Konten dari Pengguna

5 Contoh Puisi Duka Lara karena Kehilangan Seseorang yang Berharga

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi duka, Foto oleh Mark Pan4ratte di Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi duka, Foto oleh Mark Pan4ratte di Unsplash

Suatu puisi duka biasanya menggambarkan perasaan penulisnya yang sedang dilanda kesedihan. Puisi tersebut lahir karena kehilangan seseorang yang amat berharga atau harus berpisah dengan orang yang paling ia sayangi.

Beberapa contoh puisi duka pada tulisan kali ini juga mengungkapkan hal yang sama. Salah satunya juga datang dari penyair terkenal tanah air. Bagaimana isi puisi tersebut? Simak selengkapnya di bawah ini!

5 Contoh Puisi Duka Lara karena Kehilangan Seseorang

Ilustrasi puisi duka, Foto oleh Guillaume de Germain di Unsplash

Berikut kumpulan contoh puisi duka lara karena kehilangan seseorang yang beberapa diantaranya diambil dari buku kumpulan puisi Bulan Biru, Khansa K & Tjarik, (2019:24).

1. Nisan

Karya: Chairil Anwar

Bukan kematian benar menusuk kalbu

Keridhaanmu menerima segala tiba

Tak kutahu setinggi itu di atas debu

Dan duka maha tuan tak bertahta.

2. Tidak Ada Emas yang Bisa Bertahan

Karya: Robert Frost

Warna hijau pertama alam adalah emas,

Warnanya yang paling sulit dipertahankan.

Daun awalnya adalah bunga;

Tapi hanya satu jam.

Kemudian daun mereda menjadi daun.

Jadi Eden tenggelam dalam kesedihan,

Jadi fajar menyingsing.

Tidak ada emas yang bisa bertahan.

3. Kehilangan

Karya: Khansa Kurnia

Ketika kehilangan aku menjadi air

Air yang tanpa riak gelombang

Seolah tak ada kehidupan di sana

Ketika kehilangan aku menjadi mentari

Mentari kelam yang tertutup awan hitam

Kelam, seolah tak ada kehidupan di sana

Bagai malam yang kehilangan purnamanya, pekat

Seolah dunia adalah kolam jelaga

Tak ada kehidupan di sana

Bak dedaunan kering yang kehilangan hujan

Merana-rana sepanjang kemarau

Seolah hidup hanyalah luka

Sungguh bukankah ini dunia

Dunia yang memiliki dan kehilangan adalah titah-Nya

Dunia yang luka dan air mata adalah hiasannya

Terus berputar menyelimuti takdir manusia

Hari ini kau memiliki

Esok kau kehilangan

Hari ini aku luka

Esok aku bahagia

4. Duka yang Tak Terucapkan

Karya: Richard Aldington

Biarkan laut mengalahkan tangan tipisnya yang sobek

Dalam kesedihan terhadap pantai,

Biarkan mengerang

Antara tanjung dan tebing;

Biarkan laut menjerit kesakitan

Di seberang pasir limbah dan rawa-rawa,

Dan kopling kapal besar,

Merobeknya pelat dari pelat baja

Dalam kemarahan yang sembrono;

Biarkan itu menghancurkan benteng putih

Tentang pelabuhan dan kota;

Biarkan menangis dan menjerit dan tertawa

Dalam kemarahan yang tajam,

Dengan air mata garam putih

Basah di wajahnya yang keriput;

Ah! biarkan laut masih marah

Dan menabrak kegilaan di antara bebatuan yang bergetar—

Karena laut adalah tangisan kesedihan kita.

5. Aku Bisa Apa

Karya: Novi Kurniasih

Aku ingin seperti langit malam

Yang masih tegar meski ditinggal bulan dan bintang

Aku ingin seperti langit pagi

Yang tak runtuh meski mendung menghantui

Tapi aku bisa apa

Kesedihan bagai kolam jelaga

Menggerogoti senyumku hingga tinggal air mata

Lalu aku bisa apa

Aku menangis pun kau tak kan kembali

Aku berduka pun kau tak kan muncul di sini

Hanya ada memori yang menghiasi labirin sunyi

Baca juga: 5 Contoh Puisi Galau Sedih tentang Putus Cinta dan Pengkhianatan

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan dan setiap awal pasti akan ada akhir. Dan setiap yang bernyawa pasti akan menemui kematiannya. (nov)