Konten dari Pengguna

5 Contoh Puisi Islami untuk Lomba

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh Puisi Islami untuk Lomba, foto: Pexels/Suzy Hazelwood
zoom-in-whitePerbesar
Contoh Puisi Islami untuk Lomba, foto: Pexels/Suzy Hazelwood

Bagi yang belum pernah mengikutinya, lomba puisi mungkin terlihat sulit dan sangat menantang. Namun, jika kamu sering membaca puisi, kamu akan terbiasa dan dapat menulis dengan lebih baik. Nah, artikel ini akan menyediakan contoh puisi islami untuk lomba.

Selain dengan membaca referensi puisi islami yang ditulis oleh para penulis berbakat, puisi islami juga harus ditulis menggunakan hati serta kecintaan kuat pada Tuhan. Rasakanlah dengan hatimu maka orang lain pun akan tersentuh membacanya.

Baca juga: 5 Puisi Islami Menyentuh Hati yang Menyejukkan

Contoh Puisi Islami untuk Lomba

Contoh Puisi Islami untuk Lomba, foto: Pexels/picjumbo.com

Berikut ini 5 contoh puisi islami untuk lomba, diambil dari Artikulasi Hidup, Hati dan Ilahi, Serlia, dkk. (2021), Islam Rahmatan Lil'alamin: Antologi Puisi Guru Dan Siswa, Fadlina Susanti, dkk. (2019), dan Mata Ketiga Cinta, Helvy Tiana Rosa (2012):

1. Merengkuh Cahaya Ilahi

Oleh: Fadlina Susanti

Dalam diam aku menatap langit

Indahnya kuasa-Mu memancarkan aura

Ketenangan dan keteduhan

Dalam hening aku menatap malam

Gemerlap bintang memancarkan kedamaian dan makna kehidupan

Dalam terang kupandang surya-Mu

Memancar energi membahana semesta

Membakar jiwa-jiwa yang pucat pasi

Penuh duka, hampa, dan nestapa

Menaklukkan hati-hati yang keras membeku

Menjauh lari dari kejaran-Mu

Tuhan….

Hanya dengan karya-Mu meneguhkan jiwaku

Memandang lukisan-Mu memadamkan api amarahku

Menyentuh semarak harum bunga-Mu

Memberi napas baru kehidupanku

Tuhanku….

Aku sering menjauh dari bayangan-Mu

Aku selalu sembunyi atas hadir-Mu

Aku bahkan lari dari cahaya-Mu

Tapi kau tetap mendekat….

Begitu rapat….

Begitu lekat….

Tuhan….

Kau luluhkan keras jiwaku dengan syahdu-Mu

Kau sadarkan angkuh hatiku dengan lembut tamparan-Mu

Kau bakar “aku”-nya diriku….

“Dewa”-nya diriku….

Agar segera kembali menjadi putih hamba-Mu

Tuhan….

Aku kejam atas diriku

Aku aniaya akal sehatku

Aku bakar hati nuraniku

Tuhan….

Kini dengan seluruh kesadaranku

Izinkan kubakar semua kebodohanku

Kebutaanmu…

Kebisuanku…

Kelumpuhanku….

Agar menerima utuh hadir-Mu

Menerangi jiwa dan seluruh gerak nafas kehidupanku

2. Keagungan Allah

Oleh: Serlia, dkk

Dunia berputar mengikuti

Terang dan gelap mengisi

Dalam sebuah kenyataan

Baik jahat berbaur bersama

Menang kalah terus berlanjut

Dorong-dorongan terjungkal-jungkal

Dewi malam sang permaisuri malam

Bagaskara pagi sang raja bernuansa

Dapatkah kita ketahui semuanya

Bergerak dengan cepat berubah warna

Gelap, terang berlawanan

Terjadi maka terjadilah

Hancur maka hancurlah

Sebuah realita jagat raya

Bahwa Dia berkuasa

Tanpa hendak-Nya tidak terjadi, menjadi apa-apa

3. Semoga Taat

Oleh: Serlia, dkk

Saat aku tersumbat di jalan menebar batil

Dari dalil semoga berhasil

Belajar menata hati

Menata perasaan yang silih berganti

Terasa berat mengemban segudang amanah

Ingin kembali dari dunia yang sempit

Di perjalanan pulang, sempat kuharap

Sebuah metafora penyampaian dakwah muslihat

Untuk beristiqomah mengarah lurus

Terus melaju tanpa keluh kesah

Sampai ujung pelosok ranah

Sebab tujuan akhir ialah taat

Sampai tamat izinkan langkah mengenal lebih mushaf

Sampai berpijak di pintu janah

4. Kalam

Oleh: Helvy Tiana Rosa

Kalam manusia kalam kita

sering sekali cuma debu di piranti waktu

terkadang hanya jadi sajak kurus

yang mengendap di kantong pilu

atau menjelma merpati

terbang telusuri angkasa

hinggap di pokok-pokok

Kalam kita

sekali waktu jadi buah pikir

dan bermiliar tulisan

dengan satu masa pretensi

berjalan, kembara pada satu kala

satu peradaban

kemudian samar, pupus

jadi bunyi senyap

atau abadi

dalam lukisan semu gagap

Kalam mulia, kalam Allah

kalam langit dan bumi

diturunkan dari gemilang arsy, lauhul mahfuz

keabadian yang mengatur segala

bunga kata yang tak pernah berubah

dengannya pelangi berwarna

dan matari jadi panas

dengannya air mengalir

dan manusia bernapas

tapi dengannya pula tanah kita

bisa retak meratap

gunung-gunung berhamburan

dan manusia menjelma anai-anai

dengannya akan terjaga

ruh-ruh yang beriman

di tiap lekuk liku kehidupan

Kalamullah

sesuci-suci kalam

petunjuk cinta terpatri

di sabil hamba terpilih

5. Thawaf

Oleh: Helvy Tiana Rosa

Langkah-langkah air mata

mengurai jejak cinta tanah liat

hidup yang tak pernah bisa

kau terka

dan kematian yang mengintip

gigil dari selubung hari

Labbaik Allahumma labbaik!

Ada yang berjejalan di dalam

Dada. Cahaya. Embun

Terik. Maha. Kau

Labbaik Allahumma labbaik!

Labbaika laa syariikalaka labbaik!

Dalam kerumunan fana

yang terus berputar menyebut

nama-Mu

Waktu pun retak di detakku

dan segalanya menjelma bening

: Kuputuskan membangun ka’bah

sepanjang masa

dalam dada.

Itulah 5 contoh puisi islami untuk lomba. Kunci untuk dapat menulis puisi tema islam yang bagus adalah banyaknya referensi, latihan, dan dalamnya perasaan yang terlibat. Semoga berhasil!