tidur

Jangan biarkan diri lena dalam pergulatan

Teman bisa jadi kawan

Teman bisa jadi lawan

Goreskan kertas kosong , dalam lembaran hidup yang bermakna

Tuangkan air dalam gelas kosong, menjadi minuman kesejukan dalam jiwa

Isi ruang kosong dengan hiasan, dalam bingkai kehidupan nan indah

Suarakan kebenaran dalam setiap langkah

Kebenaran dari pikiran dan perkataan yang suci (Maret 2015 )

4. Cinta Hitam

Memilu di semenanjungnya dengan tangisan sungai berlumpur

Di pertemuan air mata dan keringat pada ombak yang berdebur

Mengaduk rasa bagai ruh mentari dan bulan bercampur

Menggerhana bumi menggubah jiwa dan raga, melebur

Menyatu bagai air dan lumpur, angin dan debu

Kecintaan raga itu mirip topeng dilamuri lumpur

Kecintaan jiwa seperti adukan hitam dan putih bercampur

Kecintaan ruh, maka tiada debu lumpur apalagi topeng

Cinta kala yang dulu tergurat di pinggir lautan

Membekas menggores hamparan putih nan suci

Tertiup angin khabarkan rindu yang sangat dalam

Sedalam biru yang ada di depan garis pantai

Cinta kala dahulu saat jiwa masuk ke badan

Seperti mendejavu ingatan samar nan buram

Mirip hamparan bintang berkelip redup tak terbilang

Namun hanya satu bintang berkelap terang mencelikkan

Lariknya bagaikan sinar tajam yang menghujam

Menembus kalbu yang gelap lagi hitam

Dan ketika tali utas baja menjerat jiwa nan legam

Membuat warna karat menjadi mirip bercak darah menghitam (Medan, 05/ 12/2015)

Semoga beberapa puisi tentang hati yang kosong di atas berguna dan bermanfaat untuk kamu para kaum jomblo.