Konten dari Pengguna

4 Puisi untuk Hari Ibu 22 Desember, Penuh Doa dan Kasih Sayang

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi untuk Hari Ibu 22 Desember. Foto: Unsplash/huanshi.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi untuk Hari Ibu 22 Desember. Foto: Unsplash/huanshi.

Setiap tanggal 22 Desember bangsa Indonesia merayakan Hari Ibu, puisi untuk Hari Ibu 22 Desember ini dapat menjadi kado spesial buat ibunda tercinta.

Orang yang sangat istimewa ini tidak terhitung jasanya. Ia melahirkan kita dengan bertaruh nyawa. Ia pun mengasuh dan membesarkan kita dengan penuh kasih sayang.

Baca Juga: 5 Puisi Ibu Menyentuh Hati sebagai Ungkapan Kasih Sayang

4 Puisi untuk Hari Ibu 22 Desember, Penuh Doa dan Kasih Sayang

Ilustrasi Puisi untuk Hari Ibu 22 Desember. Foto: Unsplash/Alexander Dummer

Bagi kamu yang sedang mencari puisi untuk Hari Ibu 22 Desember, berikut ini deretan puisi yang penuh doa dan kasih sayang, dikutip dari Antologi Puisi Kasih Ibu Sepanjang Masa karya Dahlia Damayanti Sholikhah, dkk (2021).

1. Syair Untuk Ibu

Karya: Amelia Zelianti

Ibu, Setiap rintikkan air matamu Menyadarkan diriku atas perbuatanku Pengorbanan yang telah kau berikan untukku Selalu kukenang sepanjang hidupku\

Di bawah redupnya pelita malam Kurebahkan kepalaku di pangkuanmu Aku merasakan hati yang penuh ketenangan Lewat belaian hangat tangan halusmu

Ibu, Kaulah jantung dan hatiku Darahmu mengalir deras di tubuhku Semua tentang lukamu terikat di batinku

Kutuliskan syair ini untukmu, Ibu Dengan bait yang langsung terhubung denganmu Dikiasi oleh goresan pena yang indah Syair ini akan selalu mewarnai hidupmu

2. Malaikat Tak Bersayap

Karya: Angelia Arum Arizana

Bidasan dirgantara menodong sebuah mata tua Menaruh aksentuasi pada wanita yang memarut muka Turut larat membeliak dedikasi pada putra-putrinya Memeras keringat dan senantiasa mengurut dada Sudah serasa bahara yang teramat biasa bagi dirinya

Durjana dunia telah menyulih resistansi raga Menguruk cua menjadi kentara derana Yang menyatukan kalbu Melegar profesi menyerak sang pembela berga Tanpa basa basi mencerap sumbu menggebu-gebu

Dia laksana pelita pada ketaksaan jiwa Senandungnya abadi merajai jati gembira Sosoknya mampu memberus sorotan seluruh pemirsa Tertawan sehala kiprah yang kejat berjibaku Malaikat tak bersayap, kupanggil ia dengan sebutan ibu

3. Teruntuk Bunda

Karya: Dahlia Damayanti Sholikhah

Semilir sarayu yang bersibak dalam afsun swastamita Tak memupuskan langkah bunda tuk Menyiratkan afeksinya Setiap malam, kidung harsa terdengar manis Dalam ruang hampa Tanpa harap eulogi Walau peluh melumpuhkan sekujur atma Kalbuku berdegup memandang wajah cantikmu Seakan tiada beban Tutur manismu mampu mengiringi seluk-beluk kehidupan Meredum tamparan perkara yang menghantui kalbu Berhamburan Hingga atma berdaya melampaui liku buana kian pagan

Di tengah penghujung malam Terselip doa walau derai menerpa Memanjatkan doa teruntuk bunda Yang menyuguhkan afeksi amerta Tak lesap dirimu dalam jelma seram yang merisaukan asa Meninabobokkan elegi menjadi nirwana dalam candramawa Mungkin aksara dalam pena ini tak sebanding Adorasimu kian nirmala Walau netra menatapku sebagai insan apatis tak berperasa Kau menatapku laksana insan anindita tanpa dosa Oh Tuhan, mampukah hamba mengabdi jasa bunda Yang tak mampu kujangka?

4. Ibuku

Karya: Dewi Fatimatul Faizah

Takkan kulupakan jasamu, Ibu Kau mengandungku, melahirkanku Resah, gelisah menjadi satu Kau rasakan di dalam kalbu

Setiap waktu berjalan Pekerjaanmu begitu melelahkan Walau lelah keringat bercucuran Tak pernah engkau keluhkan

Ibu Kau curahkan cinta kasihmu Kau belai dengan sentuhan lembutmu Mendidikku dengan kasih sayangmu Agar aku menjadi maju

Ibu Tak hentinya aku membuatmu marah Hingga kau menjadi gundah Namun, engkau tetap tabah Tersenyum ramah, tanpa keluh kesah

Dirgahayulah ibunda Salam bakti ananda Semoga Tuhan mengabulkannya

Itulah beberapa rekomendasi puisi untuk Hari Ibu 22 Desember. Bagikan kepada ibumu sebagai tanda terima kasih atas semua yang telah diberikannya kepadamu.