5 Contoh Puisi Duka Lara karena Kehilangan Seseorang yang Berharga

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suatu puisi duka biasanya menggambarkan perasaan penulisnya yang sedang dilanda kesedihan. Puisi tersebut lahir karena kehilangan seseorang yang amat berharga atau harus berpisah dengan orang yang paling ia sayangi.
Beberapa contoh puisi duka pada tulisan kali ini juga mengungkapkan hal yang sama. Salah satunya juga datang dari penyair terkenal tanah air. Bagaimana isi puisi tersebut? Simak selengkapnya di bawah ini!
5 Contoh Puisi Duka Lara karena Kehilangan Seseorang
Berikut kumpulan contoh puisi duka lara karena kehilangan seseorang yang beberapa diantaranya diambil dari buku kumpulan puisi Bulan Biru, Khansa K & Tjarik, (2019:24).
1. Nisan
Karya: Chairil Anwar
Bukan kematian benar menusuk kalbu
Keridhaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu di atas debu
Dan duka maha tuan tak bertahta.
2. Tidak Ada Emas yang Bisa Bertahan
Karya: Robert Frost
Warna hijau pertama alam adalah emas,
Warnanya yang paling sulit dipertahankan.
Daun awalnya adalah bunga;
Tapi hanya satu jam.
Kemudian daun mereda menjadi daun.
Jadi Eden tenggelam dalam kesedihan,
Jadi fajar menyingsing.
Tidak ada emas yang bisa bertahan.
3. Kehilangan
Karya: Khansa Kurnia
Ketika kehilangan aku menjadi air
Air yang tanpa riak gelombang
Seolah tak ada kehidupan di sana
Ketika kehilangan aku menjadi mentari
Mentari kelam yang tertutup awan hitam
Kelam, seolah tak ada kehidupan di sana
Bagai malam yang kehilangan purnamanya, pekat
Seolah dunia adalah kolam jelaga
Tak ada kehidupan di sana
Bak dedaunan kering yang kehilangan hujan
Merana-rana sepanjang kemarau
Seolah hidup hanyalah luka
Sungguh bukankah ini dunia
Dunia yang memiliki dan kehilangan adalah titah-Nya
Dunia yang luka dan air mata adalah hiasannya
Terus berputar menyelimuti takdir manusia
Hari ini kau memiliki
Esok kau kehilangan
Hari ini aku luka
Esok aku bahagia
4. Duka yang Tak Terucapkan
Karya: Richard Aldington
Biarkan laut mengalahkan tangan tipisnya yang sobek
Dalam kesedihan terhadap pantai,
Biarkan mengerang
Antara tanjung dan tebing;
Biarkan laut menjerit kesakitan
Di seberang pasir limbah dan rawa-rawa,
Dan kopling kapal besar,
Merobeknya pelat dari pelat baja
Dalam kemarahan yang sembrono;
Biarkan itu menghancurkan benteng putih
Tentang pelabuhan dan kota;
Biarkan menangis dan menjerit dan tertawa
Dalam kemarahan yang tajam,
Dengan air mata garam putih
Basah di wajahnya yang keriput;
Ah! biarkan laut masih marah
Dan menabrak kegilaan di antara bebatuan yang bergetar—
Karena laut adalah tangisan kesedihan kita.
5. Aku Bisa Apa
Karya: Novi Kurniasih
Aku ingin seperti langit malam
Yang masih tegar meski ditinggal bulan dan bintang
Aku ingin seperti langit pagi
Yang tak runtuh meski mendung menghantui
Tapi aku bisa apa
Kesedihan bagai kolam jelaga
Menggerogoti senyumku hingga tinggal air mata
Lalu aku bisa apa
Aku menangis pun kau tak kan kembali
Aku berduka pun kau tak kan muncul di sini
Hanya ada memori yang menghiasi labirin sunyi
Baca juga: 5 Contoh Puisi Galau Sedih tentang Putus Cinta dan Pengkhianatan
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan dan setiap awal pasti akan ada akhir. Dan setiap yang bernyawa pasti akan menemui kematiannya. (nov)
