5 Contoh Puisi Islami untuk Lomba

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi yang belum pernah mengikutinya, lomba puisi mungkin terlihat sulit dan sangat menantang. Namun, jika kamu sering membaca puisi, kamu akan terbiasa dan dapat menulis dengan lebih baik. Nah, artikel ini akan menyediakan contoh puisi islami untuk lomba.
Selain dengan membaca referensi puisi islami yang ditulis oleh para penulis berbakat, puisi islami juga harus ditulis menggunakan hati serta kecintaan kuat pada Tuhan. Rasakanlah dengan hatimu maka orang lain pun akan tersentuh membacanya.
Baca juga: 5 Puisi Islami Menyentuh Hati yang Menyejukkan
Contoh Puisi Islami untuk Lomba
Berikut ini 5 contoh puisi islami untuk lomba, diambil dari Artikulasi Hidup, Hati dan Ilahi, Serlia, dkk. (2021), Islam Rahmatan Lil'alamin: Antologi Puisi Guru Dan Siswa, Fadlina Susanti, dkk. (2019), dan Mata Ketiga Cinta, Helvy Tiana Rosa (2012):
1. Merengkuh Cahaya Ilahi
Oleh: Fadlina Susanti
Dalam diam aku menatap langit
Indahnya kuasa-Mu memancarkan aura
Ketenangan dan keteduhan
Dalam hening aku menatap malam
Gemerlap bintang memancarkan kedamaian dan makna kehidupan
Dalam terang kupandang surya-Mu
Memancar energi membahana semesta
Membakar jiwa-jiwa yang pucat pasi
Penuh duka, hampa, dan nestapa
Menaklukkan hati-hati yang keras membeku
Menjauh lari dari kejaran-Mu
Tuhan….
Hanya dengan karya-Mu meneguhkan jiwaku
Memandang lukisan-Mu memadamkan api amarahku
Menyentuh semarak harum bunga-Mu
Memberi napas baru kehidupanku
Tuhanku….
Aku sering menjauh dari bayangan-Mu
Aku selalu sembunyi atas hadir-Mu
Aku bahkan lari dari cahaya-Mu
Tapi kau tetap mendekat….
Begitu rapat….
Begitu lekat….
Tuhan….
Kau luluhkan keras jiwaku dengan syahdu-Mu
Kau sadarkan angkuh hatiku dengan lembut tamparan-Mu
Kau bakar “aku”-nya diriku….
“Dewa”-nya diriku….
Agar segera kembali menjadi putih hamba-Mu
Tuhan….
Aku kejam atas diriku
Aku aniaya akal sehatku
Aku bakar hati nuraniku
Tuhan….
Kini dengan seluruh kesadaranku
Izinkan kubakar semua kebodohanku
Kebutaanmu…
Kebisuanku…
Kelumpuhanku….
Agar menerima utuh hadir-Mu
Menerangi jiwa dan seluruh gerak nafas kehidupanku
2. Keagungan Allah
Oleh: Serlia, dkk
Dunia berputar mengikuti
Terang dan gelap mengisi
Dalam sebuah kenyataan
Baik jahat berbaur bersama
Menang kalah terus berlanjut
Dorong-dorongan terjungkal-jungkal
Dewi malam sang permaisuri malam
Bagaskara pagi sang raja bernuansa
Dapatkah kita ketahui semuanya
Bergerak dengan cepat berubah warna
Gelap, terang berlawanan
Terjadi maka terjadilah
Hancur maka hancurlah
Sebuah realita jagat raya
Bahwa Dia berkuasa
Tanpa hendak-Nya tidak terjadi, menjadi apa-apa
3. Semoga Taat
Oleh: Serlia, dkk
Saat aku tersumbat di jalan menebar batil
Dari dalil semoga berhasil
Belajar menata hati
Menata perasaan yang silih berganti
Terasa berat mengemban segudang amanah
Ingin kembali dari dunia yang sempit
Di perjalanan pulang, sempat kuharap
Sebuah metafora penyampaian dakwah muslihat
Untuk beristiqomah mengarah lurus
Terus melaju tanpa keluh kesah
Sampai ujung pelosok ranah
Sebab tujuan akhir ialah taat
Sampai tamat izinkan langkah mengenal lebih mushaf
Sampai berpijak di pintu janah
4. Kalam
Oleh: Helvy Tiana Rosa
Kalam manusia kalam kita
sering sekali cuma debu di piranti waktu
terkadang hanya jadi sajak kurus
yang mengendap di kantong pilu
atau menjelma merpati
terbang telusuri angkasa
hinggap di pokok-pokok
Kalam kita
sekali waktu jadi buah pikir
dan bermiliar tulisan
dengan satu masa pretensi
berjalan, kembara pada satu kala
satu peradaban
kemudian samar, pupus
jadi bunyi senyap
atau abadi
dalam lukisan semu gagap
Kalam mulia, kalam Allah
kalam langit dan bumi
diturunkan dari gemilang arsy, lauhul mahfuz
keabadian yang mengatur segala
bunga kata yang tak pernah berubah
dengannya pelangi berwarna
dan matari jadi panas
dengannya air mengalir
dan manusia bernapas
tapi dengannya pula tanah kita
bisa retak meratap
gunung-gunung berhamburan
dan manusia menjelma anai-anai
dengannya akan terjaga
ruh-ruh yang beriman
di tiap lekuk liku kehidupan
Kalamullah
sesuci-suci kalam
petunjuk cinta terpatri
di sabil hamba terpilih
5. Thawaf
Oleh: Helvy Tiana Rosa
Langkah-langkah air mata
mengurai jejak cinta tanah liat
hidup yang tak pernah bisa
kau terka
dan kematian yang mengintip
gigil dari selubung hari
Labbaik Allahumma labbaik!
Ada yang berjejalan di dalam
Dada. Cahaya. Embun
Terik. Maha. Kau
Labbaik Allahumma labbaik!
Labbaika laa syariikalaka labbaik!
Dalam kerumunan fana
yang terus berputar menyebut
nama-Mu
Waktu pun retak di detakku
dan segalanya menjelma bening
: Kuputuskan membangun ka’bah
sepanjang masa
dalam dada.
Itulah 5 contoh puisi islami untuk lomba. Kunci untuk dapat menulis puisi tema islam yang bagus adalah banyaknya referensi, latihan, dan dalamnya perasaan yang terlibat. Semoga berhasil!
